SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
KEGELISAHAN IRVAN


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Emilia dikantin tadi, Lianti tidak lagi balik ke kelas melainkan berjalan ke ruang bagian kesiswaan untuk minta ijin pulang


Setelah ijinnya di setujui, lianti pun bergegas berjalan keluar sekolah dengan tidak bersemangat bahkan tak peduli dengan cuaca hari ini yang cukup panas


Setelah beberapa saat terdiam, ia pun menyeberang jalan dan menyetop angkot dan naik.


Entah apa yang di fikirkannya Lianti hanya diam sepanjang perjalanan,


" Kringggkkk kringggkkk "


dering suara phonsel memecah keheningan, Lianti sejenak menatap nama yang tertera dilayar


" Iya mi.." ucap Lianti setelah telepon dijawabnya


" Cuma mau kasi tau kalau mami entar agak malam pulangnya. soalnya hari ini dikantor lagi ada audit " jawab suara orang diseberang


" Okey mi, mami jangan lupa makan dan jangan terlalu capek " ucap Lianti penuh kasih sayang sebelum mengakhiri obrolan telpon.

__ADS_1


Lianti memasukkan phonselnya ke dalam saku namun sebelum itu di off kan terlebih dulu, sepertinya Lianti lagi tak mau dihubungi.


************


Sementara di tempat lain


Irvan bergegas balik ke kelas karena jam istirahat telah habis, ia sengaja berjalan ke arah ruang osis. sampai di depan ruangan itu, irvan merasa aneh karena di dalam sana tidak ada tanda tanda orang lagi rapat. irvan pun mengintip dari jendela dan benar tidak ada siapa siapa di dalam sana


" Lia kemana ya ? " tanya Irvan dalam hati, ia pun mempercepat langkahnya menuju kelas dan berharap Lianti sudah berada di sana.


Irvan langsung menghubungi phonsel Lianti saat tak menemukan sosok wanita itu didalam kelas. Namun ia berulang kali mencoba tapi tetap Lianti tidak dapat di hubungi


Dalam kegelisahan Irvan mencoba untuk berfikir, sejenak terdiam menyender pada meja yang menopang tubuhnya. hingga beberapa menit kemudian ia berlari ke arah kelas sebelah, " Ar..Arya " panggil Irvan setengah berbisik dari luar jendela


Yang dipanggil pun menoleh, setelah ijin pada guru kemudian Arya pun berjalan keluar kelas, " Ada apa Van? " tanya Arya


" Kamu tahu Lia kemana ? tadi habis rapat osis dia ngak ada balik ke kelas, phonselnya juga ngak aktif " Irvan terlihat tidak tenang

__ADS_1


" Tadi masih sih masih diruang rapat sama pengurus inti dan aku balik duluan ke kelas karena ada ulangan " ucap Arya seolah tak mengerti kenapa Irvan begitu gelisah dan mencari Lianti


" Kamu kenapa Van? apa ada yang bisa aku bantu? "ucap Arya lagi, ingin tahu ada apa sebenarnya antara Irvan dan Lianti


Akhir akhir ini saat mereka nongkrong dikantin, Arya sering melihat Irvan chat, telponan bahkan layar phonsel Irvan pun terpampang foto Lianti


" Ngak apa apa kok, aku balik ke kelas aja kalau gitu. Oiya Ar..tolong hubungi aku kalau misal ada kabar soal Lia " jawab Irvan sambil menepuk bahu Arya dan beranjak dari tempatnya berdiri.


Arya pun kembali masuk kelas setelah menjawab dengan anggukan kepala.


Di dalam kelas Irvan sudah tidak bisa fokus pada pelsjaran, berbagai pertanyaan tentang Lianti seolah membuatnya makin gelisah.


Dua jam berselang Bell tanda pelajaran selesai pun akhirnya menggema. Irvan segera memasukkan buku bukunya ke dalam tas dan begitu guru dikelasnya keluar, Irvan pun bergegas berjalan dengan tergesa gesa menuju parkiran masjid dimana motornya berada.


 


BERSAMBUNG

__ADS_1


 


__ADS_2