SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
BERITA PAGI INI


__ADS_3

Irvan terlihat sangat gugup duduk diruang kerja papa nya, menunggu laki laki yang begitu berjasa dalam hidupnya itu selesai meeting.


" Ini gara gara si berengsek Luna, papa pasti marah karena masalah itu " gumam Adrian, kemudian mengaktifkan phonselnya yang sejak tadi sengaja di matikan. Seketika ia mengusap wajahnya kasar saat melihat chat yang masuk begitu banyak dan rata rata menanyakan soal fotonya yang beredar di dunia maya hari ini.


Flash Back On


Pagi ini wajah Irvan terpampang di mana mana bak selebritis, dengan caption putra seorang pejabat dan juga pemilik Admaja grup kepergok bersama seorang wanita cantik di kamar hotel.


Papa Irvan yang baru saja sampai kantor di kejutkan dengan adanya beberapa wartawan yang menunggunya di lobi,


" Tuan, tuan Admaja "


" minta waktunya sebentar tuan "


" Apa anda ingin klarifikasi soal berita pagi ini? " Apa berita tentang putra anda hari ini benar? " tanya para pemburu berita itu sembari berusaha mendekati tuan Admaja yang berjalan melewati lobi dan menuju ke lift khusus.


Tuan Admaja hanya diam dan mengernyitkan dahi tak mengerti, tanpa menjawab pertanyaan pertanyaan itu. Dengan pengawalan ketat beberapa security yang memang sudah diperintahkan menunggu kedatangannya oleh asisten nya ia pun buru buru masuki lift khusus dan segera menuju ke lantai 8 dimana ruang kerjanya berada.


Setelah membuang bokongnya dikursi kerajaannya, ayah Irvan langsung memanggil asisten pribadinya itu dan menanyakan masalah apa yang menyeret putranya hingga berita pagi ini segitu hebohnya.


" Astaga, anak ini benar benar keterlaluan.." ucap tuan Admaja dengan geram saat melihat foto dan membaca apa yang media suguhkan pagi ini.


" Bram, tolong urus sekarang juga soal ini. saya tak mau lihat berita ini lagi setelah meeting nanti, kamu mengerti kan Bram? " ucap nya dengan nada penuh penekanan memberi perintah pada asisten pribadinya itu.


" Baik tuan, segera akan saya bereskan..permisi.. " asisten itu pun bergegas keluar dari ruang kerja ⁸⁸⁸


" Tunggu Bram, tolong juga kamu telpon putraku dan suruh dia datang ke mari " tambah ayah Adrian yang di iya kan oleh asistennya itu.

__ADS_1


*


Irvan yang baru saja tiba disekolah heran melihat tatapan beberapa orang siswa yang kebetulan berpapasan dengan dirinya di parkiran sekolah.


" Drekkk drekkk drekkk " bunyi phonsel dari dalam saku Irvan.


" Ada apa om Bram? " tanya Irvan.


Seseorang di sebrang telpon pun menjelaskan soal apa yang terjadi dan sekaligus menyampaikan pesan tuan Admaja yang meminta putranya itu untuk datang ke kantornya.


" Baik om Bram, aku segera ke kantor papa sekarang.


Irvan pun kembali berjalan ke arah dimana mobilnya terparkir, dan sebelum melajukan mobilnya tak lupa ia membuka phonsel dan mencari berita yang tadi di beritahukan oleh Bram.


" Dasar brengsek, kamu benar benar ingin bermain main rupanya Lun..baiklah kalau itu mau mu " ucap Irvan menahan emosi.


Hampir 30 menit melaju di jalan raya, mobil yang di kemudikan Irvan pun memasuki halaman kantor. Mobil berhenti dan diparkir asal tepat di depan pintu utama perusahaan Admaja grup, Irvan pun berjalan dengan cepat menghampiri security, " Pak tolong pindahin mobil saya ke parkiran, saya buru buru " ucapnya sembari memberi kunci mobil pada security.


