
Hari ini disekolah Lianti terlihat begitu gelisah, sejak pelajaran dimulai hingga menjelang bell istirahat ia sama sekali tak bisa konsen dengan pelajaran. phonselnya pun tak lepas dari tangannya, terus berusaha menghubungi Irvan yang sejak tadi malam tak ada kabar dan hari ini tak masuk sekolah.
Entah sudah berapa puluh kali ia mencoba menghubungi,
" Kenapa phonsel kamu masih ngak aktif ?, kamu ngapain?, kok ngak ngasi kabar ke aku sih?, kamu ngak kenapa napa kan Van? " gumam Lianti dalam hati.
" krinngggg...kringggg..kringggggg " suara itu membuat Lianti tersentak dari lamunannya, suara bell istirahat terdengar bising di telinga lianti
ia pun bangkit berjalan gontai menuju kantin, bukan untuk mengisi perutnya yang memang tak merasa lapar tapi cuma sekedar ingin menenangkan hatinya yang gusar dan gelisah mikirin kekasihnya yang tak ada kabar.
" Hay Lia..., melamun aja sejak tadi " ucap seseorang yang sudah duduk di depan Lianti sambil mengaduk bakso yang keliatanya sangat panas.
"Arya ahhh..ngagetin tau, kalau aku kena serangan jantung gimana hayo? "kelakar Lianti yang coba menutupi kegundahannya.
" Kamu kenapa sih lia? Aku perhatiin sejak tadi bawaannya benggong mulu. Kamu sakit? " ucap Arya dengan tatapan menyelidik.
" Ngak kok, aku baik baik aja " jawab Lianti sambil tersenyum
" Oiya, kok sendirian, si Irvan kemana? " tanya Arya santai
__ADS_1
" Hari ini ngak masuk..., kalsu gitu aku duluan ya Ar.." jawab Lianti singkat, tanpa menunggu jawaban Arya lagi ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kantin.
"Toktoktok...toktoktok..., Van..Van.. kamu ngak kenapa napa kan nak? " Irvan terbangun dan tersentak kaget mendengar pintu kamarnya digedor gedor dengan keras.
" Iya iya ma, ngak kenapa napa. Ini lagi mandi, setengah jam lagi aku turun temui mama " teriak Irvan yang sudah berdiri balik pintu kamar mandi yang di bukanya sedikit.
Mendengar tak lagi ada sahutan dari mamanya, Irvan kembali berbalik melanjutkan mandinya tapi kali ini ia menyalakan shower dan tak kembali ke bathtup.
*********
Plash Back On
" Apaan sih Van? kenapa kamu ngak bisa mengontrol diri dan minum terlalu banyak? achhhh.." ujarnya frustasi dan mengumpat diri sendiri.
Dengan mata terpejam Irvan mencoba mengingat ingat apa yang terjadi semalam. Berselan beberapa menit terdengar suara dengkuran halus. ia pun tertidur.
Plash Back Off
__ADS_1
*************
Irvan yang sudah rapi dengan pakaian santai rumahannya berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga dimana mama papanya sedang menunggu,
" Sore pa sore ma.." kedua orang tua itu kompak menoleh ke sumber suara, dimana putranya berdiri
" Duduk Van, papamu mau ngomong " ucap mama Irvan sambil menepuk sofa di sebelahnya.
Dengan berusaha menyembunyikan kegelisahannya Irvan berjalan dan duduk disebelah mamanya.
" Semalam kamu kemana? kata mama, kamu ngak pulang ? " cecar papa Irvan, ia kini menampakkan sisi tegasnya sebagai Tuan Admaja yang tak suka basah basih.
" Irvan nginap ditempat pamannya Ale bareng Rian dan yaya pah.." ucap Irvan pelan. " Kangen kangenan gitu, kebetulan mereka lagi ada urusan dikota ini " tambahnya lagi.
Rawut wajah papa Irvan mulai kembali tenang mencoba memahami perkataan anaknya, " Baik lah, tapi lain kali kalau ngak pulang harus kasi kabar. Jangan bikin orang tua khawatir " ucapnya sambil menghela nafas legah. Dan kembali menatap layar televisi yang sejak tadi di tontonnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Semangat..semangat...semangatttttt💪