
" Faiz yang sudah beberapa saat menatap lianti yang duduk dan tenggelam dalam kbisuan, diam seribu kata. mobil sudah diparkirnya dengan rapi di depan sebuah villa. " lianti..erika lianti..hey..kamu ngak apa apa kan? kita sudah sampai, ayo turun "
Lianti tersentak dari lamunan, kaget tatkali faiz memanggil manggil namanya, " I..iya mas, sudah sampai ya? " melihat sekeliling kemudian merapikan rambutnya sedikit berantakan.
Belum saja pintu mobil di bukanya, " Wow indah banget, aku bisa kesana mas? " menunjuk ke arah air terjun yang mengaliri sungai yang di hiasi hamparan bebatuan di mana mana membuat sejuk mata yang memandangnya.
" Kita masuk dulu, entar kalau kerjaanku sudah beres..kita jalan jalan di sekitar sini " ucap faiz sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, ia yang memang ada jadwal meeting dengan klien terlihat sibuk mengatur berkas berkas yang ia bawa.
Beberapa saat kemudian, " Ayo turun kita turun.." setelah menyerahkan kunci mobil pada penjaga villa, faiz mengajak lianti masuk ke dalam villa dan berjalan ke ruang makan, " Sekarang baiknya kamu makan dulu..lalu istirahat di kamar itu..nanti aku kabari setelah kerjaanku selesai " menunjuk sebuah kamar yang terletak di lantai atas namun sangat jelas terlihat dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
" Oiya aku tinggal ngak apa apa kan? kalau butuh sesuatu, kamu bisa panggil mang ujang pake intercom yang ada di sudut setiap ruangan. faiz pun berlalu setelah lianti mengangguk tanda mengerti.
----------------------
Di kota lain, " Lama juga mandinya ya bro? " arya yang sejak tadi cukup sabar menunggu irvan, hampir dua jam lebih laki laki itu baru selesai dengan ritual mandi dan berdandannya.
" Gimana kabar lianti ar ? di mana dia saat ini? apa yang sedang di lakukannya di sana? " irvan dengan nada menggebu gebu menghujani arya dengan pertanyaan pertanyaan dan berharap mendapat jawaban sesuai seperti yang ia fikirkan.
" Hmmm..aku sudah ngak sabar pengen dengar suaranya ar..kangen banget aku sama dia.." mata irvan kembali berbinar binar saat mengngungkapkan suara hatinya, suara hati yang sudah di tahan sejak tak bisa komunikasi dengan lianti.
__ADS_1
Mata itu begitu memancarkan rasa rindu yang tak terbendung.
" Sabar bro, lianti akan segera pulang. katanya dia kesana cuma pengen liburan aja.." arya mencoba menyemangati irvan agar tidak lagi kembali terpuruk seperti kemarin kemarin. walau sebenarnya arya sama sekali tidak tau masalah apa yang terjadi pada irvan dan lianti, namun ia yakin kalau rasa sayang kedua temannya ini sangatlah besar dan tidak main main.
-----------------------------
...Dikamar mewah dengan interior modern, nampak seorang wanita muda sedang berbaring namun sama sekali tidak tidur. matanya terus menatap takjub seisi kamar, sesekali pandangannya menatap ke arah jendela besar yang ada di kamar itu. suasana indah dan sejuk yang menyeruak seakan ingin memamerkan maha karya yang sempur dari sang Pencipta....
Lianti berusaha menghilangkan ingatan ingatakan soal hubungannya dengan irvan agar ia bisa benar benar menikmati keindahan alam yang sejak tadi di lihatnya .
__ADS_1