Sentuhan Cinta Aura

Sentuhan Cinta Aura
Bab 36 - Lebih baik hentikan


__ADS_3

Kaila mulai mendekati mamanya Rendra kembali dengan datang ke restoran mamanya Rendra untuk mencari-cari perhatian disana.


"Tante Naya," panggil Kaila saat melihat Naya sedang berdiri di depan kasir.


Naya pun langsung menghampiri Kaila dan bercipika-cipiki.


"Kaila, kau sendirian kesini?" tanya Naya. Kaila mengangguk.


"Tante, bagaimana kabar Rendra?" tanya Kaila yang pura-pura menanyakan kabar Rendra.


"Ah, dia baik. Bahkan sekarang jadi banyak tersenyum," jawab Naya sambil tersenyum membayangkan senyuman anaknya.


Kaila jadi penasaran, bukankah Rendra yang ia tahu sekarang adalah Rendra yang jarang tersenyum? Lalu kenapa bisa?


"Rendra sudah punya kekasih lagi. Jadi, Tante harap kau juga sudah move on dari Rendra," tambah Naya.


Duar!!!


Seperti ada bom yang meledak di hatinya.


Tidak! Bagaimana mungkin? Aku harus cari tahu siapa dia!


"Siapa dia Tante?" tanya Kaila.


"Aura namanya. Orangnya cantik, ramah dan berpakaian sederhana dan sopan," jawab Naya.


"Begitu ya Tante," ucap Kaila sambil memperlihatkan raut wajah sedihnya.


"Suatu saat kau pasti bisa mendapatkan u


yang lebih dari Rendra."


Tidak, tidak ada yang memiliki kekayaan seperti Rendra.


"Nikmati makananmu ya. Tante masih ada urusan dengan karyawan Tante," pamit Naya dari hadapan Kaila.


Kaila mengepalkan tangannya. Ia tidak terima jika Rendra sudah memiliki kekasih lagi. Ia akan mencari tahu siapa orangnya dan membuat orang tersebut perlahan-lahan menjauh dari Rendra.


*


*


Aura yang dari tadi menemani Rendra pergi menemui klien pun jadi merasa cape sendiri. Padahal dirinya hanya duduk diam dan mendengarkan saja, akan tetapi tubuhnya merasakan lelah karena selalu berpindah-pindah tempat.


"Abis ini kita mau kemana lagi?" tanya Aura yang duduk di samping kemudi Rendra.

__ADS_1


"Aku lapar, paling aku akan pergi ke restoran mama untuk makan siang," jawab Rendra.


"Oke, baiklah. Aku juga lapar, perutku sudah berbunyi sejak tadi," jawab Aura yang tidak ada jaim-jaimnya sama sekali.


"Sebentar lagi kita sampai."


Dan benar saja. Lima menit setelahnya, Aura dan Rendra sudah sampai di restoran mamanya Rendra. Mereka berdua keluar dari mobil dan memasuki restoran. Keduanya disambut dengan senyuman manis Naya.


"Datang juga akhirnya. Mama sudah menyiapkan makanan spesial untuk kalian," ucap Naya.


Aura sedikit bingung. Karena ia hanya diberitahu beberapa menit sebelum ia dan Rendra sampai di restoran.


"Rendra, sudah bilang mau kesini tadi pagi. Jadi kau tidak usah bingung begitu, Au," ucap Naya yang melihat raut kebingungan.


"Hehe, em begitu rupanya Tante."


Makanan yang disiapkan tante Naya pun datang. Mereka makan bertiga di satu meja sambil mengobrol bersama.


Rupanya Kaila masih ada disana dan melihat ketiga orang tersebut.


"Jangan-jangan wanita itu kekasihnya Rendra lagi?" pikir Kaila.


"Tapi, kenapa wajahnya seperti tidak asing yah?" ucap Kaila lagi.


Selesai makan Kaila langsung pergi dari sana.


"Au, besok bisa kan kau datang lagi? Apa Rendra sudah bilang padamu?" tanya Naya.


"Sudah Tante. Iya besok aku akan datang," jawab Aura.


"Ah, senangnya."


Aura tersenyum.


"Pasti Rendra jatuh cinta padamu karena senyuman mu itu ya?" ledek Naya.


"Uhuk uhuk." Rendra terbatuk karena ucapan mamanya lalu ia meminum segelas air putih yang ada di hadapannya.


"Apa sih mama? Kepo deh!" balas Rendra.


"Tuh, tuh. Ini nih sifat Rendra yang paling mama nggak suka. Suka bohong kalau soal perasaan," ucap Naya lagi.


"Ma, udah sih. Kenapa lagi makan jadi bahas aku?" tanya Rendra yang tidak mau dirinya jadi topik pembicaraan.


"Ya, gimana ya, abis ngomongin anak sendiri itu lebih nyaman. Gimana dong?" ucap Naya sambil memperlihatkan wajah tanpa dosa nya.

__ADS_1


Aura hanya terkekeh melihat itu. Rendra memang hanya tidak bisa berkutik di depan mamanya saja. Terlihat sekali laki-laki itu sangat menyayangi mamanya.


"Terus kalian juga. Kemana-mana udah berdua terus. Kapan diresmikannya?" tanya Naya.


Kali ini Aura lah yang terbatuk. Ia benar-benar kaget dengar ucapan mamanya Rendra.


"Tuh, kan. Mama nih suka banget bikin orang kaget," ucap Rendra sambil memberikan segelas air putih untuk Aura.


"Ah, maaf-maaf kalau pertanyaan tante buat kamu kaget."


"Tidak apa-apa Tante," jawab Aura.


Perbincangan pun akhirnya berakhir sampai disana. Aura dan Rendra pergi dari restoran dan akan menuju ke resort milik Rendra.


Di perjalanan, Rendra terus memandangi Aura yang melihat ke arah kaca mobil. Ia benar-benar penasaran dengan Aura. Wanita di sebelahnya ini terlalu banyak hal yang disembunyikan. Tapi entah kenapa Rendra semakin tertarik.


*


*


Resort


Aura langsung mencari tempat yang segar untuk beristirahat. Ia memilih untuk duduk di sofa yang ada di lobby. Rendra yang melihat itu membiarkan saja Aura di sana.


"Aku ke kamar sebentar. Kalau butuh sesuatu kau bisa meminta tolong pada resepsionis," ujar Rendra.


"Iya gampang itu mah," balas Aura.


Tak lama kemudian Elnan muncul di resort Rendra untuk mencari adiknya. Ia tak sengaja melihat Aura duduk di sofa. Ia pun langsung menghampiri Aura dan mengajak Aura untuk berbicara.


"Hai," sapa Elnan.


"Eh, Kak Elnan. Cari Rendra ya?" tanya Aura. Elnan pun mengangguk.


Tatapan Elnan kini terasa berbeda seperti sedang ingin memastikan sesuatu pada Aura. Aura jadi meneguk ludahnya sendiri merasa tidak tenang.


"Au, aku sudah tahu semuanya. Kalian berdua hanya berpura-pura. Aku hanya minta tolong jika tidak ada rasa, lebih baik hentikan kepura-puraan itu daripada mamaku kecewa padamu nantinya."


Aura hanya terdiam dan sedikit menunduk. Ia tidak tahu harus menanggapi ucapan Elnan bagaimana.


"Aku tahu kau orang baik," tambah Elnan lagi kemudian pergi menjauh dari Aura.


Aura hanya bisa menarik napasnya pelan-pelan.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2