SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
SAHABAT


__ADS_3

Diruang Osis kini Lianti dan Arya berada, " Yang kuat ya Lia, maaf karena aku ngak bisa mencegahmu " ucap Arya sambil menyodorkan tissu pada Lianti


Air mata yang tak hentinya terus mengalir dari kedua mata Lianti membuat wanita itu tak bisa berkata kata dengan benar, Suaranya keluar disertai dengan sesengukan.


" Lia, are you okey? ucap Arya mulai panik


" Aku aku..ngak apa apa Ar.." ucap Lianti terbata bata


" Baiknya kamu pulang aja deh Lia, ngak mungkin kan balik ke kelas dengan kondisimu seperti ini.." Arya memcoba membujuk Lianti


" Iya Ar.., aku mau pulang aja. Tolong ambilin tas aku dikelas dan sekalian minta ijinin ke ruang BK, bilang aja aku tiba tiba drop lagi " Lianti sudah benar benar kacau


" Baiklah, tapi ngak apa apa kamu nunggu sendirian disini? atau aku panggilin anak anak biar pada kesini? " Arya tampak ragu meninggalkan Lianti sendiri


" Ngak apa apa Ar.., pergi aja. aku mau rebahan didalam sampai kamu balik " ucap Lianti


Arya pun bergegas pergi, tak berselang lama setelah mengambil tas Lianti ia pun segera ke ruang BK. Namun langkahnya terhenti sejenak saat berpapasan dengan Irvan, Arya menatap Irvan dengan pandangan yang sulit diartikan. Tidak ada lagi sapaan seperti biasanya.


" Tunggu Ar.." ucap Irvan menghentilan langkah Arya


" Kenapa? masih belum cukup yang tadi itu ya? aku juga laki laki tapi ngak akan sesadis yang kamu lakuin ini, wanita harusnya disayangi bukan disakiti..ingat bro mama kamu juga wanita " ucap Arya berlalu pergi


" Ar..arya tunggu " teriak Irvan.


Namun tidak lagi dihiraukan oleh Arya yang terus berjalan memasuki ruang BK.


**


Surat ijin sudah diterima setelah ditanda tangani oleh guru BK, Arya pun bergegas keluar ingin segera menemui Lianti. Perasaan cemasnya tak dapat ia sembunyikan karena teringat kondisi wanita itu.


" Arya, dimana Lianti? " ucap Irvan saat sahabatnya itu berjalan melewatinya seolah olah tak melihat kehadirannya disana.

__ADS_1


" Ooh masih ada rasa peduli juga kamu rupanya ya? " ucap Arya sedikit emosi.


" Ar, maaf kalau aku salah..tadi itu aku bingung dan kaget dengan kemunculan Lia yang tiba tiba " Irvan mencoba menjelaskan.


" Sudahlah, sana urusi saja si Luna kamu itu " Arya tetap tak peduli, kemudian pergi meninggalkan Irvan.


Setelah sampai diruang Osis, Arya melihat Lianti tertidur sofa. Dengan sabar ia duduk menunggu sahabatnya itu bangun, " Hmm kasian, mungkin dia lelah setelah menangis " Arya membatin menatap wajah sembab wanita itu.


***


" Kringggg kringggg kringggg " suara bell yang terdengar nyaring menggema diseluruh lingkungan sekolah.


Lianti pun terbangun karena kaget, ia seketika duduk dan menatap sekeliling " Kok kamu ngak bangunin aku sih Ar ? " ucapnya saat kesadarannya sudah terkumpul sempurna.


Arya sejenak tersenyum, ia menggeser duduknya agar berhadapan dengan Lianti, " Gimana perasaan kamu sekarang? sudah agak enakan? " Arya sedikit legah melihat Lianti membalas senyumnya


" Kenapa ngak bangunin aku? " Lianti kembali mengulang pertanyaannya yang belum dijawab Arya.


" Mungkin karena aku capek kali ya nungguin sahabat aku yang cakepnya kebangetan ini.., jadinya aku ketiduran deh.. hehehe " Lianti mencoba bercanda.


" Ih apaan, jangan bilang sekarang kamu malah naksir aku ya? hahaha " Arya pun balas bercanda, dan mereka pun tertawa bersama.


