Sang Mantan Cassanova

Sang Mantan Cassanova
Bab 86


__ADS_3

Kamu harus tanggung jawab, Deka!


Ssst, berisik! Mertua gue nelepon!


Cepetan, Deka!


Abah yakin betul saat menelepon Deka tadi, mendengar suara seorang wanita di dekat Deka. Dipastikan wanita itu sedang bersama Deka. Siapa wanita itu? Batin Abah bertanya-tanya.


Dari dialog yang terdengar, sepertinya wanita itu bukan karyawan atau pegawai Deka. Apakah wanita itu ada hubungannya dengan Ririn yang terus-menerus menangis sepanjang malam?


Ya Allah semoga rumah tangga putriku baik-baik saja. Semoga keputusanku untuk menikahkan Ririn dengan Deka bukan suatu kesalahan. Semoga Ririn bahagia bersama Nak Deka. Begitu yang ada di benak Abah setelah mengakhiri panggilan teleponnya dengan sang menantu.


“Bah, pulang sekarang aja.” Ucapan Ririn membuyarkan lamunan Abah.


“Tadi abah menelepon suamimu, katanya Nak Deka masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Ririn mau pulang sekarang atau mau tunggu Nak Deka?” lontar Abah.


“Pulang sekarang saja, Bah, sama Dewa,” sahut Ririn tanpa ragu-ragu.

__ADS_1


“Yakin mau pulang ke Serang?” Ririn mengangguk cepat.


“Enggak mau pulang ke rumah suamimu?” Ririn menggeleng cepat.


“Ya sudah, tunggu sebentar lagi. Mami masih solat. Ding Dewa juga masih di jalan.”


“Iya, Bah.”


Siang itu Ririn pulang ke Serang bersama orangtuanya dengan diantar Dewa. Tanpa Deka di sisinya.


Sementara di tempat lain, Deka tengah melajukan mobil dengan Tania duduk di sampingnya. Mereka berkeliling mencari Tiara.


“Sial! Kenapa sih, lo tuh selalu nyusahin hidup gue? Enggak dulu, enggak sekarang, nyusahin gue mulu," umpat Deka. Pandangannya tetap fokus ke jalanan di depannya.


“Bisa enggak sih, Ka, jangan marah-marah terus!” protes Tania. Ia menoleh pada Deka yang sedang fokus menyetir.


“Tiara kabur juga karena kamu,” kata Tania lagi.

__ADS_1


“Karena gue? Sinting!” umpat Deka lagi. “Itu karena lo yang ngarang cerita ga bener sama anak lo!”


“Iya, aku salah. Aku janji setelah Tiara ketemu, aku akan temui Ririn untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya.”


“Lagian kenapa lo pake bikin cerita bohong sama anak lo sih? Kenapa lo bilang gue papanya?”


“Karena Tiara terus ngerewek nanya siapa papanya. Aku sampai pusing dengarnya.”


“Kenapa enggak lo jujur aja kasih tahu siapa papanya?”


“Gue benci sama si kampret to-lol itu. Cowok sialan, gak bertanggung jawab. Gue gak sudi Tiara kenal sama si blo-on itu!” umpat Tania berapi-api.


“Jadi aku kasih tahu aja kamu papanya. Aku pikir Tiara gak mungkin nyari kamu sampai segitunya,” ujar Tania selanjutnya.


“Tapi itu merugikan gue. Jadi masalah buat hidup gue!”


“Iya, sori. Aku nanti akan bicara sama Ririn. Aku akan menjelaskan semuanya.” Tania terdiam sejenak. Kemudian ia berucap lagi, “Sebenarnya, dulu Tiara anak yang manis dan penurut. Kedua papa sambungnya yang dulu sayang sama Tiara, jadi Tiara gak pernah bertanya tentang papanya. Tapi papa sambung yang ketiga ini, si Herman, kasar sekali sehingga membuat Tiara berubah. Dia terus mendesak aku untuk kasih tahu tentang sosok papanya. Jadinya aku bohongin dia dan bilang kamu papanya. Aku gak nyangka bakalan begini urusannya,” tutur Tania.

__ADS_1


Deka diam tidak menyahuti penuturan Tania. Dalam hati ia bergumam, jadi Tania udah menjanda tiga kali. Astoge, satu kali lagi dapat cang cut cantik ini mah.


__ADS_2