
Lianti yang sudah sejak tadi menangis di ruang sekertariat Osis mulai terlihat tenang, ia pun bergegas membasuh muka dan merapikan rambutnya dan sebelum kembali ke kelas lianti sengaja ke ruang BK (bagian kesiswaan) " Permisi..selamat siang bu " ucapnya saat memasuki ruangan
" Iya selamat siang, ada apa ? kamu lianti kan? oiya silahkan duduk " jawab guru yang bertugas di ruangan itu
" Iya saya lianti, maaf bu maksud saya menghadap karena saya mau minta pindah kelas dan sekalian minta ijin pulang karena hari ini saya kurang sehat "
" Oogitu ya, coba ibu lihat lihat dulu kelas mana yang kira kira masih bisa di tambah siswa " sambil mengecek daftar daftar kelas di layar laptopnya. " Sekarang kamu di kelas mana? " tanya guru itu lagi
" Kelas XI ipa1 bu "
" Wah apa ngak sayang tuh? kelas unggulan loh itu? banyak temanmu yang berusaha masuk di kelas itu tapi ngak bisa dan sekarang kamu malah minta pindah dari sana, coba kasi alasan yang masuk akal buat pertimbangan ibu" guru itu mencoba mengingatkan
" Saya merasa ngak nyaman di kelas itu bu, takutnya akan mempengaruhi minat belajar dan absensi saya nantinya "
" Baiklah kalau memang alasan kamu seperti itu, ibu akan buatkan surat pengantar dan nanti kamu bisa urus pindah kelasnya ke ruang TU (tata usaha) " ucap guru itu akhirnya
Setelah berpamitan, lianti meninggalkan ruang Bk menuju ruang tata usaha untuk menyerahkan surat pengantar. " Selamat siang pak " ucapnya memberi hormat, " Ini saya bawa surat pengantar dari guru BK "
" Letakkan saja di atas meja, nanti saya proses setelah ini " staf tata usaha itu tidak menoleh sedikit pun dan tetap sibuk dengan laptopnya.
" Baik, terimakasih pak, saya permisi.." ucal lianti setelah meletakkan surat di atas meja dan segerah berlalu setelah mendapat anggukan dari staf TU itu.
---------‐-------------
__ADS_1
Setelah semua urusan selesai, lianti dengan gontai berjalan menuju kelas untuk mengambil tas dan minta ijin pada guru mata pelajaran yang saat sedang mengajar di kelasnya.
" Tokk..tokk..tokk, Selamat siang bu.." ucap lianti saat masuk kelas dan berjalan ke arah guru untuk menyerahkan surat ijin dari BK
" Selamat siang " ucap guru itu. sejenak menghentikan kegiatannya dan membaca surat yang lianti berikan
Suasana kelas begitu hening semua mata mengarah pada lianti, begitu juga irvan yang tanpa berkedip menatap lianti yang berjalan ke arah bangkunya untuk mengambil tasnya, " Maafin aku lia.." gumam irvan dalam hati. sisa sisa amarah masih ia rasakan hingga rasa sayangnya pada lianti tak dapat menggerakkan tubuhnya untuk menyusul keluar.
" Silahkan pulang dan beristirahat.." suara pak guru itu seakan memecah keheningan di kelas itu
Dan pelajaran pun kembali dilanjutkan setelah lianti berpamitan dan keluar dari ruang kelas itu.
-------------------------
" Waalaikumsalam, mas faiz " membalas chat masuk sejak tadi malam yang baru sempat di bacanya siang ini
" Lagi ngapain adik cantiknya mas ? " balasan chat dari faiz masuk
" Mau pulang, ini lagi nungguin jemputan. mas faiz lagi ngapain? " chat lianti terkirim
Tiba tiba phonsel lianti bergetar, nama faiz tertera di layar, " Hallo mas faiz, lagi dimana? "
" Iya lianti, ini mas lagi di kantor baru habis meeting. eh ngomong ngomong kok jam segini kamu sudah pulang? bolos ya ? hehehe " canda faiz
__ADS_1
" Idih siapa yang bolos mas, orang memang udah pulang kok " ucap lianti ngambek
" Iya iya becanda kok, kamu udah makan? di sana kan udah siang ya? "
" Belom mas, nanti aja makan di rumah "
" Mas faiz udah makan? "
" Hmmm pengennya sih makan bareng kamu, tapi gimana dong..kamunya jauh " suara faiz terdengar memelas
" Ya udah, buruan aja mas faiz ke makassar "
" Beneran nih? langsung booking tiket pesawat loh ini "
" Iya serius, mas faiz aku tunggu ke datangannya "
" Okey, begitu urusan kerja beres. aku akan atur jadwal liburan ke makassar "
" Okey deal ya..mas "
" Deal adikku sayang hehehe "
Percakapan telpon yang membuat dua orang itu bahagia sampai lupa waktu dan tak menyadari kalau pak mamad sudah sejak tadi menunggu.
__ADS_1