
Sementara itu, dibelahan bumi yang lain. Terlihat Samy dan asistennya baru saja sampai dirumah mewah seseorang, mereka langsung turun dari mobil untuk menemui sang pemilik rumah.
"Selamat datang, Tuan Muda!"
Samy tidak menghiraukan sambutan yang diberikan oleh pengurus rumah mewah itu, dia langsung berjalan masuk untuk menemui seseorang.
"Samy, kau sudah sampai?"
Langkah Samy terhenti saat mendengar suara seseorang yang ingin ditemui, dia mendongakkan kepalanya karna laki-laki itu sedang berada ditangga.
"Bagaimana perjalananmu? Pasti lelah kan?"
Lucas segera menuruni anak tangga untuk menghampiri Samy, wajahnya tersenyum cerah karna merasa bahagia atas kedatangan laki-laki itu.
"Aku ingin membicarakan sesuatu!"
Samy paling tidak suka untuk berbasa-basi, terlebih-lebih dengan laki-laki yang saat ini ada di hadapannya.
"Hem, baiklah. Tapi, apa kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan dulu?"
Lucas berusaha untuk membujuk Samy, dia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan laki-laki itu.
Samy terdiam, dia menatap Lucas dengan tajam walaupun laki-laki itu terus tersenyum ke arahnya. Tanpa mengatakan apapun, dia langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur membuat Lucas semakin melebarkan senyumannya.
Mereka lalu menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji, walaupun tidak tau sekarang makan siang, ataupun malam, yang penting makan sajalah semuanya.
"bagaimana pekerjaanmu, Sam? Apa perusahaanmu berjalan lancar?" tanya Lucas, sejak tadi senyumnya tidak memudar walaupun sedang makan. Dia bahkan sampai membatalkan semua pertemuan penting, saat mendengar kalau Samy datang menemuinya.
"Hem!" Samy berdehem untuk menjawab pertanyaan Lucas.
Suasana lalu hening dan tidak ada lagi yang mengeluarkan suara, yang terdengar hanyalah suara sendok yang berbenturan dengan piring.
Setelah selesai, mereka semua pergi ke taman yang ada di belakang rumah Lucas. Sebuah taman yang dipenuhi oleh bermacam-macam bunga, bahkan ada rumah kaca juga di tempat itu.
Samy terpaku menatap semua pemandangan yang ada di hadapannya, sama persis dengan taman yang ada di rumahnya sendiri.
"Duduklah!"
__ADS_1
Lucas menepuk sofa yang ada di sebelahnya, tetapi Samy tidak duduk di sana, melainkan duduk di hadapannya.
"Baiklah, sekarang katakan apa yang mau kau bicarakan!"
Lucas tau kalau Samy tidak ingin dekat dengannya, jangankan dekat, laki-laki itu bahkan enggan untuk menatap matanya.
"Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak menganggu adikku?"
Lucas memganggukkan kepalanya. "Benar, aku sudah berjanji tentang hal itu!" Dia ingat tentang janji yang dia ucapkan beberapa tahun silam.
"Lalu, kenapa kau berurusan dengannya?"
Napas Samy mulai memburu dengan kedua tangan terkepal erat, ini sudah menjadi batas kesabarannya saat ini.
"apa maksudmu, Sam? Aku tidak mengerti!"
"Bohong! Kau memang pembohong!"
Lucas terdiam, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Samy ucapkan. Apalagi dia tidak pernah berurusan dengan adik dari laki-laki itu, dia bahkan tidak tau siapa adik Samy.
"Amora, Amora Charleine! Dia adalah adikku, adikku!"
Samy menekankan setiap kata-katanya agar Lucas paham dengan apa yang dia maksud, sementara Lucas sendiri berpikir keras tentang nama yang baru saja laki-laki itu ucapkan.
"Amora?"
"Ya, Amora! Kau bertemu dengannya diklub milik Roberto, bukan hanya bertemu, tapi kau juga menyerangnya!"
Deg, Lucas tercengang mendengar semua yang Samy ucapkan. "Wanita itu, adikmu?" Sungguh dia merasa benar-benar sangat terkejut.
"Kau jangan pura-pura, Lucas! Aku tau selama ini kau pasti sudah mengincar adikku!"
Sumpah demi apapun juga, Lucas tidak pernah melanggar janjinya. Apalagi janji yang dia buat demi Samy, sampai matipun tidak akan pernah diingkari.
"Samy, aku benar-benar tidak tau semua itu! Dan asal kau tau, sebelumnya kami pernah bertemu di Jepang!"
Deg, kali ini Samy lah yang terdiam. Sepertinya dia sudah tertinggal jauh tentang Amora, dia lalu melirik ke arah asistennya yang berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Dengar, Samy! Aku tidak tau dan tidak pernah sedikitpun mendekati adikmu, aku bahkan tidak tau namanya juga wajahnya. Tapi sekarang, kau sendirilah yang memberitahukan adikmu padaku!"
Kini Lucas mulai mengerti semuanya, dia mengerti kalau pertemuannya dan Amora sudah direncanakan. Wanita itu sepertinya ingin berurusan dengannya, atau bahkan membalas dendam tentang apa yang terjadi dimasa lalu.
Sementara itu, Samy terdiam saat mendengar semuanya. Dia menyesali keputusannya untuk menemui Lucas, sebab akhirnya dia sendirilah yang memberitahu laki-laki itu tentang sang adik.
"Dengar, Lucas! Dia tidak ada hubungan apapun dengan kejadian di masa lalu! Kalau sampai kau menyakitinya, maka aku tidak akan tinggal diam!"
Lucas tersenyum sinis mendengar ancaman Samy. "Seharusnya kau tanya dulu pada adikmu itu, Lucas! Karna sepertinya dialah yang ingin berurusan denganku!"
Lucas sudah berjanji untuk tidak menganggu adik Samy, tetapi jika wanita itu dulu yang mengganggunya. Maka dia juga tidak akan segan-segan untuk membalas.
Samy yang tau kalau Amora berniat untuk balas dendam tidak berpikir sampai ke sini, dia pikir Amora tidak akan mengusik Lucas karna tau bahwa laki-laki itu bukan orang sembarangan.
"Tapi kau tenang saja, Samy! Aku tidak akan menyakiti adikmu itu, sesuai dengan janjiku!"
Samy melihat Lucas dengan tajam. "Benarkah?"
"Ya, apa sebelumnya aku pernah berbohong padamu?"
Samy terdiam, dia menghela napas berat lalu menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu memang tidak pernah berbohong, bahkan kejujuran dari Lucas benar-benar mengejutkannya.
"tapi, kau harus bersamaku!"
"Apa?"
Samy sangat terkejut saat mendengarnya, dia bahkan sampai berdiri karna mendengar ucapan Lucas.
"Ya Samy, ikutlah dengan Papa!"
•
•
•
Tbc.
__ADS_1