SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
DUA GARIS


__ADS_3

Hari ini Lianti memaksakan diri untuk masuk sekolah setelah hampir tiga minggu lamanya diam dirumah, kondisinya yang kurang sehat membuat mami Wina menjadi sangat khawatir, " Lia, apa ngak sebaik kita ke dokter dulu, nak? " tanya mami Wina yang baru selesai sarapan dan melihat putri semata wayangnya sudah berpakaian putih abu abu pagi ini


" Ngak mi, Lia ngak kenapa napa kok " jawab Lianti sambil tersenyum, mencoba menghilangkan khawatir yang terlihat jelas diraut wajah cantik maminya


" Tapi, nak..." ucapan mami Wina menggantung


" Mami jangan khawatir gitu dong, Lia cuma kecapean dan masuk angin doang kok "


" Ini juga udah mulai sehat lagi "


" Percaya deh mi, sama Lia "


ucap Lianti berusaha meyakinkan mami Wina


" Jangan keras kepala gitu dong Lia, yang mami bilang itu benar. kamu harusnya ke dokter dulu, biar jelas sakitnya apa.." ucap Dimas yang sejak tadinya diam


" Ih kak Dimas, apaan sih? tau ngak kakak itu bisa bikin mami makin khawatir loh " ucap lianti dengan wajah memohon


Dimas yang melihat itu akhirnya luluh, " Iya deh buruan sarapan, kan cuma masuk angin. ngak apa apa masuk sekolah, udah ketinggalan pelajaran juga beberapa hari ini.."


" Kalau gitu Lia bareng mami yukk.."


" Mami tunggu di depan ya.."


ucap mami Wina sembari meninggalkan ruang makan, setelah mendapat anggukan dari Lianti


" Kak Dimas, aku berangkat ya.." Lianti berdiri dan siap siap setelah roti dipiringnya sudah habis


" Mmmm.." Dimas hanya berMmm ria

__ADS_1


*********************


Plash back on


" Mbak tolong buatin wedan jahe anget, udah itu antar ke kamar aku ya.." ucap lianti diintercom rumah


" Baik non, segera saya buatin.." jawab pelayan yang berada didapur lewat intercom pula


Tak berselang lama pintu kamar pun diketuk dari luar, " Tokk..tokk.."


" Masuk..." ucap lianti menoleh ke arah pintu


Seorang pelayan masuk membawa nampan dengan segelas wedan jahe diatasnya, " Silahkan non.."


Lianti pun langsung meminum wedan jahe itu sampai tandas, namun tiba tiba perutnya terasa diaduk aduk hingga rasa mual menyerang. tanpa menunggu lama ia berlari ke kamar mandi. " Hwekk..hwekk.." Lianti terduduk lemas setelah memuntahkan isi perutnya.


" Mbak, tolongin Lia.." teriak Lianti lemah


" Mbak tolong pijitin aku ya, pegel banget rasanya nih.." pinta Lianti lirih


" Baik non..." pelayan itu pun mulai melakukan pijatan di tubuh Lianti dengan perlahan


" Maaf sebelumnya non, apa ada keanehan yang non rasakan selama sakit ini kecuali mual mual ?" tanya pelayan dengan hati hati


" Maksudnya gimana mbak? keanehan macam apa? " ucap Lianti tak mengerti


" Maksud saya, apa ada hal yang tiba tiba non sukai? Mmm..misalkan kebiasaan yang tiba tiba berubah ? " pelayan itu mencoba menjelaskan


" Iya sih mbak kalau keanehan kayak gitu.."

__ADS_1


" Akhir akhir ini aku ngak suka wangi wangian, ngak suka bau masakan rempah "


" Apa lagi ya...? " Lianti terus berfikir


" Maaf banget kalau pertanyaan saya agak pribadi, apa non udah datang bulan?ngak usah jawab kalau semisal non ngak mau " lagi lagi pelayan itu bertanya


Mata Lianti seketika membulat saat menyadari kemana arah omongan mbak pelayan itu, " Ma..maksud mbak, aku ha..hamil ? " ucapnya terbata bata


Melihat reaksi anak majikannya mbak pelayan memperjelas maksud ucapannya,


" Maaf non, maaf banget kalau saya lancang..itu cuma kesimpulan saya aja dari gejala yang terlihat, itu pun kalau non sudah melakukan hubungan badan. kalau ngak ya, ngak mungkin juga kali non.."


" Ngak apa apa kok mbak, aku cuma kaget aja dan baru tahu kalau gejala orang hamil mirip kayak gini.."


" Oiya mbak boleh balik ke dapur, aku mau tidur sekarang..terimakasih udah dipijitin "


Lianti berusaha tersenyum dan bersikap tenang, ia menyembunyikan perasaan takutnya yang semakin besar sampai mbak pelayan itu keluar dari kamarnya.


Lianti buru buru mengunci pintu dan mengambil phonselnya, dengan tergesah gesah dicarinya alat tes kehamilan pada aplikasi belanja online. " Nah ini, aku harus pastikan dengan ini.." ucapnya dengan nada cemas.


Berselang dua jam, " Tokkk..tokk..non ini ada paket buat non.." ucap orang diluar kamar


" Makasih mbak.." ucap lianti saat membuka pintu dan mengambil bingkisan paket pesanannya


Setelah membaca petunjuk pemakaian dari alat tes kehamilan itu, Lianti pun bergegas ke kamar mandi. dan betapa terkejutnya ia melihat dua garis yang nampak pada alat itu, " Ya Tuhan, aku beneran hamil..gimana ini ? " ucapnya panik


Hampir satu jam lamanya dikamar mandi, akhirnya Lianti keluar dan memutuskan masuk sekolah besok dan bertemu irvan untuk membahas soal kehamilan ini.


Pash Back Off

__ADS_1


****************


BERSAMBUNG


__ADS_2