" Oiya Lia, ini surat ijinnya. Sekarang kamu boleh pulang " Arya menyodorkan selembar kertas yang tadi ia bawa dari ruang BK.


" Terimakasih ya Ar.." ucap Lianti, dan dibalas anggukan oleh Arya


Kemudian Lianti mengeluarkan phonsel dari dalam tasnya, " Tutttt tutttt tutttt " nada sambung pun terdengar, saat beberapa angka yang tertera di layar phonsel dipencet, " Hallo mas, bisa jemput sekarang? " ucapnya Lianti saat panggilan tersambung.


" Boleh banget, kamu tunggu ya.." ucap orang diseberang


" Iya mas, aku tunggu didepan " Lianti pun mengakhiri percakapan itu setelah pamit.

__ADS_1


Lianti menyadari tatapan aneh Arya yang sudah sejak tadi, " Dia orang yang nolongin aku saat berobat di kota J. Mas Faiz namanya, Fariz chandra wijaya lengkapnya " Lianti menjelaskan.


" Nolongin gimana? kamu kenal dimana laki laki itu? apa dia orang sini juga? " Arya merasa ingin tahu


" Aku dan mas Faiz sudah saling kenal sejak dulu, dia tinggal dikota J. Dan saat aku sakit kemarin itu, dia yang menjadi pendonorku " Lianti terdiam sejenak lalu menarik nafas dan menghembuskannya, " Aku dan mas Faiz adalah orang yang memiliki golongan darah O negatif, golongan darah yang cukup langka. Disaat kondisiku kritis Tuhan mengirim mas Faiz padaku, sejatinya kami sudah lama tidak pernah komunikasi lagi "


" Apa aku boleh tau, sebenarnya kamu sakit apa? jujur aku sudah dengar selentingan yang beredar disekolah kita ini, dan kali ini aku ingin dengar langsung dari kamu. Apa semua itu benar? " Arya mencoba terbuka.


" Hmm sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui Ar? kalau soal berita aku hamil, iya itu memang benar adanya. Tapi kalian salah kalau berfikir aku hamil karena mas Faiz atau laki laki lain diluar sana, karena cuma ada satu laki laki yang berani dan selalu memaksaku untuk melakukan dosa itu " ucap Lianti dengam penuh penekanan dan mulai terbawa emosi.


" Mungkin dimata orang orang aku ini wanita munafik, tapi ngak apa apa karena mereka tidak tau rasa cinta yang ada didalam sini " lalu sejenak Lianti terdiam dan mengusap kedua matanya yang mulai mengeluarkan air bening lagi


" Aku nekat gugurin itu juga karena dia ngak siap untuk nikah muda... Segitu bodohnya aku karena cinta, iya kan Ar? " Tanya Lianti disela tangisnya


" Jadi, benar itu anak Irvan? kenapa ngak kamu paksa si brengsek itu untuk tanggung jawab? " Arya ikut kesal


" Sudahlah Ar, semua sudah berlalu kok. Lagi pula Orang mau bertanggung jawab ngak harus dipaksa " ucap Lianti


" Tapi Lia, si Irvan itu mikirnya kamu hamil dengan laki laki lain loh " ucap Arya


" Ngak apa apa Ar, biarin aja dia mikir kayak gitu. Aku juga ngak mau lagi bahas yang sudah sudah, sekarang aku cuma mau focus belajar " Lianti mencoba untuk tegar


" Hmm iya Lia..kamu yang sabar ya, Nanti si Irvan bodoh itu bakal nyesal kalau tau yang sebenarnya " ucap Arya, lalu membuang nafas dengan kasar


" Oiya, tadi aku nguping..bukan nguping juga sih kan kamu sendiri yang bagi dengar ke aku..hehehe " Arya mulai bercanda lagi, " Si Faiz itu yang jemput kamu kan? " tambahnya lagi


" Iya Ar, mas Faiz mau jemput aku. Dia ada dikota ini karena urusan bisnisnya, kapan kapan aku kenalin ke kamu ya Ar.." ucap Lianti


" Baiklah nona, aku sahabatmu yang akan selalu ada jika kamu butuhkan hehehe " ucap Arya sambil berdiri lalu membungkuk seolah memberi hormat dengan gaya konyolnya.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2