SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
SI KUNTI ATAU SUSTER NGESOT ?


__ADS_3

Irvan terbangun dari tidur lelapnya saat matanya terasa silau oleh cahaya matahari yang masuk dari cela cela horden di jendela kamarnya, di kucek kuceknya kedua matanya dan melakukan perenggangan otot dengan menghentak hentakkan persendian.


" Uhh aku benar benar lelah rupanya, sampe melewatkan makan malam. hmmm dasar cewek kalau belanjang udah ngak ingat waktu, bahkan ngak ada capek capeknya " ucap irvan menatap jam dinding dan sekeliling kamarnya yang cukup berantakan. kemarin begitu sampai rumah, irvan langsung masuk kamar dan merebahkan diri di atas kasur empuknya setelah membuka seragam sekolahnya yang di lempar kesembarang arah. ia begitu lelah seharian menemani luna berbelanja.


Karena ini hari sabtu jadi tak seperti hari hari lain, dari senin sampai jum'at biasanya kalau sudah jam setengah tuju dan irvan belum nongol di ruang makan, maka asisten rumah tangga akan menghampiri kamarnya dan membuat keributan di depan sana dengan menggedor gedor pintu sampai irvan bangun, dan itu atas perintah mamanya.


Setelah kesadarannya benar benar sudah terkumpul dan tubuhnya sudah merasa enakkan, irvan pun bangkit dan berjalan menuju jendela. di singkapnya horden atau tirai penutup jendela kaca kamarnya itu. lalu di bukanya pintu yang menghubungkan kamarnya dan balkon di samping jendela itu, lalu ia pun melangkah keluar dan berdiri di sana sambil berpegangan pada teralis besi pengaman yang menjadi pembatas balkon.


Di hirupnya beberapa kali udara yang masih terasa begitu sejuk, padahal jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. kemudian kembali berjalan ke dalam kamar dan meraih gagang telepon yang tergantung di dinding tak jauh dari tempat tidurnya dan tepat di atas nakas, " Mbak, tolong bawa sarapan ke kamar aku sekarang " ucap irvan setelah memencet salah tombol angka di telepon itu.


Setelah itu ia pun langsung menyambar handuk yang tergantung rapi di samping lemari, lalu bergegas masuk ke kamar mandi.


Hampir tiga puluh menit irvan menyelesaikan ritual mandinya dan keluar kamar dengan badan dan rambut yang masih basah. kamarnya sudah terlihat rapi, seragam sekolah yang tadi berserakan sudah tidak nampak bahkan keranjang cucian di sudut ruangan pun sudah di ambil, ia langsung menuju meja sofa dimana sarapannya sudah di siapkan oleh asisten rumah tangga.


Selesai sarapan irvan meraih phonselnya dan di aktifkan lalu kembali ke balkon, " Hallo sayang..lagi ngapain? sudah sarapan? eh kemarin pulangnya jam berapa? " celoteh irvan begitu panggilan teleponnya di angkat


" Waalaikumsalam, kalau nelpon tuh kasih salam dulu napa..ini malah nanyak bejubel gitu hehehe " ucap wanita di telepon itu

__ADS_1


" Hahaha maaf efek kagen ini, Assalamualaikum sayangku.." irvan terdengar bahagia mendengar candaan wanita yang sangat dia cintai itu.


" Oiya van, ini aku dapat undangan ulang tahun. sepertinya dia siswi baru di kelas mu itu ya? " tanya lianti


" Oo kamu di undang juga ya? kok bisa? " irvan merasa heran


" Semua pengurus osis di undang dan kalau ngak salah pengurus semua organisasi di sekolah juga pada di undang..hebat ya luna itu? " lianti agak sinis


" Gitu ya, jadi ceritanya kamu mau datang nih? " irvan agak hati hati


" Yah kalau memang gitu, baiknya di rumah aja bantuin mami. lagian kamu juga ngak kenal kenal amat sama luna " irvan merasa legah


" Iya tau kok, yang kenal banget sama si luna luna itu kan cuma irvan doang.." sindir lianti


" Ih apaan sih sayang, bukan itu maksudnya. mami bisa kerepotan kalau di tinggal kamu, gitu loh " irvan tergelak. ia takut kalau sampai lianti marah dan menjauhinya lagi, irvan benar benar merinding mengingat sikap lianti saat marah


" Iya iya tau kok, becanda doang..ini kamu nanggapinnya serius amat " lianti dengan nada tenang

__ADS_1


" Bukan apa apa, takutnya kamu marah..serem tau ngak sih sayang? hehehe " ucap irvan jujur


" Mang aku si kunti atau suster ngesot, kok serem ya? " lianti protes


" Waduh..salah ngomong lagi..maaf sayang " irvan menepuk nepuk mulutnya pelan


" Ngak apa apa kok, kan becanda doang. iya kan? " ucap lianti santai. " Oiya van, udah dulu ya..aku mau lanjutin bantuin mami siapin buat acara asiran entar malam "


" Oh lagi sibuk ya sayang, iya deh kalau gitu..l love you..muachhh " ucap irvan


" Love you too sayang..Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Sambungan telepon pun terputus dari sana, irvan agak sedikit legah lianti tidak akan menghadiri undangan luna. ia sangat khawatir jika lianti hadir dan terjadi salah faham lagi, mengingat luna begitu sering bersikap manja padanya dan ia tidak enak kalau mengelak karena selama ini luna baik dan banyak membantunya.


--------------------------

__ADS_1


__ADS_2