
Lianti terbangun mendengar alarm berbunyi dari phonsel miliknya, diliriknya jam didinding dikamar itu, " Hmm sudah jam 6 pagi " ia pun bergegas ke kamar mandi
Satu jam berlalu Lianti sudah menuruni anak tangga sambil menyeret koper miliknya, " Selamat pagi om, tante, kak siska " sapanya pada tiga orang yang sedang menikmati sarapan
" Pagi, jadi..kamu pulang hari ini? " tanya om Arman
" Iya om, Lia sudah banyak ketinggalan pelajaran dan sebentar lagi ujian " ucap Lianti
" Lah katanya lagi liburan, mami kamu juga bilangnya liburan gitu loh. Kenapa sekarang malah ketinggalan pelajaran? " tanya Bu Weni agak curiga.
Lianti menjadi gugup, " Bubukan begitu tante.." ucapnya menggantung
" Mah, Lia lagi merintis usaha. Bisnis kecil kecilan dan kemarin itu dia dibantu mas Faiz habis ketemu dengan beberapa pemasok barang " Siska dengan cepat angkat suara, agar ibunya tidak makin curiga
" Sudah sudah, ngak usah dibahas lagi. Kita sebaiknya sarapan, ayo makan dulu " pak Arman pun ikut bicara
Mereka pun menyantap menu sarapan tanpa bersuara lagi, berselang 10 menit seorang pelayan masuk. " Maaf tuan, diluar ada tuan Faiz " ucapnya
" Persilahkan masuk dan langsung antar ke sini aja bik, biar sekalian ikut kita sarapan " Siska terlihat senang
" Baik non.." pelayan itu pun pamit keluar
Tapi tak berselang beberapa lama pelayan itu datang lagi, " Kata tuan Faiz, kalau boleh non Lianti jangan lama lama sarapannya karena pesawatnya sudah siap "
Seketika semua mata diruangan itu melihat ke arah Lianti, seolah minta penjelasan
" Kamu balik diantar pesawat pribadi keluarga Wijaya? " tanya bu Weni agak sinis
" Ngak tau juga sih tante, karena aku kan biasanya saat mau berangkat beli tiketnya dibandara " jawab Lianti, kemudian segera menghabiskan roti yang masih tersisa dipiringnya
Setelah selesai sarapan Lianti pun berpamitan pada om, tante dan sepupunya Siska. lalu bergegas keluar menemui Faiz, di ikuti oleh pak Arman dari belakang.
Faiz pun langsung menyambut, dengan cepat diambilnya koper dan barang bawaan Lianti. Kemudian dimasukkan ke bagasi, " Ngak ada lagi? " tanyanya saat akan menutup pintu bagasi.
" Ngak ada, cuma itu aja kok mas " jawab Lianti
Setelah itu mereka pun pamit pada pak Arman dan berjalan menuju mobil, sesaat kemudian mobil pun bergerak perlahan menuju jalan raya
__ADS_1
*
Sementara itu didalam rumah, bu Weni memandang kepergian mobil mewah milik Wjaya grup dari jendela ruang makan dengan hati yang sangat kesal.
Begitu juga dari balkon atas, Siska berdiri menatap mobil mewah yang keluar dari halaman rumahnya dan menghilang ditikungan jalan dengan hati hancur, Walau merasa iri pada Lianti atas perasaan dan perhatian Faiz namun ia mencoba untuk tidak menyalahkan Lianti dalam hal penolakan Faiz pada dirinya.