Adrian pun berlari memasuki lift tanpa peduli dengan banyak sapaan dan mata yang menatap ke arahnya, " Om Bram.." panggil Irvan tatkala pintu lift terbuka dan melihat asisten papa nya berjalan ke arah ruang meeting.


" Selamat pagi tuan muda, silahkan menunggu diruangan tuan besar, Beliau lagi ada meeting saat ini " ucap Bram setelah menghampiri Irvan.


" Baik om, saya akan ke ruangan papa. Silahkan lanjutin kerjaan om " ucap Irvan sembari tersenyum, lalu bergegas pergi menuju ruang kerja papanya. Begitu juga dengan Bram yang kembali ke ruang meeting.


Flash Back Off


*

__ADS_1


****Irvan**** yang tadi nya duduk mencoba merilekskan diri dengan rebahan disofa guna menepis rasa gugupnya, tapi hampir setengah jam ia membolak balikkan diri tetap saja rasa itu ada bahkan bertambah kuat.


" Hmm papa pasti marah besar kali ini, habislah aku " gumam Irvan sembari mengusap wajahnya kasar, ia pun kembali ke posisi duduk.


" Tokk tokk tokk " suara pintu diketok dari luar.


" Iya, masuk saja " ucap Irvan memandang ke arah pintu yang terbuka dan seorang wanita berdiri dan tersenyum ke arahnya diambang pintu itu.


" Permisi tuan muda, kami diperintahkan tuan Bram membawa ini. Silahkan di nikmati " ucap wanita yang merupakan sekertaris tuan Admaja, beberapa saat menunggu respon dari Irvan yang tak bergeming, akhirnya wanita itu memerintahkan 2 orang clening servis wania masuk untuk meletakkan minuman dan cemilan yang mereka bawa.


Irvan yang kurang focus hanya menatap ke 3 wanita itu bergantian tanpa ekspresi, sebaliknya mereka pun sesekali mencuri curi pandang pada laki laki muda yang memiliki wajah dan postur tubuh bak artis korea.


" Kalau sudah selesai, silahkan kalian tinggalkan ruangan ini " ucap Irvan dengan sedikit dingin, dirinya seketika kesal saat menangkap basah salah satu clening servis itu mencuri pandang, ia berfikir wanita itu pasti sudah membaca berita soal dirinya pagi ini dan berfikir buruk tentangnya.


" Baik tuan muda " ucap wanita yang masih berdiri diambang pintu, " Kalian cepat keluar " tambahnya pada ke 2 bawahannya.


Setelah mereka pamit dan pintu kembali tertutup, Irvan pun meraih phonselnya dari atas meja. Bermaksud menelpon Lianti ingin menjelaskan soal masalah pagi ini, " Hmm harus mulai dari mana ini ngomongnya ya? " lagi lagi Irvan bergumam.


Karena tak juga menemukan kata kata yang pas, akhirnya Irvan kembali meletakkan phonselnya di atas meja. Kemudian ia bangkit dan berjalan menuju toilet untuk mencuci muka.


Berselang beberapa menit Irvan kembali duduk disofa dengan wajah sedikit segar walau masih terlihat gugup, dengan pelan ia pun menyerubut kopi yang masih terlihat panas dengan hati hati.


--------------------------


BERSAMBUNG


**Terimakasih buat semua pembaca yang tetap setia menunggu up dari author, InsyaAllah author tidak akan mengecewakan kalian dan berusaha menulis walau masih dalam kondisi kurang sehat.🤒

__ADS_1


Maka dari itu author tetap minta dukungan berupa like, komen serta vote.. Buat Novel " SERPIHAN HATI LIANTI " ini dan Novel author yang satu lagi " AKU BUKAN SIMPANAN ".🥰


Karena dukungan dari kalian para pembaca sangat berarti dan menjadi pemacu semangat buat author untuk terus menulis, sekali lagi Terimakasih🙏🙏**


__ADS_2