
Sejak Lianti dirawat khusus diklinik dokter Rega, Faiz pun terus berusaha ada disisi wanita yang pernah menolaknya itu. CEO muda itu setiap hari hanya bolak balik klinik dan kantor tanpa pernah pulang ke rumah miliknya.
" Ayo buka mulutnya dek, Aakk " dengan telaten membujuk Lianti yang tidak berselera makan.
" Sudah mas, aku sudah kenyang " tolak Lianti
" Baru beberapa sendok, kok bisa kenyang? makan sedikit lagi ya.." kembali Faiz membujuk
Lianti menatap wajah laki laki tampan dan berkharisma yang terlihat begitu tulus menyayanginya, " Hmm kenapa dia tak pernah bertanya soal masalahku saat ini? kenapa dia begitu perhatian dan khawatir dengan kondisiku? padahal aku sudah menyakiti perasaannya " Lianti membatin
" Aku memang ganteng, itu tak bisa dipungkiri. Tapi ngak harus ditatap sampai segitunya juga kali..hehehe" ucap Faiz mengedip ngedip dan memutar mutar bola matanya lalu tertawa menggoda Lianti
" Ih mas Faiz apaan sih? " Lianti tersipu malu
" Lah memang benar kan? " tambah Faiz lagi
" Benar apanya nih? " tanya Lianti
" Benar gantengnya dong " goda Faiz lagi dan lagi
" Mas Faiz mah kepedean " ucap Lianti
" Itu fakta dan kebenarannya sayang " Faiz semakin usil melihat Lianti tersipu malu
Tiba tiba pintu terbuka dan sosok Siska pun muncul dari balik pintu, serentak mata kedua insan yang sejak tadi saling bercanda tertuju ke arah pintu
Melihat siapa yang datang, jiwa usil Faiz muncul lagi, " Sis, aku ganteng kan? " ucap Faiz dengan percaya diri
" Aapa? mas Faiz nanyak apa? " tanya Siska yang tak mempercayai pendengarannya
" Ya elah, dua wanita ini..susah amat mengakui kegantengan seorang Faris Candra Wijaya, pake malu malu meong segala. entar pada jatuh cinta, baru tau rasa " celoteh Faiz panjang lebar.
Wajah Lianti menjadi merah merona dan Siska menjadi salah tingkah oleh ulah Faiz. Dan membuat mereka bertiga spontan tertawa.
*
Setelah mandi dan bersiap siap, seperti kemarin Faiz pun bergegas berangkat ke perusahaannya, " Berkas meeting sudah kamu siap kan? " ucap Faiz pada Asistennya sambil menyerahkan paper bag berisi pakaian kotor miliknya untuk di bawa ke lowndri.
" Sudah siap dan saya letakkan dimobil anda Tuan muda " jawab Asisten
Faiz pun mengangguk tanda mengerti, kemudian berbalik arah,
__ADS_1
" Okey ladys, kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya.." ucap Faiz berjalan ke arah bangkar dimana Lianti berbaring, tanpa aba aba Faiz mendaratkan kecupan dikening Lianti
Mata Lianti seketika melotot, bibirnya kelu tak dapat bersuara, ia kaget menerima kecupan itu, namun tubuhnya seakan menikmatinya.
Sementara Siska membelalakan mata menyaksikan adegan mesra dihadapannya.
" Melotot aja, entar bisa kesambet nona " bisik Faiz sesaat ditelinga Siska kemudian berlalu sambil tersenyum dan aķhirnya menghilang dibalik pintu.
***********
Faiz berjalan memasuki lift khusus setelah meeting dua jam lamanya, ia bergegas menuju ruang kerjanya
Langkah Faiz terhenti saat pintu ruangannya sudah ia buka, kemudian menoleh pada asisten pribadinya,
" Tolong cari tau segala hal tentang orang yang bernama Irvan Admaja, pengusaha muda asal kota M, dan juga merupakan putra dari salah satu pejabat dikota itu " ucap Faiz sebelum masuk dan menutup pintu
" Baik tuan, kalau begitu saya pamit " ucap asisten itu
Asisten itu pun masuk ke ruang kerjanya yang berada tepat disamping ruang kerja Faiz.
*
Beberapa saat Faiz disibukkan dengan kerjaan, matanya terus menatap layar laptop dengan dahi sedikit mengkerut yang menandakan bahwa orang itu sedang berfikir.
