SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Lianti terlihat dekat dengan Ari namun keputusan untuk resmi jadian belum juga bisa terucap.


" Lianti, entar pulang sekolah bisa ngak temani aku ? " ucap Ari, saat mereka duduk dikantin menikmati bakso.


" Mau ditemani kemana kak? " tanya Lianti.


" Kerja kelompok, bentaran aja kok. Habis itu kita jalan jalan, gimana? mau ya? " ajak Ari sedikit maksa.


" Baiklah kak " ucap Lianti.


Tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata elang terus saja mengawasi gerak gerik Lianti dari jauh.


" Oiya kak, aku pamit duluan. Mau mampir ke ruang guru dulu soalnya " ucap Lianti yang dibalas anggukan dari Ari.


Lianti pun betgegas meninggalkan kantin menuju ruang guru, berjalan menyusuri koridor dan tiba tiba sebuah tangan menariknya ke arah belakang sekolah.


" Mau kamu apa sih Li? kenapa kamu dekat dengan kak Ari? apa ngak malu dengan semua yang terjadi? omel Irvan sambil terus menarik tangan Lianti untuk ikut berjalan.


" Kamu tuh yang maksudnya apa, narik narik gini? Heran deh " ucap Lianti marah.


" Yah maksud aku mau kasi tau kamu, biar ngak terkesan murahan " jawab Irvan blak blakan.


Mendengar itu seketika telinga Lianti panas, emosinya naik ke ubun ubun. Dengan sekali sentakan pegangan tangan Irvan pun terlepas, " Tarik ucapanmu, kamu ngak berhak menilai aku " ucap Lianti penuh amarah.


" Apa kamu bilang? tidak berhak? eh nona Erika Lianti, aku ikut dicap buruk kalau pridikat piala bergilir melekat padamu. Tau ngak? " jawab Irvan sesukanya.


" Apa hubungannya sama kamu? aku mau dibilang piala bergilir kek, cewek ngak bener kek. Ngak ada hubungannya sama kamu, memang kamu siapa? " teriak Lianti.


" Kamu ini kapan sih bisa ngak keras kepala kalau dibilangi? aku tuh kayak gini karna sayang sama kamu..Uppsss " Irvan kelepasan ngomong.

__ADS_1


" Apa? sayang kamu bilang hah? setelah apa yang kamu lakuin ke aku, kamu masih berani bilang sayang? dasar cowok brengsek " Lianti menatap tajam pada Irvan.


" Kenapa marah? apa berselingkuh sampai hamil dibelakangku itu belum cukup? " Irvan balik menatap.


" Plakkkk " tamparan mendarat dipipi Irvan, Irvan yang kaget seketika diam.


" Eh cowok brengsek, asal kamu tau ya..aku tidak pernah selingkuh dan aku tidak pernah tidur dengan laki laki manapun selain kamu. Maka nya jangan menelan bulat bulat gosip, dasar cowok ngak peka " Lianti mencoba menahan amarah yang kian memuncak agar air matanya tak ikut menetes.


" Maksudnya gimana? " tanya Irvan bingung.


" Tanya noh sama kebetan kamu yang super duper jahat itu " ucap Lianti yang bergegas melangkah memanfaatkan kebingungan Irvan.


" Oiya 1 lagi, jangan pernah temui aku lagi. Sekali pun kamu sudah tau kebenarannya " Lianti berbalik sebentar, lalu kembali melangkah meninggalkan Irvan yang masih berfikir dan berdiri mematung.


*


" Ada apa bro? sebentar lagi kelas mulai nih " ucap Arya menolak.


" Tolong bro, aku pengen ngobrol sekarang..penting banget " Irvan sedikit memaksa.


" Hmm okey, dimana? " Arya terpaksa mengiyakan.


" Ayo ikut aku, sekalian bawa aja tasnya " ucap Irvan lalu berjalan dan tak lupa menyambar tas Arya.


" Lah ngajak bolos nih ceritanya? ya Tuhan " ucap Arya menepuk jidatnya.


Akhirnya Arya pun ikut keluar, berjalan dibelakang Irvan yang menenteng tasnya ke arah parkiran, " Ayo naik " ucap Irvan memencet remot dan kunci pintu mobil pun terbuka.


" Benar benar mau bolos nih kita? " jawab Arya yang pura pura polos.

__ADS_1


" Ngak usah ngebacot, masuk dan duduk manis aja tuan Arya " ucap Irvan sedikit kesal.


Setelah mobil melaju dan keluar gerbang, Irvan pun mulai angkat bicara. " Tadi aku ribut sama Lia dan aku bingung dengan ucapannya "


" Lah kamu yang sudah ribut sama dia, kenapa sekarang malah nyulik aku? " jawab Arya asal.


" Arya, tolong jangan bercanda. Aku serius " ucap Irvan tegas.


" Aku ngak tau apa yang kalian ributin, terus apa coba hubungannya dengan aku? " tanya Arya cuek.


" Hmm tolong ceritakan yang sebenarnya soal kehamilan dan aborsi itu? " Irvan terlihat gelisah.


Arya ternganga mendengar ucapan Irvan, namun ia mencoba tetap tenang. Kenapa ngak tanya langsung sama yang bersangkutan? " elak Arya.


" Tadi kami ribut dan Lia hanya ngomong kalau dirinya tak pernah selingkuh dan hanya tidur dengan 1 laki laki dan.... " Irvan seketika terdiam mencerna kata katanya sendiri, " Itu artinya.." kalimat Irvan terhenti, ia tiba tiba menutup mulutnya dengan telapak tangan.


" Ada apa mas bro? " tanya Arya heran.


Irvan pun menepikan mobilnya dan memutar badan ke arah Arya, " Apa itu anak aku Ar? " tanya Irvan.


" Dasar bodoh, baru nyadar lu.." sindir Arya.


" Jadi benar Ar itu anak aku? " Irvan dengan tatapan nanarnya.


" Baiknya kita bicara dirumahmu aja, sekarang tenangkan diri dulu sebelum kembali mengemudi " ucap Arya bijak.


---------------------------


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2