
Kaila pergi dari perusahaan Rendra dengan perasaan kesal dan marah. Ia benar-benar bingung bagaimana ia bisa mendapatkan uang banyak jika bukan dari Rendra. Seketika ia teringat sesuatu.
Tiga puluh menit kemudian, Kaila sudah sampai di restoran mamanya Rendra. Ia duduk dan memesan makanan disana. Tak berselang lama, ia melihat orang yang sudah menjadi targetnya.
"Tante Naya," panggil Kaila.
Naya pun menoleh ke arah sumber suara. Melihat orang yang memanggilnya adalah mantan anaknya, ia pun berjalan mendekat kesana dan duduk di hadapan Kaila.
"Apa kabar Tante?" tanya Kaila dengan sebuah senyuman.
"Baik, kau apa kabar? Sudah lama sekali Tante tidak melihatmu," ucap Naya.
"Aku juga baik Tante. Iya, aku memang pergi dari kota ini setelah putus dari Rendra Tante," jawab Kaila.
"Memangnya kenapa kalian bisa putus? Sampai sekarang pun Rendra selalu diam tak menjawab pertanyaan Tante itu," tanya Naya.
Di dalam hatinya, Kaila tersenyum sangat senang. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk dirinya mengelabui mamanya Rendra untuk bersimpati lagi padanya dan membuat ia bisa dekat lagi dengan Rendra.
"Semuanya karena salah paham Tante, Rendra mengira aku berselingkuh dan tidak mencintainya. Padahal itu semua tidak benar Tante. Bagaimana mungkin aku berselingkuh padahal aku sangat-sangat mencintai Rendra," jawab Kaila dengan akting sedihnya.
Naya pun menepuk pundak Kaila seolah memberikan semangat pada wanita itu.
"Jika semua hanya salah paham saja, kau bisa menceritakannya dengan jujur pada Rendra. Ia pasti akan mengerti," saran Naya.
"Apa Tante tidak bisa membantuku?" tanya Kaila.
"Bukannya Tante tidak ingin membantu. Tapi kau tahu sendiri bagaimana Rendra. Ia tidak ingin urusan pribadinya diikut campuri oleh orang lain. Meskipun itu oleh papa mamanya sendiri. Jadi, berjuanglah sendiri," ujar Naya.
Seketika perasaan senang yang tadi Kaila rasakan menjadi kesal kembali. Ia kira mamanya Rendra akan membantunya untuk bersama kembali dengan Rendra, rupanya tidak.
"Baiklah Tante."
"Kalau begitu, Tante mau melanjutkan pekerjaan Tante dulu. Nikmati makananmu disini ya."
Kaila mengangguk.
"Huh! Aku kira bisa sesuai dengan rencana. Rupanya Tante Naya tidak bisa diandalkan!" kesal Kaila.
*
*
Lain halnya dengan Rendra, ia menjadi was-was dan gelisah karena kehadiran mantan yang bak setan itu. Bukan gelisah karena ia masih mencintai wanita itu, tapi gelisah karena wanita itu adalah wanita s*nting yang selalu menghalalkan segala cara untuk memenuhi segala ambisi dan kemauannya.
Yang saat ini paling Rendra takutkan adalah wanita itu berhasil membujuk mamanya. Apalagi, mamanya sangat menyukai Kaila ketika mereka dulu masih berpacaran. Bukan tanpa alasan Rendra menyembunyikan alasan ia putus dengan Kaila. Ia hanya tidak ingin mamanya bersedih dengan kisah percintaannya yang tidak pernah berhasil. Ditambah kisah cinta kakaknya yang gagal, dan kisah cinta adiknya yang belum pernah dimulai sama sekali. Jika ditambah dengan kisah cintanya yang selalu gagal dan gagal, Rendra takut mamanya sedih.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap Rendra bertanya-tanya.
Setelah hampir beberapa menit berpikir, entah kenapa hanya satu ide yang muncul di kepalanya yaitu Aura.
"Haish! Kenapa harus dia yang muncul di saat-saat genting begini? Apa iya aku harus meminta bantuannya? Tapi aku memang tidak mengenal wanita lain lagi yang bisa aku jadikan kekasih palsuku."
__ADS_1
*
*
Malam harinya, Rendra pergi ke club Century untuk menemui Aura. Setelah dipikir panjang, tidak ada salahnya meminta bantuan dari Aura. Toh, hanya sebagai kekasih palsu dan Aura pun pasti sudah berpengalaman tentang itu.
Sesampainya di club, Rendra belum melihat Aura sama sekali. Ia hanya melihat Sena yang sedang membawakan minuman untuk para pengunjung yang ada disana. Alhasil, Rendra pun memanggil Sena untuk menanyakan keberadaan Aura.
"Sen," panggil Rendra.
Sena pun mendekat dan bertanya.
"Ada apa? Apa kau datang sendiri? Kemana Ansel?" tanya Sena.
"Aku memang datang sendiri. Aura dimana?" tanya Rendra.
"Aura ada di kamar VIP bersama klien nya," jawab Sena.
Seketika,
Nyessss,
Ada rasa tidak rela dan tidak terima. Tapi Rendra masih belum mengerti arti rasa tersebut.
"Kapan selesainya?" tanya Rendra lagi.
