
Berita tentang pertunangan Aura dan Rendra sudah menyebar di internet. Oleh karena itu, Kaila pun akhirnya tahu dan kesal karenanya. Ia memukul-mukul ranjang dengan bantal gulingnya.
"Sial! Harusnya dari kemarin-kemarin aku viral kan saja si wanita bayaran itu!"
Saking kesalnya, Kaila pun mencari-cari wartawan gosip di internet dan menghubunginya lewat media sosial.
Untungnya, pesan Kaila langsung dibalas dengan cepat. Jadinya, ia bisa langsung bertemu dengan wartawan gosip itu.
Tepatnya, di sebuah restoran, Kaila dan wartawan gosip bertemu.
"Sesuai yang tadi aku katakan di pesan. Aku punya informasi untukmu. Pasti dengan informasi ini, rating berita di stasiun berita mu bisa jadi yang teratas karena kini kisah pertunangan Rendra dan tunangannya yang bernama Aura sedang naik-naiknya."
"Baiklah, katakan apa yang kau tahu mengenai tunangan Rendra itu," pinta si wartawan.
Kaila pun langsung mengirimkan satu foto yang ia punya. Dimana di waktu itu Aura sedang bertemu dengan Albert dan makan bersama di restoran hotel.
"Katakan saja di berita yang akan kau tulis. Kalau Aura adalah wanita bayaran. Wanita yang sering bergonta-ganti pria karena dibayar oleh pria itu. Foto tersebut aku ambil ketika Aura berpacaran dengan Rendra. Tambahkan saja jika Aura adalah tukang selingkuh dan mata duitan," ucap Kaila menggebu-gebu. Ia benar-benar kesal dan ingin membuat Aura mundur.
Si wartawan yang tidak peduli mau itu berita benar atau palsu pun menerimanya dengan senang hati. Karena yang terpenting baginya adalah mendapatkan berita bagus dan akan mendapatkan rating tinggi.
Tiba-tiba saja, Kaila mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Kau ingin menghancurkan Rendra? Jika iya, aku akan membantumu! Berikan foto-foto ini pada wartawan yang kau temui.
Ting!
Ting!
Ting!
Ada 3 foto yang dikirimkan oleh orang itu. Foto yang pertama ada foto pelukan Aura dan Andrew. Foto kedua ada foto Aura dengan Evan yang saling bergandengan mesra dengan pakaian Aura yang seksi. Foto ketiga ada Aura yang berpelukan dengan Juno.
Kaila merasa ketakutan dan was-was. Ia pun mengedarkan matanya ke sekeliling berusaha mencari orang yang mengirimkannya pesan dan 3 foto itu. Sudah pasti, orang itu mengikuti dirinya. Namun, berapa kali pun ia mencari, tak ada orang yang bisa ia curigai karena semuanya asik menikmati makanan dan tidak memegang ponsel.
"Ada apa? Kenapa kau seperti ketakutan dan gelisah?" tanya si wartawan.
"Ah, tidak. Tadi aku hanya seperti melihat orang yang aku kenal," alibi Kaila.
__ADS_1
"Aku kirimkan 3 foto lagi padamu. Aku jamin foto ini akan sangat membantu."
Aura pun mengirimkan foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal itu. Ia tidak peduli siapa yang sudah mengirimkannya itu. Yang penting pertunangan itu batal dan Rendra bisa kembali padanya.
"Wah, foto-foto ini sih akan jadi berita besar. Tenang saja nanti aku akan membagikan keuntungan dari berita ini padamu," ucap si wartawan dengan senyum bahagia.
"Tentu saja, aku memang memberikan ini tidaklah gratis."
Perbincangan itu pun selesai. Si wartawan sudah pergi meninggalkan restoran, sementara Kaila ia masih berada disana. Ia benar-benar penasaran dengan nomor tak dikenal itu.
"Ah, sudahlah."
Kaila pun akhirnya pulang ke rumahnya.
Rupanya orang yang mengirimkan foto itu berada tak jauh dari Kaila ketika di restoran tadi. Hanya saja ia segera memasukan ponselnya dan berpura-pura makan agar tak dicurigai.
"Satu pion ku sudah berjalan. Hahaha. Sebentar lagi kau akan skakmat."
Pria itu lalu pergi dari restoran setelah Kaila pergi.
