
Seperti hari hari kemarin, menjemput dan mengantar Lianti pulang sekolah pun berjalan sesuai keinginan Irvan
pagi ini, " Aku duluan, kamu langsung masuk kelas jangan mampir kemana mana " ucap Lianti saat turun dari motor Irvan
" Iya sayang " jawab Irvan sambil menerima helm yang di sodorkan Lianti
Beberapa saat Irva memarkirkan dan memastikan keamanan motornya, setelah itu ia pun berjalan menuju gerbang sekolah menyusul Lianti yang sudah tak terlihat lagi di sana.
Sejak keduanya resmi berpacaran, Irvan tak lagi memarkir motornya diparkiran siswa disekolah, tapi lebih memilih parkiran masjid yang ada tak jauh dari sekolah mereka. Itu Irvan lakukan semata mata demi memenuhi keinginan Lianti untuk tetap merahasiakan dulu hubungan mereka saat dilingkungan sekolah.
" Pagi Van, ke kantin yuk..sarapan dulu" ucap seorang cewek yang kebetulan berpapasan dengan Irvan digerbang namun ajakan itu cuma dibalas senyuman sembari buru buru berjalan.
Irvan termasuk salah satu cowok yang di idolakan para cewek disekolah itu, selain karena wajah yang ganteng dan status sosialnya sebagai anak pejabat. Irvan yang selalu tampil keren dengan style ikut mode membuat cewek cewek di sekitarnya bersaing mendapatkan perhatiannya, sekalipun tak sedikit yang kecewa karena sikap cuek seorang Irvan Admaja.
**************
Didepan kelas terlihat Rara sedang menunggu Irvan dan ini kerap terjadi kalau wanita itu lebih dulu datang ke timbang Irvan.
Rara merasa dekat dengan Irvan dibanding yang lain bukan tanpa alasan, itu karena mereka sudah bertemu beberapa kali. Mulai dari mendaftar, hingga sudah benar benar diterima di SMA 75 ini.
" Hay Van, entar pulang bareng aku ya " ucap Rara yang tiba tiba bergelayut di tangan dan menjejeri langkah Irvan saat berjalan ke dalam kelas.
" Maaf Ra, aku lagi ada janji dengan teman jadi kayaknya ngak bisa " ucap Irvan menolak
" Gitu ya, gimana kalau entar malam ? " tanya nya lagi dengan penuh harap
" Maaf banget Ra, aku ngak bisa " jawab Irvan lagi lagi menolak
__ADS_1
" Yah Irvan ma gitu, padahal mama hari ini bikin kue dan suru ngajak kamu ke rumah " ucap Rara kecewa
Irvan sedari tadi mencoba melepaskan tangan Rara yang berjalan di sampingnya, sesaat dia melirik Lianti yang duduk di bangkunya dan juga menatapnya.
Mereka saling berpandangan beberapa lama, lalu Lianti tersenyum dan membuang pandangannya kesembarang arah.
Irvan tidak peka kalau kekasihnya kesal dengan sikap Rara yang sok dekat padanya, langsung saja berjalan melewati Lianti dan duduk dibangkunya.
Dan beberapa saat kemudian bell tanda masuk berbunyi dan pelajaran pun dimulai.
*********************
Lianti keluar dari ruang Osis setelah tadi ikut rapat dan ijin di jam pelajaran ke dua, langkahnya terhenti saat ada yang memanggil namanya.
" Erika Lianti,... tunggu " ucap orang itu
" Iya ada apa? " Sesaat dipandanginya wajah pemilik suara itu, dari penampilan dan seragam yang digunakannya menandakan kalau ia bukan siswi sekolah ini.
" Bisa ngobrol sebentar? " ucap wanita itu
" Boleh, kita ngobrol dikantin aja kalau gitu " ucap Lianti sambil menunjuk ke suatu arah
Sambil berjalan Lianti bertanya tanya dalam hati siapa wanita ini dan ada urusan apa dengannya, sampai harus mencarinya ke sekolah
Sesampai di kantin yang letaknya bebepa meter dari gerbang utama sekolah, lianti mempersilahkan cewek itu duduk
" Kenalkan aku Emilia, apa Irvan ngak pernah cerita soal aķu? " ucap wanitak itu mengulurkan tangan ke arah lLanti
__ADS_1
" Ooo Emilia, Irvan pernah bilang kalau kamu temannya sejak kecil " jawab Lianti sambil tersenyum
" Kamu tahu, buat aku Irvan bukan sekedar teman sejak kecil tapi jauh lebih dari itu. aku sangat mencintai Irvan "
Senyuman manis lianti seketika terhenti, dia terkejut mendengar kalimat yang di ucapan Emilia barusan
" Apa Irvan tahu itu? " ucap Lianti pelan
" Ya, Irvan pasti tahu karena sejauh ini kami sangat dekat dan ngak ada masalah. tapi sejak saat kamu masuk belakangan ini, Irvan mulai berubah " jawab Emilia tegas
" Maaf, aku ngak tau maksud kamu " ucap Lianti menunduk, mencoba menyembunyikan perasaannya yang sudah tak karuan
" Kita sama sama cewek, kamu pasti tau gimana yang ku rasain. jadi aku mohon jauhi irvan " kata emilia
Lianti tak bisa berkata apa apa lagi, ia hanya diam dan mendengar apa yang Emilia katakan
" Irvan pernah jadian dengan beberapa cewek sebelum kamu, namun pada akhirnya mereka bubaran juga dan semua itu diceritain ke aku karena menurutnya cuma aku yang bisa ngertiin dirinya " ucap Emilia dengan percaya diri
" Maaf aku harus kembali ke kelas sekarang " jawab Lianti yang tiba tiba bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Emilia tanpa menoleh lagi
-------------------------------
BERSAMBUN
Author minta maaf kalau masih terdapat banyak kekurangan, ini karya pertama dan masih tahap belajar...
jadi mohon dukungan agar bisa makin meningkatkan semangat belajar dan menciptakan cerita yang menarik🙏🙏🙏
__ADS_1