
Irvan merasa legah menatap lianti yang tidak lagi kesakitan dan kini tertidur setelah di berikan suntikkan oleh dokter
" Gadis bodoh, kamu begitu nekad melindungiku sampai membahayakan dirimu sendiri " ucap irvan sambil membelai rambut lianti
Tiba tiba pintu terbuka dan beberapa orang masuk menghampiri irvan
Irvan menggeser posisi duduknya agar orang orang itu bisa melihat lianti
" Gimama kondisinya? " tanya salah seorang dari mereka pada irvan
" Kayaknya obatnya sudah bereaksi pak, dan mungkin rasa sakitnya mulai berkurang " jawab irvan tanpa melepaskan pandangan dari lianti
" Oiya, orang tuanya sudah di hubungi? " tanya orang itu lagi
" Sudah pak, tadi pak anwar yang menelpon " jawab irvan lagi
Pak Anwar yang baru saja di bicarakan sudah berdiri di pintu
" Pak kepala sekolah dan ibu wali kelas sudah di sini, baru saja saya mau telpon bapak untuk memberitahukan kondisi murid ini " ucap pak anwar yang membuat semua orang menoleh
" Saya baru saja dari ruangan dokter, katanya semuanya baik baik saja tidak ada luka yang serius, kondisi lianti akan segera pulih setelah beberapa hari istirahat " ucap pak anwar lagi
" Syukurlah kalau tidak ada luka serius, kalau begitu kami permisi " jawab pak kepala sekolah mewakili para guru yang datang bersamanya
Pak anwar pun mengantar pak kepala sekolah dan rekan rekannya sesama guru keluar dari ruang perawatan lianti
FLASH BACK ON
__ADS_1
Lianti yang di bawah ke UKS terus menangis kesakitan, obat yang di minumnya seakan tidak mengurangi rasa sakit di perutnya.
karena memang peralatan dan obat obat yang ada di UKS ini terbatas pada pertolongan pertama saja
Tak berselang beberapa menit pak anwar masuk dan terlihat berbicara dengan siswa petugas piket UKS, setelah pak anwar kembali keluar para petugas itu sibuk menyiapkan tandu, tidak berselang berapa saat lianti di pindahin ke tandu dan di bawah ke mobil pak anwar
" Maaf pak, lianti mau di bawah kemana? " tanya irvan pada pak anwar saat mendengar guru itu meminta tanda tangan seorang penanggung jawab UKS
Irvan dan leon berada di UKS untuk di obati luka lukanya
" Mau di bawah ke rumah sakit, takutnya ada luka dalam yang serius " jawab pak anwar, sambil menatap tajam ke irvan dan leon bergantian.." oiya, kalian berdua berdua setelah ini silahkan ke ruang BK " katanya lagi sebelum keluar dari ruang UKS
Irvan yang mendengar itu, langsung berdiri dan menyusul pak anwar keluar, dengan wajah sangat berharap
" Pak saya mau ikut ke rumah sakit menemani lianti, mohon ijinkan "
" Kamu harus ke ruang BK untuk menyeselaikan masalahmu dengan leon " ucap pak anwar tanpa menoleh
ucap irvan dengan memelas, sambil menjejeri langkah pak anwar menuju parkiran sekolah
" Hmmm baiklah, ayo naik " kata pak anwar saat akan membuka pintu mobil
Tanpa buang buang waktu irvan langsung naik ke mobil dan duduk di dekat kepala lianti yang di baringkan di jok belakang mobil pak anwar.
lianti masih terus meringis dan menangis kesakitan, " Tahan ya sayang, kita akan ke rumah sakit " ucap irvan dengan pelan sambil mengelus elus kepala lianti
Kemudian mobil yang di kemudikan oleh pak anwar pun melaju meninggalkan SMA 75 menuju rumah sakit
__ADS_1
**### FLASH BACK OFF
Hampir dua jam lamanya lianti tertidur dan tetap di tunggui irvan yang duduk di sampingnya.
" Van.., kamu masih disini? " ucap lianti saat membuka matanya dan melihat irvan " kenapa ngak pulang? " sambil menarik tangannya yang sejak tadi di pegang irvan
" Li.., kamu sudah bangun? gimana perutnya sudah ngak sakit? " ucap irvan yang mencoba tenang walau sangat sedih dengan sikap lianti
Pintu yang tiba tiba di buka oleh seorang wanita yang terlihat anggun dengan stelan busana kantor
" Lia kamu kenapa nak " kata wanita itu langsung memeluk lianti, di matanya terlihat jelas rasa khawatir pada putrinya yang terbaring lemah
" Ngak apa apa mi, cuma musibah kecil kok " ucap lianti menenangkan maminya
" Sebenarnya apa yang terjadi nak? " mami lianti
" Udah lah mi, kan lia baik baik aja nih " lianti
" Oiya van.., kamu baiknya pulang istirahat. ada mami yang nungguin aku di sini " ucap lianti pada irvan yang masih berdiri tidak jauh di belakang maminya
Mami lianti menoleh ke irvan
" Iya, pulang aja dulu. ini sudah sore orang tua nak irvan pasti sudah nyariin "
" Iy tante, kalau gitu irvan pamit pulang dulu " ucap irvan dengan pelan
Setelah berpamitan irvan pun meninggalkan anak dan ibu itu di ruang perawatan rumah sakit, berjalan dengan gontai karena dalam hati irvan sebenarnya tak mau beranjak sedikit pun.
__ADS_1
AUTHOR AKAN TERUS BERUSAHA MELANJUTKAN CERITA KISAH LIANTI INI, DAN BERHARAP KEDEPANNYA BANYAK YANG BACA