*
*
Banyak wartawan yang datang ke perusahaan Kav Corp dan menunggu di depan gedung. Ada juga wartawan yang menunggu di depan kediaman Kavindra. Semuanya menanyakan tentang keaslian berita itu. Apakah hoaks atau memang fakta. Namun dari pihak Rendra masih diam.
Berbeda dengan Stella yang mantan suaminya ada di dalam foto itu. Ia membenarkan semuanya. Ia bahkan mengatakan bahwa Aura adalah seorang pelakor yang merusak rumah tangganya hingga kini berakhir dengan perpisahan.
Kalau Juno, laki-laki itu sedang berada di luar negeri. Jadi, tidak bisa mendapatkan klarifikasi darinya.
Evan yang awalnya tidak tahu apapun. Dibuat terkaget-kaget dengan banyaknya wartawan yang datang ke perusahaannya, menanyakan foto dirinya dan Aura. Evan pun memilih untuk diam karena menunggu kabar dari pihak Rendra yang lebih berhak.
Berpindah ke Aura, awalnya ia tidak tahu apapun berita yang viral di internet. Namun, ketika para ibu-ibu datang dan melemparkan tepung, telur busuk dan sayuran ke toko bunganya, ia pun sadar pasti ada sesuatu yang buruk terjadi.
"Dasar wanita j*lang!"
"Dasar pelakor! Pergi saja dari sini!"
__ADS_1
"Dasar penggoda! Kau menggoda tuan Rendra kan supaya bisa bertunangan dengan tuan muda kaya itu."
"Pergi kau! Jangan berjualan disini lagi!"
Ucapan hinaan dan kebencian tertuju pada Aura. Semuanya jadi membenci Aura baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. Aura tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia menangis tersedu-sedu mendapatkan hal keji itu. Bahkan Aura tak peduli lagi dengan bau tubuhnya yang dipenuhi tepung dan telur busuk.
Tiba-tiba Rendra datang ke toko bunga milik Aura saat mendapatkan laporan dari bawahannya.
Rendra langsung memeluk Aura yang menangis. Ia tidak peduli dengan bau tubuh Aura itu. Hatinya merasa teriris ketika melihat wanitanya menangis tersedu-sedu. Ia merasa gagal melindungi wanitanya.
Ibu- ibu itu pun pergi ketiga beberapa pengawal suruhan Rendra mengusirnya.
Rendra membersihkan wajah Aura dengan sapu tangannya.
"Aku janji, setelah ini tidak akan ada lagi orang-orang yang menghinamu, meremehkan mu dan mengatai mu seperti tadi. Aku akan jadi tameng dan perisai untukmu. Sekarang kita pulang."
"A-alin ... " Aura memanggil nama adiknya karena takut adiknya juga akan jadi sasaran kemarahan orang-orang yang sudah termakan berita murahan itu.
"Tenang saja, aku sudah mengirimkan orang untuk membawa Alin ke rumahku. Jadi, sekarang kita pulang tapi pulang ke rumahku. Karena aku takut, mereka yang termakan berita itu akan mengganggumu di sekitar rumahmu. Aku tidak akan tenang jika tidak melihatmu secara langsung."
Aura hanya mengangguk dan mengikuti semua ucapan Rendra. Ia benar-benar terpuruk dan takut akan semuanya. Pikirannya langsung tertuju pada keluarga Rendra. Ia sudah membuat keluarga itu jadi ikut-ikutan masuk ke dalam masa lalunya.
Rendra menggendong Aura dengan bridal style ke ruangan yang ada di toko bunga milik Aura. Ia meminta Aura untuk bersih-bersih badan dan mengganti pakaiannya.
Setelah lama menunggu, mereka pun akhirnya pergi dari toko bunga yang terpaksa harus tutup sementara. Entah kapan toko bunga itu akan dibuka lagi oleh Aura.
Di perjalanan, tatapan Aura kosong. Ia bahkan tak bicara sedikit pun. Membuat Rendra cemas dan takut. Ia lebih memilih Aura yang yang cerewet daripada diam seperti ini.
Rendra pun memanggil-manggil Aura dan mengajaknya mengobrol. Namun, Aura hanya menoleh, mengangguk dan menjawab iya ataupun tidak. Kini yang ada di pikiran Rendra hanyalah bisa membuat Aura kembali seperti biasanya.
Aku janji akan mencari dalangnya dan membuatnya tersiksa.
Tangan Rendra mengepal. Ia benar-benar bertekad untuk menghancurkan siapa saja yang sudah membuat orang yang dicintainya terluka.
*
*
__ADS_1
TBC