Sentuhan Cinta Aura

Sentuhan Cinta Aura
Bab 44 - Cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya, Aura bertemu dengan kliennya di sebuah hotel. Ia menemani kliennya untuk makan di restoran yang ada di hotel.


"Ternyata benar apa yang diucapkan Mami Lena. Kau sangat cantik Au," puji Albert.


"Terima kasih," jawab Aura sambil tersenyum.


"Makanlah, itu aku belikan untukmu juga."


"Iya," jawab Aura.


"Kau sudah lama jadi wanita bayaran? Kenapa harus jadi wanita bayaran? Kan masih banyak pekerjaan lain."


"Maaf, aku tidak bisa menjawabnya. Itu tidak termasuk dalam perjanjian," jawab Aura.


"Ah, baiklah. Maaf."


Albert sebenarnya sangat tertarik dengan Aura. Wanita di hadapannya ini sangat cantik juga misterius. Jarang sekali ada wanita bayaran seperti Aura yang memilki prinsip. Ia jadi ingin bermalam dengan Aura.


"Setelah ini, temani aku ke mall. Aku ingin membelikan beberapa pakaian untukmu. Karena kita masih ada pertemuan untuk kedua kalinya lusa. Jadi, aku ingin kau memakai itu, apa bisa?"


Aura mengangguk.


"Baguslah, cepat habiskan makannya. Aku mau ke kamar dan berganti pakaian dulu."


Aura mengangguk lagi. Tanpa disangka-sangka Kaila ada di dalam hotel tersebut dan melihat Aura bersama laki-laki lain.


"Siapa sih sebenarnya Aura itu? Kenapa pergi dengan pria lain? Apa jangan-jangan dia berselingkuh dari Rendra? Wah! Benar-benar luar biasa! Untung saja aku tadi sempat memotret keduanya. Lumayan untuk jaga-jaga dan ladang uang."


Kaila lalu keluar dari hotel tersebut.


*


*


Di mall, Aura dibelikan gaun seksi oleh Albert. Jika dipakai Aura nantinya, punggungnya kan terekspos dengan sempurna juga belahan dadanya akan terlihat dan panjang gaun itu yang hanya di atas lutut. Aura sudah menolak dan tidak bisa menerima itu. Namun, Albert memaksa. Aura hanya pasrah saja karena memang ia sedang disewa dan Albert adalah klien terkahir yang harus ia layani. Ia takut, jika Mami Lena akan berubah pikiran karena aura tidak bisa melayani Albert dengan baik.


"Nah, begitu dong. Lagian kau ini kan wanita bayaran. Kenapa tidak mau berpakaian seksi? Aneh!" heran Albert.


Albert kemudian menggandeng tangan Aura, akan tetapi Aura menepisnya.


"Hei, hei! Kenapa menepisnya? Aku sudah membayar mu mahal Aura."


Lagi-lagi Aura hanya bisa menurut saja.


Rupanya Rendra pun berada di mall yang sama dengan Aura. Ia pun melihat Aura yang digandeng oleh pria lain disana. Hatinya merasa teriris. Tangannya sudah mulai mengepal dan siap menerkam mangsanya.


Rendra berjalan cepat menuju ke Aura dan melepaskan tangan Aura dari genggaman laki-laki lain.


"Heh! Heh! Siapa kau! Berani-beraninya mengganggu wanitaku!" marah Albert.

__ADS_1


Rendra tidak peduli dengan ucapan laki-laki itu. Ia malah membawa Aura menjauh dari sana dengan membawa paper bag gaunnya.


Aura jadi tidak enak hati pada Albert maupun Rendra. Seharusnya ia menemani Albert hingga malam menjelang, dan seharusnya ia izin dulu pada Rendra ketika kan bertemu pria lain. Aura jadi serba salah. Ia bisa melihat raut wajah kemarahan Rendra disana.


Rendra memasukan Aura ke dalam mobilnya. Rendra terdiam cukup lama hingga membuat Aura kebingungan bagaimana meredakan emosi Rendra.


"Ren, aku bisa jelaskan semuanya," ucap Aura.


Rendra masih terdiam akan tetapi ia mendengarkan ucapan Aura.


"Aku sudah memutuskan untuk berhenti jadi wanita bayaran. Tapi, aku juga sudah berjanji pada Mami Lena akan menyelesaikan pekerjaanku di minggu ini. Setelah itu, aku benar-benar berhenti. Jadi, bisakah kau mengerti aku?"


Rendra menghela napas kasar. Ia tahu, sungguh sangat tahu kalau wanitanya adalah wanita bayaran. Tapi, melihatnya dengan pria lain, Rendra tidak terima apalagi dengan mudahnya digandeng oleh pria lain. Cemburu, Rendra cemburu melihat itu di depan matanya sendiri.


"Hanya hari ini dan lusa. Setelah itu, aku benar-benar akan jadi pengangguran," ucap Aura lagi.


