SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
PERASAAN BERSALAH IRVAN


__ADS_3

Hari penerimaan raport dan penentuan kenaikan kelas pun tiba. Irvan yang sejak tadi mondar mandir lalu keluar kelas dan tak begitu peduli dengan suasana ramai disekitarnya. Bukan karena gelisah menunggu orang tuanya datang, melainkan sejak pagi ia menunggu Lianti.


Rasa rindu pada sosok Lianti begitu jelas terlihat dimatanya, namun semua ditutupinya dengan mempertahankan kekesalan dihatinya.


" Udah jam sepuluh, kok Lianti belum datang juga ya.." rasa cemas mulai mengganggu fikirannya


" Van..maaf mama telat " suara mamanya yang tau tau sudah ada di sampingnya membuat Irvan tersentak kaget.


" Ihhh mama ngagetin aja deh, kalau Irvan jantungan gimana? " canda Irvan


" Anak ini..kok malah nyalahin mama sih? kan kamu yang bengngong. Mama sudah sejak tadi panggil panggil " jawab Mamanya tertawa


" Udah ahh, ayo kita temui gurumu.." tambah Mama Irvan lagi, sambil menarik tangan putranya agar ikut dengannya


Irvan pun hanya menurut dan ikut melangkah.


Berselang beberapa saat berbincang dengan wali kelas, Mami Irvan pun berpamitan. dihampirinya Irvan yang masih berdiri didepan pintu sambil menatap ke arah gerbang sekolah.


" Tuh kan, anak mama bengngong lagi " lagi lagi Irvan dikejutkan dengan suara mamanya.


" Apaan sih, Mama kayaknya doyan banget buat anak tampannya ini kaget.." Irvan lagi lagi bercanda.


Kemudian dengan serius mama Irvan berucap, " Anak mama nih benar benar hebat ya..kali ini pencapaiannya benar benar maksimal..peringkat kelasnya paling top " ucap mama Irvan sambil menyodorkan raport dan mengacungkan jari jempol, tanpa peduli dengan keterkejutan Irvan. Mamanya merasa bangga membaca peringkat 1 pada raport putranya.


" Ini bukan pencapaian aku, tapi murni hasil kerja Lianti..maafin Irvan mah.." ucap Irvan membatin dengan perasaan bersalah, memandangi mamanya yang begitu senang.


Tiba tiba mata Irvan tertuju pada mobil yang baru saja masuk gerbang,

__ADS_1


" Mama tunggu disini dulu ya, aku tinggal sebentar.." ucap Irvan, sebelum berlari ke arah parkiran.


Namun betapa kecewanya Irvan saat menghampiri mobil itu dan ternyata yang turun cuma mami Lianti,


" Pagi tante.., Lianya mana Tan? " tanyak Irvan dengan nafas yang masih tidak teratur karena berlari tadi.


" Pagi nak, Lah memangnya nak Irvan ngak tau ya..Lianti kan hari ini berangkat ke kota J..tadi baru aja tante anterin ke bandara " jawab mami Wina yang mengunci mobilnya dan segera berjalan.


" Lia ada hal apa ke kota J Tan? " Irvan berjalan mensejejeri langkah mami Wina.


" Katanya sih mau liburan aja, tante juga heran..kok tiba tiba anak itu mau liburan? padahal sebelum sebelumnya diajak sama tante ngak pernah mau loh.." jawab mami Weni.


Sesampainya didepan kelas, langkah mereka terhenti, " Oiya Tan, kalau gitu Irvan duluan..Mama udah nungguin dimobil " ucap Irvan pamit.


" Iya silahkan nak, sampaikan salam tante buat mamamu " ucap mami Wina sambil tersenyum.


********************


Diruang tunggu bandara seorang gadis muda sedang duduk sendiri, matanya memandangi orang orang yang berlalu lalang dan sesekali terlihat memandangi layar phonsel ditangannya.


" Hmmm aku bukannya mau lari dari semua ini, aku cuma ngak sanggup dan pengen menenangkan diri dulu tuk sementara " gumamnya dalam hati dengan tarikan nafas yang dibuang kembali begitu saja.


************


Plash Back On


Pagi pagi sesaat akan berangkat, " Lia..ayo nak..nanti ketinggalan pesawat loh " teriak mami Wina dari lantai bawah

__ADS_1


" Iya mi, ini udah siap kok " jawab Lianti yang berjalan menuruni tangga.


Sesampainya dilantai bawah, Lianti meletakkan kotak yang terbungkus rapi diatas meja, " Mi..entar kalau Arya kesini..tolong kasi ini ke dia ya " ucapnya tanpa menoleh.


Kemudian merogoh tasnya mengeluarkan phonsel dari dalam sana..


" Tuttt..tutttt..tuttt.." dana panggilan telepon terhubung.


Beberapa saat kemudian, " Hallo..iya Lia.." ucap seseorang dari seberang.


" Arya, maaf ganggu nih..aku mau minta tolong, boleh ngak ? " ucap Lianti pelan.


" Ohh boleh banget Lia, tolong apa ya ? " tanya Arya


" Entar kamu ke rumahku, aku mau titip sesuatu buat Irvan " jawab Lianti


" Apaan tuh? kok ngak langsung kasih aja ke orangnya? " Arya seakan kebingungan


" Udah ahh, jangan nanyak mulu..kan tadi bilangnya mau tolongin ? iya kan? " ucap Lianti lagi


" Iya deh cak ayu..hahahaha " ucap ilArya kemudian tertawa


" Ihh ngaco, okey deh kalau gitu thanks ya Ar.." kata Lianti, sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Plash Back Off


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2