SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
RUMAH IRVAN


__ADS_3

" Permisi.., irvan ada di rumah pak? " ucap seseorang sambil memarkirkan motornya di depan pagar


" Maaf, nama anda siapa ? " tanya security itu sopan


" Saya arya pak, teman sekolahnya irvan " ucapnya dengan senyum


Beberapa saat setelah terlihat menelpon ke dalam rumah, " Silahkan lewat sini, tuan muda sudah menunggu anda " ucap security itu dan mengantar arya sampai depan pintu utama.


" Busettt, ini rumah apa istana ? mewah banget " ucap arya dengan mata terbelalak saat berjalan melewati beberapa ruangan. dengan di antar oleh salah satu asisten rumah tangga arya pun berjalan menuju taman belakang dimana irvan lagi duduk di tepi kolam renang


" Ow..rupanya tuan muda lagi mau berenang " ucap arya begitu berdiri di belakang irvan


" Apaan sih, nyantai aja bro " jawab irvan sambil bangkit dari duduknya. " kita duduk di sana aja " tambahnya lagi menunjuk ke arah gasebo yang di kelilingi kolam ikan.


" Oiya, mau minum apa nih mas bro? " tanyanya lagi pada arya yang berjalan di sampingnya..


" Apa aja deh, aku ngak milih milih kok orangnya " jawab arya yang terus memandang kagum apa yang ada di tempat itu


" Ok.." irvan, " Mbak tolong bawain minuman sama cemilan buat kami, atau sekalian makan siangku juga di bawain kesini aja. aku mau makan bareng temanku ini " perintah irvan pada asisten rumah tangganya


" Baik tuan muda.." ucap asisten rumah tangga itu sebelum berlalu pergi

__ADS_1


" Wah enak bener hidup kamu van, rumah gedongan, mau apa aja tinggal perintah " celoteh arya yang sedari tadi hanya di tanggapi senyuman oleh irvan


" Mang ada apa bro, sampai nyamperin aku ke rumah ? " potong irvan, mengalihkan topik


" Eh iya, sampai lupa..hehehe " arya tertawa. dan kemudian mengeluarkan kotak yang tadi di ambil dari rumah lianti


" Ini ada titipan dari lia, buat kamu " ucap arya sambil nyodorkan kotak yang terbungkus rapi itu


" Kamu ketemu lia, ar ? " tanyak arya serius


" Ngak tuh, tadi pagi lia nelpon..aku di suru ke rumahnya, tapi sampai sana orangnya ngak ada dan aku cuma ambil kotak ini doang " jawab arya menjelaskan


" Kalian lagi brantem ya? kok pada aneh gini sih bedua? " tanyak arya


Percakapan mereka pun terhenti, saat beberapa asisten rumah tangga datang dan membawa hidangan makan siang pesanan tuan mudanya


" Silahkan tuan muda, silahkan de.." ucap salah satu asisten rumah tangga itu pun terpotong dan menatap ke arah arya


" Saya arya mbak.." ucap arya spontan


" Silahkan makan tuan muda, den arya.." ulang asisten rumah tangga itu lagi, kemudian segera meninggalkan tempat itu dengan di ikuti rekannya yang lain.

__ADS_1


" Silahkan bro, jangan malu malu..nyantai aja " ucap irvan sambil menyodorkan piring pada arya


Mereka pun makan dengan hikmat, tak ada percakapan lagi. yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang bertemu di atas piring.


Setelah selesai makan, irvan mengajak arya ke lantai atas, di sana mereka berdua menghabiskan waktu sambil bermain game.


" Bro, gimana kalau kamu nginep disini aja? " ucap irvan tanpa memalingkan wajahnya dari layar 70 inc yang tergantung mewah di dinding ruangan dan dengan tangan yang terus bergerak searah permainan game yang di tampilkan di layar besar itu


" Lain kali aja lah bro, aku kan ngak ijin. entar orang rumah pada khatir tuh " jawab arya yang juga sibuk dengan benda di tangannya dan juga menatap layar besar.


" Ok deh, tapi kamu kapan kapan nginep disini bro..biar kita bisa main game ampe bener bener ada yang nyerah kalah..hahaha " kata irvan yang di sertai tertawa. seakan akan lupa dengan masalahnya dengan lianti.


Malam pun tiba, setelah makan malam arya pun bergegas pulang dan berpamitan pada orang tua irvan yang lagi santai di ruang tengah


" mah..pah..ini arya mau pamit pulang " ucap irvan yang langsung di sambut senyuman oleh ke dua orang tua itu..


" Om..tante, arya pamit pulang.." ucap arya setelah salim pada mereka


" Nak arya sering sering lah main kesini " kata mama irvan yang di angguki oleh papa irvan


" iya tante, makasih..mari..Assalamualaikum" ucap arya lagi sebelum berjalan ke arah pintu utama

__ADS_1


 


__ADS_2