SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
SEPERTI PESTA PERTUNANGAN


__ADS_3

Sore menjelang irvan terbangun karena suara dering panggilan masuk dari phonselnya, " Hallo..siapa nih " irvan dengan suara serak khas bangun tidur


" Ih jahat, nomor aku ngak kamu save ya? " nada protes wanita di telepon


Irvan pun menjauhkan phonsel dari telinganya dan menatap layar dengan memicingkan matanya yang masih agak buram, " Oo maaf, luna ya..tadi langsung di angkat dan ngak sempat baca "


" Bangun dong kan udah sore ini, entar tidurnya bisa ke bablasan loh..ingat ya, kamu harus hadir di pesta malam ini " ucap luna


" Ini juga sudah bangun kok " irvan dengan nada sedikit malas


" Buruan mandi, biar ngantuknya ilang " perintah luna


" Iya, abis ini langsung mandi " ucap irvan masih dengan nada malas


" Ya udah buruan sana, jangan tidur lagi..awas loh " luna kembali memerintahkan


" Okey okey..matiin teleponnya, mang mau aku mandi sambil teleponan ? " cerocos irvan tanpa sadar


" Ngomong apaan ? " tanya luna


Irvan yang mendengar tiba tiba tersadar dan mencoba menelaa ucapannya tadi, " Hmm maaf tadi becanda doang.."


" Ya udah, mandi gih..satu jam lagi aku telepon lagi ya " ucap luna sebelum memutuskan panggilan telepon tanpa menunggu jawaban irvan


 


Irvan melirik jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul setengah enam, ia pun bergegas bersiap siap karena malam ini irvan akan menghadiri undangan ulang tahun luna. karena belum menyiapkan kado bingkisan, irvan pun baru berfikir dan berencana singgah ke mall terdekat untuk membelinya.


Setelah berputar putar dan berfikir kira kira kado apa yang akan di belinya, tiba tiba mata irvan tertuju pada toko perhiasan yang ada di mall itu. dan tanpa berfikir panjang lagi ia pun berjalan menuju kesana.


" Silahkan mas, ada yang bisa kami bantu? " ucapan ramah dari pelayan toko

__ADS_1


" Oiya mbak, aku lagi nyari perhiasan buat kado ulang tahun nih. kira kira cocoknya yang mana ya ? " irvan tampak bingung menatap jejeran perhiasan di dalam etalase


" Buat pacarnya ya mas? ini kami punya beberapa koleksi perhiasan set " pelayan itu mengeluarkan beberapa kotak perhiasan


" Waduh, makin bingung aku liatnya..bagus bagus semua sih mbak hehehe " irvan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Kalau mbak, kira kira pilih yang mana ? " ucap irvan sambil menatap pelayan toko itu


" Kalau menurut saya sih yang ini aja mas, karena modelnya lebih simpel dan ngak terlalu besar..cocok buat remaja " pelayan itu mencoba menjelaskan pilihannya


" Okey kalau gitu, aku mau yang ini..tolong di selesaikan ya " ucap irvan sambil menyodorkan black card pada pelayan toko


Setelah menerima paper bag, irvan pun segera berjalan hendak keluar toko. namun langkahnya terhenti saat mendengar selentingan percakapan pelayan di toko itu,


" Laki laki muda dan pasti anak orang kaya, beruntung sekali pacarnya ya? "


" Hmm kenapa mereka mengira ini buat pacar ? kan aku sudah bilang buat kado ulang tahun " gumam irvan dalam hati. lalu melanjutkan langkahnya


 


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan saat irvan sampai di rumah mewah sesusai alamat yang ada di undangan luna, setelah memarkirkan mobilnya irvan pun berjalan memasuki rumah itu dan ternyata sudah ramai oleh para tamu undangan.