**************
" Mas beneran mau ikut ke kota M? Kan mas Faiz orang sibuk, gimana tuh kantornya kalau CEO nya kelayapan ampe ke kota M? " canda Lianti
" Lah kan situ yang ngajak, syukur syukur kalau langsung dikenalin sama calon mertua. Wih sungguh bahagia CEO muda ini " balas candaan Faiz
" Idih apaan sih mas Faiz ini, becanda mulu " ucap Lianti tersipu malu
" Ngak becanda sayang, seriusan loh ini. Minta dilamar sekarang juga boleh, tinggal jemput dan ajak orang tua aku " ucap Faiz santai
Lianti semakin tersipu dan salah tingkah, ia menunduk dan meremas ujung bajunya
" Gimana, sayang? mau? " goda Faiz sambil melirik dan tersenyum
Tak dapat respon dari Lianti, Faiz pun makin jail, " Baiklah karena kamu diam, aku artiin aja mau. kalau gitu aku telpon papi dulu ya.." Faiz menepikan mobil dan mengeluarkan phosel dari saku jaketnya
" Mau telpon papi dan mami " jawab Faiz pura pura bodoh
" Mau ngapain pake telpon orang tua mas Faiz? " Lianti makin panik
" Lah kan tadi minta dilamar sekarang? iya kan? " Faiz menahan tertawanya
Pengaruh panik tiba tiba Lianti merebut phonsel Faiz, " Udah dong mas, ayo jalan.Tadi katanya pesawat sudah nungguin? " Lianti tak berani menatap Faiz
" Hahaha, kenapa wajahmu jadi seperti kepiting rebus gitu? " Faiz pun tak lagi bisa menahan tertawanya
Tapi kamu sangat manis kalau lagi salah tingkah gitu. Aku jadi gemes lihatnya " ucapnya lagi menatap Lianti yang sejak tadi tertunduk malu
Seketika Faiz menyentuh dan mengangkat dagu Lianti dengan sebelah tangannya, " Jika suatu saat tangan itu terlepas dan kamu kehilangan arah maka berbaliklah, Aku ada dibelakangmu dan menunggu sampai kamu benar benar mau dan siap jadi nyonya Faris Candra Wijaya " ucap Faiz serius
Lianti hanya menatap nanar, ia tak sanggup berkata kata.Dan tanpa sadar air bening sudah membasahi kedua pipinya
__ADS_1
" Hey jangan menangis, kamu itu terlihat jelek saat menangis. Tersenyumlah " Faiz menghapus air mata Lianti dan tersenyum pada wanita itu
" Ayo kita berangkat, pesawatnya udah nungguin kita " Faiz lalu kembali melajukan mobil
********
Menjelang siang pesawat pribadi keluarga Wijaya pun mendarat dibandara kota M. Para awak pesawat yang sudah bersiap siap untuk turun terpaksa harus bersabar karena tuan muda dari keluarga Wijaya yang berada dipesawat itu belum memberi perintah.
Beberapa saat kemudian, " Hooamm " Lianti terbangun, " Mas Faiz " ucapnya saat ia mengangkat kepala dan melihat Faiz
" Iya sayang, tidurmu nyenyak sekali. Sampai aku ngak tega ngebangunin " Faiz lagi lagi tersenyum pada Lianti
Sebelum meninggalkan pesawst Faiz sejenak merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku, sejak lepas landas tadi ia tak bergerak sama sekali karena Lianti bersandar dibahunya dan tertidur begitu pulas.
" Mas, aku telpon ke rumah dulu ya..biar minta sopir mami ke sini " Lianti merogo tas selempangnya mencari phonselnya
" Ngak perlu Lia, kita sudah di jemput kok. Mobilnya disana " Faiz menunjuk dan berjalan ke arah sebuah mobil berwarna hitam
Faiz dan Lianti pun masuk mobil dan duduk di jok belakang, pak sopir pun melajukan mobil setelah mengatur koper dan barang bawaan
" Mas, ini mobil siapa? " tanya Lianti
" Ini salah satu mobil milik anak perusahaan Wijaya grup yang akan buka cabang di kota ini " ucap Faiz seolah tak lagi canggung memperlihatkan diri sebagai CEO muda
" Asik dong, itu artinya mas Faiz akan sering sering berkunjung ke kota ini " ucap Lianti senang
Faiz yang melihat ekspresi wanita disisinya itu pun ikut senang, " Andai kamu menerima cintaku, menetap dikota ini pun aku bisa nona Lianti " Faiz membatin
" Oiya, mas Faiz nginap dirumah aku aja. ngak apa apa kok, ada kak Dimas juga " ucap Lianti
" Ngak Lia, aku dihotel aja lagian aku ada kerjaan juga. Nanti aku akan datang berkunjung dan kalau mau kamu bisa datang kapan pun ke hotel
Hampir satu jam akhirnya mobil yang membawa mereka tiba didepan rumah Lianti, " Mas ayo mampir dulu.." ajak Lianti
" Tidak sekarang, besok aku akan kesini lagi..Baiknya kamu istirahat aja dulu, ingat jangan capek capek " ucap Faiz
Setelah berpamitan, Faiz pun meninggalkan rumah Lianti menuju hotel untuk istirahat juga.
__ADS_1
---------------------------
BERSAMBUNG