SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
KERJA SAMA


__ADS_3

Pagi sejuk seakan menyambut hari baru buat seorang Lianti, senyum manis yang menghiasi wajah ayunya seakan tanpa beban lagi. Dengan begitu bersemangat ia berangkat ke sekolah.


Suasana kota M yang masih tampak lengang membuat mobil yang dikemudikan oleh pak Mamat tak membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai didepan gerbang SMA 75.


" Pak, nanti ngak usah jemput saya " ucapnya sebelum turun dari mobil dan dibalas anggukan dari pak Mamat.


Karena masih terlalu pagi, Lianti pun memutuskan untuk pergi ke ruang Osis dulu untuk sekedar istirahat. Entah kenapa ia selalu teringat pesan Faiz yang mengatakan kalau dirinya jangan memaksakan diri dan capek dalam hal apapun.


" Drekkk drekk drekkk " tiba tiba phonsel Lianti berbunyi.


" Iya hallo mas, ini sudah disekolah. mas Faiz kok bangunnya cepat? apa ada pekerjaan? "


" Sayang, kalau nanyak tuh ngak usah keroyokan..satu satu kan bisa, aku ngak kemana dan tetap disini numgguin kamu " ucap Faiz dari seberang


" Idih masih pagi gini mas Faiz udah gombal, kesambet kali ya? hehehe " canda Lianti


" Ngak gombal, beneran ini..sumpah " Faiz masih dengan kejailannya.


" Mas udah dong becandanya, Lia jadi malu nih " Lianti merajuk


" Iya iya, ngak lagi deh. oiya sebentar aku yang jemput, jadi kan? " tanya Faiz serius


" Iya jadi dong mas, nanti aku kabari kalau udah pulang ya.." ucap Lianti santai


" Baiklah, kalau gitu aku mau olahraga dulu. kamu yang giat belajarnya ya sayang.." lagi lagi kejailan Faiz muncul


" Lia tutup telponnya ya mas, ini sudah mau masuk kelas " Lianti pun mengakhiri obrolan telepon sepihak tanpa menunggu jaeaban Faiz lagi.


Beberapa menit kemudian Lianti bergegas menuju ruang kelasnya, " Lianti? kirain kamu pindah sekolah " ucap Rara yang terkejut melihat Lianti


" Kata siapa? aku ijin istirahat doang karena sakit


" Ooo pantesan kamu kelihatan kurusan gitu, memangnya sakit apa? sepertinya parah deh. iya kan? " Rara nyerocos


" Hmm ya gitu deh, seperti yang kamu lihat ini " ucap Lianti, ia merasa malas menanggapi ocehan Rara. " Okey kalau gitu aku duluan ya.." ucapnya lagi sambil menepuk bahu Rara dan berjalan meninggalkannya


Tiba didepan kelas Lianti berhenti sejenak, ia merasa tidak nyaman dengan tatapan teman temannya yang terasa aneh, dengan langkah gontai ia pun menuju bangku dimana tempat selalu ditempatinya duduk selama ini


Terdengar selentingan kata kata yang sama sekali Lianti tidak mengerti,

__ADS_1


" Lihat tubuhnya yang kurusan itu "


" Beneran deh kayaknya "


" Wanita ngak bener tuh "


" Lagaknya aja yang kelihatan polos "


" Ih masih masuk juga, ngak malu apa semua udah tau kebusukannya "


" Hmm kenapa seperti ini? ada apa dengan mereka? apa orang orang pada tau apa yang terjadi padaku? " berbagai pertanyaan bermunculan di benak Lianti


***


Plash Back On


Rara begitu kesal pada Irvan yang langsung menurunkan dirinya dijalan begitu saja, padahal ia tadinya hanya sekedar mengancam agar laki laki itu minta maaf karena tidak focus dan terus menyebut nama wanita lain saat bersamanya.


" Ih brengsek, nyebelin banget tuh cewek. kenapa sih Irvan masih ingat aja sama dia, kan udah pergi juga..achhhh " omel Rara


Sesampainya dirumah Rara terus berfikir soal Lianti dan cara untuk menyingkirkan nya, " Ahhh aku punya ide.." tiba tiba ia teringat Luna yang nota bene anak orang tajir dan juga salah satu fans Irvan disekolah. " Aku manfaatin aja si cewek tukang pamer itu..hahaha "ucapnya lalu tertawa lepas.