" Dari mana aja sih van, kok baru nongol? " luna dengan nada manjanya


" Tadi aku aku..." ucapan irvan pun terpotong


" Ayo kesana " luna menarik tangan irvan, berjalan menghampiri sepasang suami istri yang terlihat sedang asik berbincang dengan beberapa orang sebayanya. " Pah mah..kenalkan ini irvan " lalu matanya berpindah pada irvan, " Van, kenalin ini mama papa aku "


" Malam tante, malam om.." ucap irvan sambil sedikit membungkuk sebagai tanda hormat


" Malam juga nak irvan " mama luna


" Malam nak irvan.., silahkan duduk " ucap ayah luna setelah saling bersalaman." Oiya nak irvan tinggal dimana? "

__ADS_1


" Di jalan Xx om.." jawab irvan dengan ramah


" Pah, irvan ini anaknya pak admaja pejabat itu " ucap luna sambil tersenyum


" Oo anaknya pak admaja? om pernah ketemu papamu di beberapa acara resmi " papa luna terlihat antusia.


namun irvan cuma tersenyum menanggapinya, irvan kurang senang kalau orang melihat dirinya karena embel embel nama besar papanya.


Tak berselang beberapa saat suara MC pun menghentikan obrolan mereka dan meminta luna beserta keluarga tuk maju ke depan karena acara akan di mulai


" Ayo van " ajak luna


" Aku aku..." lagi lagi ucapan irvan terpotong


" Ayo nak irvan, jangan sungkan.." ucap papa luna


Irvan pun mengikuti langkah mereka kedepan menuju meja yang jadi titik utama pesta. lilin pun di nyalakan, MC memandu acara tiup lilin itu dengan hikmat. lalu terddngar lagu " potong kuenya..potong kuenya " luna memotong kue ulang tahunnya dengan wajah yang begitu ceria. potongan pertama di berikan untuk orang tuanya dan potongan ke dua di berikannya pada irvan


" Kamu tamu istimewah malam ini van.." memberi suapan kue pada irvan. irvan yang merasa gugup mendengar ucapan luna, di tambah lagi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan yang matanya tertuju pada mereka mencoba bersikap tenang


" Oiya aku mau Bilang makasi pada irvan atas kadonya ini " luna seketika meraih mic, lalu memperlihatkan paper bag di tangannya. perlahan di bukanya paper bag itu dan matanya takjub begitu melihat perhiasan dalam kotak yang sangat indah, " Van, kamu mau ngelamar aku? ih ini indah banget " ucap luna rancu


irvan menelan air liurnya mendengar ucapan luna, ia yang sejak tadi mencoba tenang seakan tak berhasil. matanya berkeliling pada orang orang berdiri menatapnya dan luna." Van, lotong pakein kalung ini.." suara luna bagai petir di telinga irvan


" Eh iya lun.." entah kenapa irvan hanya bisa pasrah dan mengikuti permintaan luna malam ini


Tepuk tangan yang meriah yang di pandu oleh MC pun tertengar riuh, " Ini lah pasangan raja dan ratu malam ini.." suara MC yang tertawa membuat para hadirin semakin antusias bertepuk tangan. " Ini bahkan terasa seperti acara pertunangan ya para hadirin? " MC itu kembali jadi pemandu sorak


Irvan benar benar sudah tidak dapat menahan rasa gugupnya, rasa was was dan khawatir sudah memenuhi fikirannya, " Lun, aku permisi ke toilet dulu ya.." ucap irvan pelan dan di balas anggukan oleh luna. " Permisi om tante, mau ke toilet sebentar " ucap irvan pada ke dua orang tua luna


-----------------------------------

__ADS_1


Irvan mencuci mukanya dan menatap tajam ke cermin, " Apa yang terjadi padamu irvan ? apa yang kamu lakukan ? ahhhh " seketika irvan teriak. membuat beberapa orang yang berada di toilet itu menoleh ke arahnya. " Maaf maaf.." ucap irvan dan segera keluar dari sana.


" Baiknya aku pulang saja, makin lama disini akan membuat semua orang salah faham " irvan pun berjalan menuju pintu keluar dan akan segera pulang. ia tak berfikir untuk pamit pada luna dan keluarga karena mustahil kalau luna mengijinkannya pulang sebelum pesta berakhir.


__ADS_2