
Beberapa bulan berlalu tanpa ada masalah yang berarti dalam hubungan Irvan dan Lianti, walau masih sering ribut soal kepindahan Lianti ke kelas lain dan masing masing akan tetap mengedepankan ego tapi itu tak membuat mereka saling menjauh.
Namun hari ini benar benar di luar dugaan, " Li..Lia tunggu, aku bisa jelasin..ini ngak seperti yang kamu fikirin " Irvan berlari mengejar Lianti yang sudah berjalan beberapa meter di depannya
" Apa lagi yang kamu mau jelasin hah?! bukannya itu sudah sangat jelas?! " ucap Lianti dengan suara agak tertahan saat Irvan menarik tangannya
" Itu ngak seperti yang kamu lihat sayang.." Irvan mencoba membujuk kekasihnya yang sudah terlihat sangat marah
" Apa lagi yang harus ku lihat? apa itu belum cukup? " Lianti yang sudah terpancing emosi. dengan sekali hentakan, tangan Irvan yang memegang tangannya pun terlepas.
Lianti segera berlari tanpa mempedulikan teriakan Irvan memanggil dirinya
" Lia..aku mohon dengar dulu..." teriak Irvan yang terus mengejarnya
" Stop, balik sana ke kelasmu dan jangan ikuti aku..tau kan ini sekolah ada aturannya? " Lianti tiba tiba berhenti dan memandang sinis pada Irvan
" Hmm baiklah kalau itu mau kamu, tapi aku minta dengarkan dulu penjelasanku " ucap Irvan tetap membujuk
" Ngak, sekarang baiknya kamu pergi " Lianti pun berbalik dan meninggalkan Irvan yang bisa terdiam menatap kepergiannya.
__ADS_1
***************
P**lash Back On**
S****eorang siswi baru sedang mengerjakan tugas dipapan tulis. selain parasnya yang terbilang cantik, ia pun terlihat cukup pintar dalam beberapa pelajaran.
Irvan yang belakangan ini merasa terbantu dengan kehadiran luna di kelasnya mencoba membuka diri dengan menerima uluran pertemanan dari siswi baru itu.
" Van, kamu sudah selesai? " Luna menghampiri Irvan yang masih terlihat pusing mengerjakan soal soal yang ada di depannya
" Belum nih, aku pusing liat angkanya berderet deret gini hehehe " Irvan mencoba bercanda agar sedikit santai dan mengistirahatkan otakknya yang sudah ia paksa berfikir sejak tadi.
" Sini aku bantu, sekarang kamu geser dikit biar aku bisa duduk. kan gak mungkin aku jelasin sambil berdiri " ucap Luna
" Silahkan duduk, aku sudah benar benar puyeng nih " Irvan pun menggeser duduknya
Mereka pun duduk berdua saking focusnya mengerjakan tugas, entah sudah berapa lama hingga mereka tak menyadari kalau sudah masuk jam istirahat.
" Li..Lia.." Irvan yang tersentak kaget saat matanya bertemu dengan tatapan tajam seorang wanita yang entah sejak kapan berdiri mematung didepan pintu kelasnya.
__ADS_1
Irvan yang sudah panik pun spontan berdiri dan menghampiri namun belum sampai, wanita itu sudah berjalan dengan cepat meninggalkannya. Irvan pun berlari mengejarnya tanpa mempedulikan apa pun disekelilingnya.
P**lash Back Off**
***********************
Lianti masuk ke kelasnya untuk mengambil tasnya karena sebelumnya ia sudah lebih dulu ke ruang BK untuk minta surat ijin pulang lebih cepat hari ini,
" Aku titip surat ijin ya, aku mau pulang tiba tiba gak enak badan gini " ucap Lianti pada ketua kelasnya.
Setelah menyerahkan surat itu ia pun berjalan keluar dan menuju gerbang sekolah.
Tak berapa lama mobil pak mamat pun datang dan berhenti tepat didepan Lianti. Setelah duduk manis dijok belakang, mobil yang dikemudikan pak mamat itu pun melaju dengan cepat menyusuri jalan raya.
-------------------------
BERSAMBUNG
__ADS_1