Rara tak kehabisan akal, " Hmm mungkin dia ngak mau jawab karena ngak tau nomor siapa. Sebaiknya aku chat aja kali ya.." Sejenak berfikir


Dan akhirnya, " Hay Luna, kenalin..aku Rara..pasti tau dong anak paling keren dikelas sebelah hehehe..Tapi bukan itu yang ingin aku bahas disini, to the point aja aku ingin ajak kamu kerja sama buat misahin Irvan dan Lianti. gimana? tertarik ngak? " Chat Rara panjang lebar


Hampir 30 menit lamanya Rara menunggu balasan chat dari Luna, namun tak kunjung masuk, akhirnya ia menghubungi silfa sekedar cari kebenaran soal gosip yang beredar tadi pagi disekolah, " Hallo sil.., mau tanya nih soal tadi pagi itu. beneran kamu dipeluk si Irvan? kok bisa sih? " cecar Rara


" Ooo soal itu, iya Ra..Si irvan meluk aku dari belakang dan erat banget.. " ucapan Rara langsung dipotong


" Ganjen banget, kamu pake pelet apa sampe Irvan bisa nyosor kamu gitu? " Rara menjadi kesal


" Dengerin dulu napa, kamu tuh mikirnya kejauhan. Irvan meluk aku karena dia nyangka aku Lianti pacarnya yang lagi sakit dan udah ngak masuk hampir seminggu " Silfa menjelaskan agar Rara tak salah faham


" Lianti sakit? sakit apa? " tanya Rara


" Ngak tau juga sakit apa, tapi aku sempat dengar Irvan dan Arya ngomong kalau kemungkinan Lianti itu hamil " ucap Silfa blak blakkan


" Apa? Hamil? yang bener nih kamu ngak salah dengar kan? " Rara mencoba memastikan

__ADS_1


" Aku ngak salah dengar kok, mereka ngomong itu saat kami bertiga didepan kelas.


Tiba tiba phonsel Rara berbunyi, " Oiya Sil, udah dulu ya..aku ada panggilan masuk nih " Rara memutuskan obrolannya dengan Silfa.


" Iya hallo, siapa nih " ucap Rara pada penelpon


" Aku Luna, kamu tadi kan yang chat aku? " ucap orang diseberang sana


" Ooo sorry Lun, nomornya beda sih " Rara berbasa basi


" Gimana maksudnya chat kamu itu? bukannya kamu juga suka Irvan? " tanya Luna


" Ngak lagi, aku cuma ingin mereka pisah. cuma itu doang " Rara berbohong


" Terus? mau kerja sama macam apa? " Luna tak mengerti


" Aku dengar kabar kalau Lianti hamil dengan laki laki lain, kamu bisa bayar orang untuk cari tau itu, gimana dan ngapain Lianti sekarang dengan kehamilannya. Irvan pun sudah cari tau tapi belum ada hasil..kamu bisa jadi pahlawan buat ngambil hatinya Irvan dalam kasus ini " Rara dengan ide liciknya


" Baiklah kalau begitu, malam ini juga akan aku cari tau " Luna ikut terpancing


" Okey, aku tunggu kabar ya.." Rara pun tersenyum senang


Rara pun bersorak kegirangan begitu sambungan telepon terputus, " Hebat kamu Ra..Lianti bakal ketahuan busuknya, Luna bakal dibenci Irvan karena memjadi sumber fakta, dan aku yang akan jadi pemenangnya "


Pash Back Off


*********


Jam istirahat pun tiba, " Lianti kamu di panggil ke ruang BK sekarang " ucap salah satu siswa lewat didepan kelas


" Ada apa? " tanya Lianti dalam hati


" Ngak tau juga, kamu kesana aja sekarang " ucap siswa itu lagi sebelum berlalu.


Lianti pun bergegas pergi ke ruang yang dimaksud dengan penasaran apa yang terjadi.


----------------------------


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2