
Setelah dua kali melihat Aura, Kaila jadi penasaran tentang wanita itu. Bagaimana bisa ia bertemu pria lain ketika ia sedang berkencan dengan Rendra? Dirinya saja dulu ketika ketahuan langsung diputuskan oleh Rendra. Kaila benar-benar tidak bisa terima hal tersebut.
Kaila mencari-cari informasi tentang Aura dari seseorang. Ia pun akhirnya tahu kalau Aura adalah seorang wanita bayaran. Senyuman seringai muncul di bibirnya.
"Bagaimana jika keluarga Rendra tahu siapa Aura yang sebenarnya? Apa tanggapan mereka ya? Hahaha, tak kusangka, Rendra akan jatuh cinta pada wanita kelas rendahan seperti itu! Lebih bagus aku kemana-mana."
Ponsel yang mulanya di saku kini sudah berada di tangan Kaila. Ia melihat-lihat lagi foto yang berhasil Kaila dapatkan.
"Dengan foto ini aku bisa menghancurkan Aura dan merebut Rendra kembali. Ah, senangnya aku. Aku tidak perlu banyak-banyak melakukan hal kotor karena wanita itu sendiri yang punya aib kotor."
Kaila masih senyum-senyum bahagia seperti mendapatkan hadiah yang sangat besar. Ia akan menyusun rencana supaya Aura segera dihempaskan oleh Rendra.
Rupanya gerak-gerik semua orang di sekitar Rendra dan keluarganya selalu diperhatikan oleh seseorang. Orang itu pun tersenyum senang karena meski tak pernah ia suruh, ada orang lain yang rupanya bisa membantu memenangkan misinya.
*
*
Keluarga Richard satu per satu pulang ke negaranya. Di mulai dari pasangan suami istri Ele dan Alex, omanya Rendra juga orang tua dari Ele beserta Noah-anaknya Ele dan Alex. Mereka sedang menunggu jemputan di bandara.
"Om Richard lama sekali menjemputnya. Aku kan sudah ingin mandi dan tidur," kesal Noah.
"Bukan kau saja yang kesal. Mommy juga kesal Noah! Orang satu itu kalau urusan begini mana bisa diandalkan. Kalau menyangkut Kak Naya saja baru nomor satu, hih!"
Saking lamanya menunggu, Ele sampai nyerocos bicara terus dengan Noah. Ibu dan anak itu memang sama-sama bawel jika pada orang mereka sayangi. Namun, Noah selalu terkesan kaku jika di luar keluarganya.
"Sudah kalian berdua jangan adu omong terus. Pusing dengarnya."
__ADS_1
Akhirnya oma Helen mulai ikut bicara dan keduanya pun jadi diam.
Tak lama kemudian dua orang datang yaitu Richard dan Leon.
"Maaf semuanya aku telat."
"Tidak ada kata maaf," ucap Ele yang tidak mau berdamai.
"Ya sudah, kau disini saja. Aku hanya akan menjemput yang lain saja!" balas Richard.
"Hih!" kesal Ele.
Setelah berdebat cukup panjang, mereka pun memasuki mobil masing-masing. Mama Helen, dan orang tua Ele naik mobil yang dibawa Leon. Sementara, Ele, Alex, dan Noah naik mobil yang dibawa Richard.
"Om apa Kak Rendra benar punya pacar?" tanya Noah yang penasaran. Karena ia hanya bisa dengar sekilas saja dari maminya.
"Iya dong. Emangnya kau, satu aja dari dulu nggak dapat-dapat. Makanya segera nyatakan cintamu. Keburu digondol orang. Papamu saja dulu mantan gebetannya sampai bejibun. Lah, anaknya tipe setia begini."
Sementara Alex sudah kembang kempis karena Richard suka sekali mengumbar aib masa lalunya. Benar-benar teman tidak ada akhlak.
"Kak Richard! Kalau anakku tipe setia berarti bagus lah. Dia bisa menghargai perempuan. Tidak seperti kalian berdua. Hih! Buat aku kesal saja!"
Alhasil, Richard memilih diam saja. Kalau Ele sudah banyak bicara akan panjang urusannya. Bisa-bisa sampai datang ke rumah pun, belum selesai juga itu ucapannya.
Mobil Richard sudah memasuki kediaman Alex. Mereka pun langsung duduk di sofa ruang tamu.
"Mommy aku ke atas dulu," pamit Noah.
__ADS_1
"Iya sana! Mandi yang wangi! Terus keluar cari gandengan biar tidak diejek om mu terus!"
Noah langsung mendengus sebal.
"Hahahha." Richard dan Alex hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Keduanya sama-sama bingung karena anak mereka sama-sama sulit jika urusan cinta.
"Kak Richard, harus banget ya aku pulang diam-diam begini?"
"Iya dong, kan kejutan untuk istriku di hari ulang tahunnya."
"Ya sudahlah, aku ikuti saja maumu."
"Ngomong-ngomong kakak mau memberikan hadiah apa untuk kak Naya? Uang? Dia pasti sudah punya. Restorannya kan sekarang terkenal dimana-mana. Aku saja yang di Paris kadang ingin makan masakan Kak Naya."
"Ada deh, rahasia."
"Hih!"
"Sana kalian berdua istirahat! Aku kasihan sekali dengan Alex yang sudah seperti mayat hidup, hahaha."
Disambut dengan tatapan mengerikan dari Alex.
"Haha, sudah ya. Kalau begitu aku mau pulang dulu ketemu istri tercinta," ucap Richard sambil melambaikan tangannya.
Rupanya kedatangan Ele, Alex, Noah, dan orang tua Ele beserta mamanya dirahasiakan dari Naya dan ketiga anaknya. Itu semua ia rencanakan agar membuat Naya terkejut dan bahagia karena orang yang disayanginya ada bersamanya. Berbeda dengan ibu Naya yang sudah meninggal dunia ketika Rendra dan Ela berusia 6 tahun.
*
__ADS_1
*
TBC