SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU


__ADS_3

Luna memasuki cafe dengan wajah ceria, setelah beberapa saat celingak celinguk mencari seseorang, ia pun melanjutkan langkahnya menuju meja pojok dimana seorang laki laki duduk sendiri dan terlihat sibuk dengan phonselnya, " Sudah lama nunggunya? kangen ngak ya? " goda Luna sembari menepuk bahu laki laki itu sebelum menghempaskan bokongnya disofa.


Seketika laki laki itu pun tersentak dan mendongak, kemudian memasukkan phonsel yang sejak tadi di pegangnya ke dalam saku, " Sebenarnya apa mau kamu? " ucapnya tanpa basa basi.


" Tenang, slow sayang. Biasanya juga kita berlama lama disini kan? menghabiskan malam minggu berdua? " ucap Luna dengan santainya. Kemudian ia memanggil pelayan dan memesan minuman serta cemilan buat mereka berdua.


" Ngak usah bertele tele, cepat katakan apa mau mu? " laki laki itu terlihat sudah tak ingin berlama lama.


" Kamu kenapa sih Van? kenapa sikap kamu jadi berubah begini ke aku? kurang apa aku hah? " bentak Luna yang kesal dengan sikap Irvan.


" Kecilkan suara mu, ini tempat umum " Irvan benar benar merasa jegah.


" Kamu tuh yang bikin kesel, tau ngak? " ucap Luna sewot namun sedikit pelan.


" Hmm okey, sekarang aku tanya baik baik..mau kamu apa? kenapa terus ngancem aku dengan foto foto itu? " tanya Irvan dengan nada tenang namun penuh penekanan.


" Van, kamu masih tanya mau aku apa? kan sudah jelas banget tuh..." Luna sengaja menggantung kalimatnya.

__ADS_1


" Aku samasekali ngak tau mau kamu apa Luna? jadi jangan bertele tele, bilang aja cepat " ucap Irvan sembari memijat pelipisnya.


" Aku mau kamu Van..! aku mau kita tunangan segera! apa sudah jelas? " Luna menatap Irvan dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Bullshit " Irvan mengusap wajahnya kasar, " Apa kamu sudah gila? aku ngak pernah mencintai kamu Lun, kamu tau itu kan? " Irvan berusaha mengontrol diri agar tak lepas kendali dan terpancing emosi.


" Cinta itu bisa datang dengan sendirinya kok, selama kita mau sering bareng kayak kemaren kemaren itu " ucap Luna yakin.


" Lun, kalau kamu minta aku datang cuma untuk mendengar ini, baiknya aku pergi sekarang " ucap Irvan tegas dan bergegas berdiri.


" Mau kembali duduk, atau foto foto ini aku viralkan? " ancam Luna.


Tak berselang lama pelayan itu pun berlalu setelah selesai dengan tugasnya menghidangkan minuman dan cemilan diatas meja, " Kalau kamu ingin duit tinggal sebutin nominalnya, aku akan transfer sekarang. Atau kamu mau perhiasan? tinggal tunjuk dimana tokonya. Tapi aku minta jangan lagi kamu mengusikku " ucap Irvan dengan nada pelan namun tegas.


" Hahaha kamu fikir aku kekurangan duit? aku memang bukan anak pejabat seperti kamu, tapi aku ngak pernah kekurangan duit " Luna merasa tersinggung.


Irvan serasa sudah kehabisan akal menghadapi sikap Luna yang terus memaksanya, " Serpertinya tak ada lagi yang bisa di omongin, kalau begitu aku permisi masih banyak kerjaan yang harus ku selesaikan " ucapnya bergegas berdiri.

__ADS_1


" Kamu ngak boleh pergi Van, aku ngak bakal ngebiarin kamu ninggalin aku.." ucap Luna panik melihat Irvan melangkah menjauh, " Aku akan sebarin foto foto itu " teriak Luna saat Irvan semakin menjauh.


" Terserah..." ucap Irvan seketika menghentikan langkahnya sejenak tanpa menoleh, dan setelah itu ia melangkah kembali.


" Irvan Irvan kembali kamu..Irvannnnn " Luna berteriak bak kesetanan tatkala Irvan menghilang keluar cafe.


*


Dengan langkah cepat Irvan menuju parkiran cafe, kemarahannya yang sudah memuncak membuatnya ingin mengamuk. Seketika ia menendang udara melupkan emosi yang sudah di ubun ubun, " Aaahhhh " teriaknya.


Setelah puas teriak dan lelah mengamuk melawan angin, Irvan sejenak bersandar pada pintu mobilnya mengatur nafas sambil memejamkan mata. Beberapa saat ia terdiam sebelum memutuskan masuk ke dalam mobil.


" Kamu fikir bisa ngancem aku? dasar wanita sinting " umpat Irvan sembari memukul stir di depannya, kemudian ia mengeluarkan phonsel dari sakunya dan menghubungi seseorang, " Aku minta rebut phonsel wanita itu malam ini, aku ngak mau tau gimana caranya, ingat ya malam ini " perintah Irvan dengan suara penuh penekanan pada orang disebrang telpon dan langsung mengakhiri panggilan.


Dengan ekspresi yang sulit diartikan Irvan memasukkan kembali phonselnya, lalu menghidupkan mesin mobil dan langsung tancap gas meninggalkan cafe.


-----------------------------------

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2