
Sudah hampir seminggu Irvan tak menemui Lianti setelah kasus foto foro syurnya dikamar hotek bersama wanita cantik. Sebenarnya ia ingin sekali menjelaskan masalah itu pada wanita yang sudah lama mengisi hatinya itu, tapi dihadapkan oleh kenyataan bahwa ia harus menjaga jarak dulu agar lianti aman dan tak ikut terseret dengan pemberitaan miring soal dirinya.
Hari ini Irvan mulai masuk sekolah lagi karena merasa keadaan sudah agak tenang dan para pemburu berita itu tidak lagi mengusik ketenangan dirinya dan keluarganya.
Sesampainya disekolah Irvan langsung masuk kelas tanpa nongkrong dikantin atau parkiran seperti biasanya, hari ini ia ingin sedikit memberi Luna pelajaran atas kekacauan yang kemarin dibuatnya. Sebenarnya tuan Admaja sendiri yang ingin turun tangan dan meminta asistennya Bram untuk membekukan aliran dana serta asset perusahaan ayah Luna, tapi atas permintaan Irvan untuk diberi kepercayaan agar bisa menyelesaikan masalah ini sendiri langsung dengan Luna.
Seorang wanita muda berjakan dengan santainya memasuki ruang kelas, senyum kemenangan ia tunjukkan saat bersitatap dengan Irvan yang sudah sejak tadi menunggunya.
" Luna, aku mau ngomong sebentar " Irvan seketika bangkit dan menarik lengan Luna agar ikut bersamanya.
" Apaan sih Van? Syok ya dengan pemberitaan kemarin? makanya jangan bikin Luna marah, tau kan akibatnya? " celoteh Luna yang kesal ditarik paksa oleh Irvan.
Sesampainya dibelakang sekolah Irvan langsung menghempas lengan Luna yang sejak tadi dipegangnya, " Kamu tau ngak akibat dari ulahmu itu? aku masih sabar ya Lun..tapi tidak dengan orang tuaku, aku cuma kasian kalau keluargamu ikut mendapat masalah karena kecerobohan kamu itu " ucap Irvan yang mencoba bersikap tenang.
" Ow balik ngancem nih ceritanya? silahkan kalau mau nya begitu, bukankah orang tuamu juga yang ikut malu dengan tersebarnya kelakuan putra kesayangannya yang suka bermain wanita karena nafsu setannya " ucap Luna menantang.
__ADS_1
Irvan yang terpancing emosi mendengar ucapan Luna itu seketika mengangkat tangannya hendak menampar wanita yang berdiri bersekap dada dihadapannya, namun diurungkan, " Achhhh..." Irvan mengibaskan tangannya ke udara lalu mengusap wajahnya kasar.
" Tampar ayo tampar, kenapa ngak jadi? takut ya kasus ini makin besar? " teriak Luna emosi dan memancing orang orang sekitar menatap ke arah mereka.
Menyadari itu Irvan hanya menatap tajam pada Luna, ia diam sejenak guna meredam amarah yang sudah terasa diubun ubun agar tidak lepas kontrol dan terpancing melakukan hal diluar batas pada seorang wanita.
" Kenapa diam? ayo lanjutin, kalau perlu bunuh saja aku biar kamu puas sekalian " Luna yang masih tampak emosi masih terus memancing kemarahan Irvan.
" Hmmm Luna, aku minta maaf kalau sikapku selama ini sudah bikin kamu salah faham. Jujur aku mengaku salah karena tanpa sengaja bikin kamu berharap " Irvan mencoba mengalah dan bicara baik baik.
" Baik, berapa yang kamu mau. Sebutin aja, anggap aja ini ganti rugi atas kesalahan yang ku lakuin " Irvan mengajukan negosiasi lagi.
" Dasar pengecut, bisanya cuma ngandelin duit. Mentang mentang orang tuanya tajir..apa apa dihargai dengan uang.." cibir Luna.
" Kalau bukan uang, terus apa? mobil? rumah? atau apa? cepat sebutin biar urusan kita selesai " Irvan terus berusaha mengalah.
__ADS_1
" Aku ngak butuh uangmu dan segala tawaranmu itu, aku cuma ingin kamu datang minta maaf ke orang tuaku dan kita tunangan " ucap Luna lantang.
Seketika orang orang kembali melihat ke arah mereka, " Hmm kalau itu, aku ngak bisa Lun..maaf " ucap Irvan sembari menunduk.
" Kenapa? apa kurangnya aku hah? apa karena wanita sialan itu? " Luna kembali teriak.
" Hmm sudahlah kalau begitu, aku sudah cukup berusaha dan mungkin ini ngak bisa lagi di selesaikan baik baik. Aku minta maaf kalau nantinya masalah ini menjadi kemana mana dan berbuntut panjang, karena pastinya orang tuamu juga akan kena umbasnya " ucap Irvan tenang namun penuh penekanan.
Irvan menatap Luna sesaat sebelum berjalan meninggalkannya, seketika itu ia berhenti dan berbalik, " Oiya Lun, bilang sama papi kamu kalau proyek mega asri akan dihentikan dan tender milyaran itu ditarik kembali oleh pimpinan Admaja grup " ucapnya sembari tersenyum, dan setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.
Sepeninggal Irvan Luna bersungut sungut karena kesal, ia tidak begitu pusing dengan ucapan Irvan yang berupa ancaman pada orang tuanya dan tetap menganggap Irvan akan kembali padanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1