Sentuhan Cinta Aura

Sentuhan Cinta Aura
Bab 38 - Jangan pernah datang kembali!


__ADS_3

"Dasar pelakor!"


Deg!


Aura terkejut ketika melihat istri dari mantan kliennya ada disana. Ia benar-benar gugup dan merasa keringat dingin mulai menjalar ke tubuhnya. Bahkan Aura meremas tangannya sendiri saking gugupnya.


Sementara para tamu malah dibuat bingung dengan ucapan Stella.


"Asal kalian semua tahu ya! Wanita itu adalah pelakor yang membuat rumah tanggaku rusak!" ucap Stella sambil menunjuk Aura dengan berapi-api.


Semua yang ada di sana pun terkejut bukan main. Semuanya jadi menatap Aura dengan tatapan menyelidik. Mungkin di pikiran mereka, timbul banyak pertanyaan. Kenapa bisa anaknya Naya dekat dengan wanita penggoda? Kenapa bisa Naya membiarkan itu terjadi? Apa sebenarnya Naya tidak tahu?


"Jeng Naya, kau harus lebih selektif lagi dalam memilih calon menantu! Dia hanya wanita penggoda! Wanita pelakor! P*lacur! Bisa-bisa citra keluarga kalian akan buruk di mata orang dengan membiarkan orang rendahan masuk ke dalam keluarga! Apalagi Rendra sekarang sedang sukses-suksesnya! Aku mengatakan ini karena menyayangkan sekali jeng Naya memperlakukan wanita penggoda itu dengan baik! Cuih! Harusnya usir saja dia dari rumah ini jeng! Untung aku pernah sekali menamparnya! Jadi aku tidak merasa menyesal!"


Letupan emosi Stella mulai tidak terkendali. Ia terus mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyayat hati


Aura ingin pergi dari sana tanpa mau berbicara apapun. Percuma saja ia membela diri, orang yang membencinya tak akan pernah tahu apa yang dirasakannya dan berbalik untuk menyukainya. Jalan terbaik ada pergi dari sana akan tetapi Naya menahan Aura dengan menggenggam tangan Aura.

__ADS_1


"Stella," panggil Naya.


"Asal kau tahu! Asal kalian tahu! Aku juga berasal dari keluarga rendahan, orang miskin, orang biasa! Dengan kau bicara begitu! Itu artinya kau pun sama saja menghinaku!" pekik Naya.


Stella menganga tidak percaya.


"Jeng, bu-bukan itu maksudku! A-aku ... "


Ucapan Stella terpotong lagi dengan ucapan Naya.


"Tidak! Aku tahu maksudmu! Keluarga suamiku saja tidak mempermasalahkan status sosial, kenapa kau yang orang lain justru perduli soal itu? Memang apa salahnya orang rendahan masuk ke dalam keluarga orang kaya? Apa orang rendahan sehina itu? Sekotor itu? Mereka juga sama-sama makan nasi, sama-sama berhak memiliki hak yang sama. Rasanya tidak pantas jika selalu didiskriminasi seperti itu jeng Stella! Dulu aku hanya seorang ibu susu yang berakhir sebagai nyonya besar di keluarga ini. Kalau pemikiranmu sedangkal itu! Aku lebih baik keluar dari arisan ini! Toh, memang akan berakhir juga."


"Aku sudah bayar! Kalian boleh pergi dari rumahku! Aku juga tidak mau berteman dengan orang yang berpikiran dangkal dan tertutup yang selalu memikirkan status sosial!"


Naya mengusir teman-teman arisannya dari rumah.


"Jeng Naya, kau tidak bisa seperti ini! Kau bahkan lebih memilih membela wanita pelakor dibandingkan pertemanan kita ini? Wah, benar-benar! Kau sepertinya sudah dicuci otaknya jeng! Segera lah pergi ke dokter jeng!"

__ADS_1


Padahal Naya sudah menahan emosinya agar tidak keluar. Kalimat-kalimat yang dikeluarkan oleh mulut Stella benar-benar membuatnya geram hingga ia menggebrak meja.


"PERGI KALIAN DARI RUMAHKU! JANGAN PERNAH DATANG KEMBALI!"


Stella jadi terkejut karena setahunya Naya bukan orang pemarah. Tapi saat ini, ia benar-benar melihat marahnya orang pendiam. Benar-benar menakutkan.


Satu per satu dari teman arisan Naya keluar dari kediaman Kavindra. Stella masih disana dengan mengucapkan kalimat terakhirnya.


"Kau akan menyesal jeng tidak mendengarkan ucapan ku!"


Naya menarik napas pelan-pelan untuk mengontrol emosinya agar tidak meledak lagi. Apalagi ketika ia melihat ke arah Aura, gadis itu masih terdiam dengan air mata yang mulai menetes ke pipinya.


Tangan Naya bergerak menghapus air mata itu. Bukannya semakin hilang air matanya, justru Aura jadi menangis semakin keras. Dalam pikiran gadis itu, ia benar-benar merasa bersalah, ia salah telah menerima tawaran Rendra. Ia salah, karena dirinya, keluarga Rendra pasti akan mendapatkan ucapan kebencian dari banyak orang. Padahal Aura tidak mau orang yang ada di dekatnya merasakan kesedihan.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2