"Memangnya untuk apa kau menanyakan itu? Apa kau ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan Aura?" tanya Sena yang mulai penasaran. Pasalnya Rendra bukan laki-laki yang bisa dengan mudah datang ke club seperti ini sendirian apalagi mengingat tentang sikapnya yang jauh dari kata baik menurut Sena.
"Cukup jawab pertanyaanku, kau tidak usah bertanya apapun," jawab Rendra.
"Mungkin sekitar tiga puluh menit lagi dia akan keluar dari ruangan. Jika memang ada hal penting, tunggu saja disini, nanti aku akan menyuruh Aura untuk menemui mu," ucap Sena. Rendra pun mengangguk.
Sena pergi dari hadapan Rendra dengan perasaan dongkolnya.
"Bisa-bisanya Ansel mengenalkan pria dingin dengan aura menyeramkan itu pada Aura. Meski berwajah tampan, aku tidak rela Aura kesayanganku dekat dengan pria itu," gerutu Sena di belakang.
Tak berselang lama, Aura datang dan duduk di dekat Rendra dan langsung menanyakan kedatangan laki-laki tersebut di club.
"Kata Sena kau ingin menemui ku, ada apa?" tanya Aura yang penasaran.
"Apa tawaranmu yang waktu itu masih berlaku?" tanya Rendra dengan menatap Aura.
Aura pun tersenyum mendengarnya.
"Rupanya hati kecilmu itu sudah terketuk ya? Tentu saja masih. Tapi, tentunya aku bisa membantumu untuk percaya cinta dan wanita setelah aku menyelesaikan pekerjaanku," jawab Aura.
"Bagaimana prosedurnya jika ingin menyewa mu sebagai wanita bayaran?" tanya Rendra tiba-tiba.
Awalnya Aura hanya mengira Rendra membutuhkannya sebagai penasihat tentang cintanya Rendra, ternyata Rendra membutuhkan dirinya untuk jadi wanita bayaran. Agak sedikit aneh bagi Aura.
"Kenapa tiba-tiba begitu? Padahal aku dengan suka rela menawarkan bantuan padamu waktu itu?" tanya Aura.
__ADS_1
"Cukup jawab pertanyaanku. Bagaimana caranya?" ujar Rendra yang tidak ingin menjawab pertanyaan Aura.
"Baiklah, ikuti aku," ucap Aura.
Aura pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke ruangan Mami Lena diikuti Rendra yang berjalan di belakangnya.
"Mami, ini ada klien yang ingin bertemu mami," ucap Aura.
"Wah, lihat siapa dia? Bukankah kau adalah anak dari pengusaha sukses di negeri ini? Serta CEO yang terkenal itu?" tanya Mami Lena yang senang sekali mendapatkan klien yang kekayaannya tidak ada tandingannya itu.
"Aku ingin menyewa Aura untuk seminggu. Berapa banyak yang harus aku bayar?" tanya Rendra yang tidak memperdulikan ucapan Mami Lena tadi.
"Dimulai dari kapan?" tanya Mami Lena
"Besok," jawab Rendra.
"Sebentar," ucap Mami Lena sambil melihat-lihat jadwal Aura untuk seminggu ke depan.
"Maaf sekali Tuan Rendra, untuk seminggu ke depan, Aura sudah memiliki jadwal yang padat. Jika ingin menyewanya selama seminggu kau bisa menyewanya Minggu depan," ujar Mami Lena.
"Berapa yang harus aku bayar agar bisa menyewanya mulai besok?" tanya Rendra lagi yang tidak mau keinginannya tak terpenuhi.
Melihat Rendra yang kekeh dengan pendirian dan tatapan yang agak sedikit menyeramkan Mami Lena pun menghitung uang yang harus ia kembalikan nanti kepada para klien yang dibatalkan janjinya dengan Aura.
Sementara Aura sendiri, ia masih tidak habis pikir dengan Rendra. Sebenarnya apa alasan utamanya untuk menyewa dirinya?
"200 juta, kau harus membayarnya sebanyak itu," jawab Mami Lena.
"Rekeningmu?" tanya Rendra.
Mami Lena pun menyebutkan no rekeningnya. Tak berselang lama, Mami Lena terkejut dengan notifikasi yang muncul. Rendra membayarnya dimuka. Benar-benar the real sultan yang sesungguhnya.
"Selama seminggu, tidak boleh ada yang menyewa Aura selain aku," ucap Rendra kemudian keluar dari ruangan tersebut.
Mami Lena masih terkejut dengan uang yang begitu banyak ia terima.
"Kau memang kesayanganku Au. Kau adalah pembawa keberuntungan di bisnis ku ini. Cepatlah susul tuan Rendra, meski kau bekerja dengannya mulai besok, kau harus melayaninya juga hari ini sebagai bonus untuknya," ucap Mami Lena.
"Baik mami," jawab Aura.
*
*
TBC
Apa kabar semuanya?
Apa kalian selalu menunggu kelanjutan cerita ini?
Aku minta maaf sudah menggantungkan cerita selama ini. Karena kehidupanku tidak hanya untuk menulis cerita ada banyak hal lain yang harus aku urusi.
__ADS_1
Semoga kalian tetap mendukung ceritaku dan setia menunggu kelanjutannya.
Love you all 😍