" Masuk.." ucap Faiz tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya
" Tuan muda, ini data serta info tentang tuan Irvan dari Admaja grup sesuai yang anda minta " ucap asisten itu, sambil meletakkan kertas kertas yang dibawa
" Okey terimakasih.." ucap Faiz, lalu menutup laptopnya
Faiz pun mulai membaca tumpukan kertas yang ada dihadapannya setelah asistennya keluar dan menutup kembali pintu ruang kerjanya,
" Irvan Admaja, usia 18tahun, masih tercatat sebagai siswa SMA, Memimpin 6 perusahaan besar didalam negri dan 2 perusahaan pelayaran diluar negri yang dinaungi bendera Admaja grup " Faiz berdecak kagum
" Hmm lumayan hebat juga boca ini, pencapaiannya dalam dunia bisnis tak bisa dianggap remeh " tambahnya lagi
Tiga jam lamanya membaca data tentang Irvan dan, " Tutt..tuttt " Faiz memencet tombol disisi mejanya
Tiba tiba pintu terbuka dan sang asisten masuk, " Ada tugas yang perlu saya kerjakan tuan? " tanya asisten itu
" Periksa kontrak kerja sama perusahaan kita, cari tau apa ada proyek kita bareng perusahaan Admaja grup " perintah Faiz
__ADS_1
Sang asisten pun pamit kembali, untuk segera melaksanakan perintah tuan mudanya.
***********
Menjelang malam Faiz baru selesai berkutak dengan kerjaannya, sebelum meninggalkan ruang kerjanya, ia melangkah ke dalam kamar pribadi yang ada disudut ruangan itu. Disambarnya handuk yang tergantung tepat didepan kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket seharian ini.
Setelah melaksanakan ritual bersih bersihnya Faiz pun bergegas keluar dan meninggalkan perusahaannya untuk kembali ke klinik dimana Lianti dirawat.
" Berhenti didepan toko bunga itu, dan tolong belikan bunga mawar putih buat nona Lianti " ucap Faiz pada asisten pribadinya
" Baik tuan muda " Asisten itu pun menghentikan mobil dan turun untuk melaksanakan perintah tuannya
Tak berselang lama, Asisten itu pun kembali dengan seikat bunga mawar putih ditangannya, " Ini bunganya tuan muda " ucapnya menyodorkan bunga dari pintu mobil belakang dimana Faiz duduk yang sebelumnya ia buka terlebih dulu
Faiz pun menerima rangkaian bunga mawar itu, sejenak memandang dan mengamati dan setelah dirasa cukup, bunga itu diletakkan disampingnya
" Ayo jalan.." ucapnya, setelah asistennya sudah duduk didepan kemudi
Mobil pun kembali melaju dengan cepat menyusuri jalan yang nampak sedikit lengan. Dan dua puluh menit kemudian sudah memasuki area parkir klinik dokter Rega, " Kamu langsung pulang aja.." ucap Faiz pada Asistennya saat akan turun dari mobil dan dibalas anggukan.
Dengan langkah lebar Faiz berjalan masuk, beberapa mata terpana memandang kagum pada laki laki tampan dan berkharisma yang menggenggam bunga mawar putih ditangan.
" Sungguh nona Lianti itu sangat beruntung ya.." selentingan suara seorang perawat yang berbicara pada rekannya sesama perawat, dan dibalas dengan decak kagum pula
Faiz hanya tersenyum mendengar ucapan ucapan disekitarnya, ia terus melangkah, " Tokk tokk tokk " ia pun mengetuk pintu setelah sampai didepan ruang rawat
" Selamat malam " ucapnya begitu ia membuka pintu
" Selamat malam mas " ucap dua wanita diruangan itu yang nampak lagi berbincang
" Sedang ngegosipin aku ya? " ucap Faiz melangkah masuk dan menghampiri dua wanita itu " Ini buat kamu..semoga aja kamu suka" menyodorkan bunga yang dibawanya pada Lianti
" Terimakasih mas, aku sangat suka mawar putih " jawab Lianti, lalu tersenyum
Siska pun beringsut dan berdiri menuju sofa memberi tempat buat Faiz duduk disisi brangkar, agar dua orang itu lebih leluasa.
-------------------
**BERSAMBUNG
Jangan lupa dukungannya, like komen vote dan rate bintang 5 agar Author lebih bersemangat menulis.
__ADS_1
Dukungan para pembaca sangat bermanfaat buat menyemangati Author dalam menulis..
Trimakasih😘**