
Pagi mendung menghiasi langit kota, seorang laki laki muda yang beberapa hari ini kurang tidur terlihat sangat kacau matanya sayu dihiasa lingkaran hitam, rambutnya yang berantakan entah sudah berapa lama tak tersentuh sisir, kulitnya yang putih terlihat sangat pucat, ia duduk seorang diri dihalaman belakang rumahnya yang mewah, " Maaf tuan muda, den Arya ada didepan. Katanya mau ketemu sama tuan muda, " asisten rumah tangga itu berdiri mematung menunggu jawaban dari tuan mudanya yang tak lain adalah Irvan.
" Suruh Arya langsung kesini aja mbak " Irvan menjawab dengan pelan tanpa menoleh sedikit pun, " Oiya mbak, sekalian bikin minum dan bawakan cemilan buat kami " tambah Irvan lagi, tatkala asisten rumah tangganya itu sudah melangkah beberapa meter.
Tak berselang berapa lama Arya pun menghampiri Irvan, " Kamu kenapa bro? ngak semangat gitu? kayak yang baru putus cinta aja nih? " celoteh Arya dengan gaya khas becandaannya, " Sorry Van, aku baru bisa kesini..kemarin aku sibuk bantuin ayahku ditoko " Arya kembali berkata dengan nada terdengar sangat serius.
" Ngak apa apa bro..aku tau kamu lagi sibuk kok " memposisikan duduknya yang tadi menghadap kolam ikan dan sekarang sedikit santai nyender dipagar pembatas kolam sejejer dengan Arya.
__ADS_1
" Aku mau minta tolong Ar..tolong cari tau nomor Lia saat ini, aku bener bener kehilangan kontak sekarang " Irvan dengan wajah memelas karena rindu yang begitu dalam pada kekasihnya yang entah dimana dan ia tidak tau lagi harus bertanyavpada siapa.
Arya yang melihat itu jadi ikut sedih. sosok Irvan yang dilihatnya saat ini sangat jauh berbeda dari sosok seorang Irvan Admaja yang selalu cool penuh pesona sehingga banyak disukai kaum hawa dan selalu menjadi andalan bagi teman temannya karena dimana pun ia selalu punya daya tarik.
" Jangan lemas gitu bro, serahin semuanya padaku. pasti dijamin beres..semangat lah bro " Arya mencoba menghibur Irvan agar bersemangat dan kembali menjadi sosok Irvan Admaja. " Aku akan berusaha mencari nomor Lia secepatnya.." ucap Arya sungguh sungguh sambil menepuk bahu Irvan.
Obrolan mereka terhenti beberapa saat karena asisten rumah tangga datang dengan nampan berisi minuman dan kemilan. setelah disajikan diatas meja kecil yang memang sudah disiapkan, " Silahkan tuan muda, den Arya " ucapnya sebelum berlalu.
__ADS_1
" Oh tunggu ku cek dulu, soalnya aku sudah ngak ingat " jawab Arya sembari mengeluarkan phonsel dari sakunya dan mulai mengecek panggilan panggilan masuk satu persatu. " Iya nih, disini masih nama Lianti.. tapi kayaknya pernah deh si Lia ada hubungi aku pake nomer yang lain.. tapi yang mana ya ?" bertanya dan menjawab. Arya seakan berbicara pada dirinya sendiri.
" Atau aku hubungi satu satu aja kali ya, nomor nomor ini ? "Arya masih berbicara sendiri sambil berfikir.
" Bro..baiknya kamu mandi dulu sono, biar aku bisa konsen cari nomor Lia..bau tau..hahahaha " candaan Arya kali ini berhasil membuat Irvan ikut tertawa.
" ### Okey bro, kalau gitu aku ke kamar dulu..lanjutin kerjaanmu dan habisin tuh kalau kurang panggil mbak mia dan minta lagi " Irvan yang kembali bersemangat pun bergegas meninggalkan Arya, dan cuma dibalas acungan jempol oleh Arya.
__ADS_1
---------------------------------------
BERSAMBUNG