
Adli melambaikan tangan pada seseorang yang baru saja masuk di cafe itu, sosok yang sejak tadi mereka tunggu tunggu.
" Apa kabar, dim? tadi tiba jam berapa? " adli mengulurkan tangan dan mulai bertanya saat laki laki itu sudah duduk di kursi kosong di sisi lain dari meja yang mereka tempati saat ini. " Oiya, kenalin ini irvan teman SMP aku " lalu berbalik pada irvan, " Van, ini dimas temanku dari kalimantan " irvan dan dimas pun bersalaman.
" Alhamdulillah seperti yang terlihat saat ini aku sehat " jawab dimas sembari tersenyum, setelah itu," Maaf ya aku terlambat, mungkin kalian sudah nunggu lama sekali lagi maaf. tadi tibanya sih sekitar tiga jam lalu tapi aku check in dulu biar ngak nentengin koper ke sini " ucap laki laki yang di sapa dimas itu lalu tertawa kecil mengingat kekonyolan kalau harus mengeret kopernya ke cafe tempat mereka janjian ini.
" Eh ngomong ngomong ada apa nih? kayaknya penting gitu ? " tanya dimas setelah memesan minuman pada pelayan.
" Gini dim, temanku irvan ini lagi ada masalah dan butuh bantuan kamu " adli memulai masuk ke inti tujuannya mengajak dimas bertemu.
__ADS_1
" Kalau aku bisa pasti aku bantu, kira kira bantuan kayak gimana ya? " jawab dimas menatap adli dan irvan bergantian.
" Kamu ingat si lili kan? cewek yang kamu ceritain waktu itu, yang beberapa kali nyamperin ke rumahmu? " adli mencoba mengingatkan dimas.
" Ada apa dengan cewek gila itu? " dimas mengernyitkan dahi belum faham arah obrolan adli.
" Lili dan emili adalah orang yang sama, dan kasus kalian hampir mirip. bedanya waktu itu dimas cukup tanggap dan cerdik hingga bisa membalikkan keadaan, namun di kasus irvan ini dia terlalu percaya sama cewek itu, bahkan mereka sahabatan "
" Iya aku di jebak, bahkan aku mendapati diriku terbangun di kamar hotel dan wanita itu tertidur pulas di sampingku " irvan menceritakan dengan ekpresi kesal bahkan tak lagi mau menyebut nama emilia.
__ADS_1
Irvan menceritakan kejadian malam itu tanpa ada yang di tutup tutupi, sesekali adli ikut menimpali dan membenarkan apa yang di katakan oleh irvan.
Setelah obrolan yang cukup alot antara tiga laki laki tampan, sampailah mereka pada kesimpulan dan rencana apa yang akan mereka lakukan untuk membantu irvan keluar dari masalah ini. mereka berencana menjebak emilia dengan mempertemukan mereka bertiga.
" Gimana kalau sekarang aja, cewek itu di ajak ketemuan di sini ? " adli mengusulkan agar eksekusi penjebakan emilia di lakukan saat itu juga, ia menatap dimas dan irvan bergantian.
Irvan mengangguk setuju, " Aku sih setuju setuju aja, aku telpon cewek itu sekarang dan minta dia ke sini. menurut kamu gimana dim? " menunggu persetujuan dimas.
" Kalau kalian berdua sudah setuju, aku sih tinggal iya aja. sekarang juga ngak apa apa, aku juga kayaknya kangen sama tuh cewek " ucap dimas bercanda mencairkan suasana yang sejak tadi agak sedikit tegang. dan akhirnya mengundang tawa mereka bertiga.
__ADS_1
Setelah menyiapkan dua rencana dan strategi penjebakan, " Hmm, okey aku siap " irvan yang mendapat tugas untuk bersikap seolah olah menerima dan mau bertunangan dengan emilia berulang kali di ingatkan untuk tidak terbawa emosi saat berhadapan dengan wanita itu agar kebohongannya terungkap dan semua masalah terselesaikan.