"Aku janji akan menjaga diri baik-baik dan menjaga hatiku untukmu."


Mendengar ucapan itu, kemarahan di dalam diri Rendra sedikit demi sedikit mulai mencair.


"Baiklah, dengan syarat kau harus beritahu dimana dan kapan kau akan bertemu dengan klien mu lusa. Aku mengintai mu!"


Aura mengangguk.


"Maaf, aku sudah membuatmu kecewa."


Rendra mengelus rambut kepala Aura menandakan bahwa ia tidak apa-apa. Padahal, jika mantan sebelumnya seperti itu, mungkin Rendra sudah menghajar orang tersebut hingga babak belur. Tapi, kali ini Rendra seperti dibuat buta oleh cintanya ada Aura.


Aura hanya mengangguk, ia tak ingin membantah perkataan Rendra.


Mobil pun Rendra jalankan. Rendra mengantarkan Aura untuk pulang ke rumahnya.


"Maaf aku tidak bisa mampir, ada banyak pekerjaan yang harus aku urus."


"Tidak apa-apa. Justru aku yang minta maaf karena sudah mengganggu waktu kerjamu."


Rendra langsung melajukan mobilnya begitu saja.


Alin yang melihat kakaknya sudah pulang dan diantar oleh seorang laki-laki pun selalu dibalut penasaran. Apalagi laki-laki itu sudah berulang kali mengantarkan kakaknya pulang.


"Kak, jujur deh, dia itu siapanya kakak? Kakak tidak pernah seperti ini lho sebelumnya."


Aura pun akhirnya jujur dengan adiknya kalau dia dan Rendra sudah berpacaran setelah kontrak pacar pura-pura mereka berkahir. Aura juga menceritakan pada adiknya tentang berhentinya ia jadi wanita bayaran. Alin yang mendengarnya sangatlah senang. Ia bahkan sampai meneteskan air matanya.


"Syukurlah, akhirnya kak aura berhenti juga. Aku senang sekali kak."


"Iya dek, maaf kakak baru berani berhenti sekarang. Pasti kau juga sulit kan menjalani hari-hari mu selama ini."


Alin menggeleng.

__ADS_1


"Tapi, kakak mau kerja apa setelah ini?" tanya Alin.


"Kakak masih belum tau."


"Tidak apa-apa jika masih belum tahu. Aku akan bantu kakak untuk memikirkannya. Jika kakak tidak mau bekerja di orang lain. Apa kakak buka usaha saja?" usul Alin.


"Usaha? Usaha apa? Kakak tidak punya keahlian apapun Lin."


"Nanti kita cari kak."


"Terserah mu saja lah. Kakak mau istirahat dulu ya. Rasanya lelah sekali."


"Iya kak."


*


*


Berbeda dengan di club, Mami Lena dimarah-marahi oleh Albert karena kejadian Aura dibawa oleh pria lain. Ia merasa rugi.


"Pokoknya aku tidak mau tahu! Kau harus kembalikan setengah dari uangku hari ini!"


"Mohon tenang dulu Tuan Albert! Coba anda ceritakan dulu bagaimana kronologinya. Biar saya bisa membantu anda."


Albert pun menceritakan kejadian tadi saat di mall kepada Mami Lena. Mami Lena sampai berkerut di pelipisnya mengetahui hal tersebut. Ini kedua kalinya, Aura dibawa pergi oleh laki-laki lain ketika sedang bekerja. Pertama oleh mantan Aura yang dulu dan sekarang? Apa mungkin Aura sudah memiliki kekasih lagi? Jadi semakin berkerut lah itu pelipis.


"Sekali lagi saya minta maaf Tuan. Untuk lusa saya janji, tidak akan ada kejadian seperti itu. Saya akan menegur Aura."


"Baiklah. Tapi tetap saja kau harus kembalikan setengah uang yang sudah aku transfer padamu."


Mami Lena menjerit dalam hatinya. Untung saja uangnya belum ia belanjakan. Jika sudah, bisa repot dirinya.


"Oh, iya, untuk lusa aku ingin bermalam dengan Aura."


"Hah?"


Mami Lena sangat terkejut mendengarnya. Bukankah ia sudah mengatakan tentang semua hal yang tidak diinginkan Aura. Kenapa pria ini ingin lebih? Tapi mengingat Aura yang akan berhenti. Apa mungkin ini salah satu cara untuk menjerat Aura kembali?


"Aku akan bayar mahal untuk itu. Kau tenang saja Mami Lena. Dengan begitu kau juga tidak usah mengembalikan setengah uangku hari ini. Bagiamana?"


Setelah memikirkan berkali-kali Mami Lena pun akhirnya setuju.


"Bagus! Dengan begitu akulah orang pertama yang mengambil kehormatannya, hahaha."


Albert tertawa dengan begitu senangnya.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2