SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
I LOVE YOU


__ADS_3

Pagi ini Siska memutuskan untuk pulang ke rumah setelah dua hari bertahan divilla megah keluarga wijaya, hubungannya yang sudah tidak baik dengan Faiz pun menjadi pemicu utama ia tidak lagi betah menemani sepupunya yang dalam masa pemulihan dan samasekali tak tahu apa apa soal masalahnya.


" Kak Siska mau pulang? " tanya Lianti saat melihat sepupunya mengepak koper yang sudah diisi pakaian


" Iya Lia, aku ada tugas kampus yang harus diselesaikan " ucap Siska santai


" Tapi kak, Lia disini gimana? apa ikut pulang aja kali ya? " tanya Lianti


" Kamu disini dulu sampai kondisimu benar benar pulih, kan ada mas Faiz juga disini " Siska mencoba bersikap tenang didepan Lianti


" Aku ngak enak loh kak, selama ini aku terus aja ngerepotin mas Faiz " ungkap Lianti


" Kenapa harus ngak enak sih? toh dia sendiri yang selalu nawarin diri buat direpotin " ucap Siska dengan nada ketus


Sejenak Lianti terdiam, mencoba mencerna kata kata kakak sepupunya itu, seketika ia menggeleng geleng dan berkata, " Kak Siska ada masalah sama mas Faiz? " selidik Lianti


Siska terperanjak dan langsung tersadar dengan apa yang dikatakannya tadi, ia mencoba tenang dan berfikir sejenak sebelum menjawab, " Ngak kok, ngak ada masalah. Kamu jangan mikir macam macam, lebih baik focus dengan pemulihanmu biar bisa cepat pulang dan kembali masuk sekolah " Siska berbicara panjang lebar menutupi kegugupannya


" Aku ikut kak Siska pulang aja kalau gitu.." ucap Lianti


" Apa kamu sudah merasa kuat? yakin ngak bakal drop lagi? takutnya mama curiga kalau lihat gimana gimana " tanya Siska serius


Dan setelah berbincang cukup alot, Siska pun akhirnya membiarkan Lianti ikut pulang bersamanya, " Baiklah kalau begitu segeralah bersiap siap " ucapnya


" Aku keluar sebentar ya kak.." Lianti pun berlalu tanpa menunggu persetujuan Siska, ia berjalan mengitari tiap ruangan divilla itu mencari keberadaan Faiz, " Mbak, mas Faiz lagi dimana ya? " tanyanya pada seorang pelayan


" Tuan muda lagi dilantai atas diruang kerjanya, nona butuh sesuatu? " ucap Pelayan itu hormat


" Ngak mbak, aku cuma ingin bertemu mas Faiz aja kok. Bisa tolong antarkan? "


" Mari lewat sini non.." Pelayan itu mempersilahkan Lianti mengikutinya


Mereka pun naik ke lantai dua, Lianti takjup memandangi ruangan dengan interior mewah dan begitu luas.


Setelah tiba didepan sebuah kamar, pelayan itu pun mengetuk pintu, " Tokk tokk tokk "

__ADS_1


" Masuk.." Suara terdengar dari dalam


" Silahkan masuk nona.." ucap pelayan itu setelah membuka pintu untuk Lianti


" Mas Faiz lagi sibuk? " Lianti menutup pintu setelah pelayan tadi sudah pergi


" Eh Lia, silahkan duduk. Ngak kok, ini cuma cek laporan hasil meeting Toni kemarin. Ngomong ngomong gimana kondisi kamu hari ini? " Faiz langsung menutup laptopnya


" Seperti yang mas Faiz lihat, aku sudah sehat seperti semula.." jawab Lianti dengan wajah ceria sambil berjalan menuju sofa


" Syukurlah kalau begitu, aku begitu senang mendengarnya. Oiya, kamu butuh sesuatu? atau mungkin pengen jalan jalan? ayo aku antar keliling keliling sekitar sini " ucap Faiz bersemangat


" Hari ini kak Siska mau pulang, tadi itu aku lihat lagi siap siap " ucap Lianti


" Ooo.., biar aku minta sopir buat anterin dia " Faiz hanya menjawab asal


" Aku juga mau ikut pulang " tambah Lianti cepat


" Hah? kok ikut pulang sih? kamu belum sehat benar loh..tunggu beberapa hari lagi, setelah itu aku yang anterin kamu pulang " Faiz terlihat agak panik


" Aku udah sehat mas, lagian aku harus cepat cepat balik ke kota M. Aku sudah banyak ketinggalan pelajaran dan sebentar lagi ujian kenaikan kelas " Lianti mencoba meyakinkan Faiz


Lianti berfikir sejenak dan kemudian, " Baiklah mas, sehari lagi kan? " tanya Lianti


" Iya sayang " jawab Faiz menggoda lalu tersenyum senang


" Ih apaan sih, mas Faiz ini becanda mulu. Udah ah aku pamit ke bawah aja. Mas Faiz, silahkan lanjutin kerjaannya " Lianti bangkit dari duduknya


" Apa ngak mau temanin aku disini sayang? atau kita jalan jalan yuk? " lagi lagi Faiz menggoda Lianti


" Ogah ah, aku mau temui kak Siska aja. Kan dia mau pulang " ucap Lianti, bergegas menuju pintu


" Oiya mas, jangan lupa minta sopirnya anterin kak Siska ya! " tambahnya lagi


" Siap nyonya Faiz, upss nona Lianti..hehehe " Faiz tertawa lepas

__ADS_1


" Udah ahh.." ucap Lianti sebelum berlalu


*************


Beberapa saat kemudian Siska dan Lianti sudah berada diruang tamu menunggu Faiz yang entah kemana.


Lianti menuju dapur mencari seseorang yang mungkin tau keberadaan Faiz setelah ia mencarinya diruang kerja, " Mbak, mas Faiz dimana ya? diruang kerja juga ngak ada? " tanya Lianti


" Tuan muda Faiz lagi keluar nona, tadi nganterin tamunya ke villa atas. Pesannya, Kalau nona Siska mau berangkat, sopir sudah siap didepan " jawab salah satu pelayan


" Gitu ya, okey terimakasih ya mbak " Lianti pun kembali ke ruang tamu.


Kemudian Lianti mengantar Siska keluar setelah sopir membawa koper ke mobil,


" Kak Siska hati hati dijalan, maaf Lia baru bisa pulang besok. Salam buat mama weni ya kak.." ucap Lianti


" Hmm kamu baik baik disini, jangan drop lagi biar ngak ngerepotin mas Faiz lagi " Siska mencoba tersenyum


Setelah Siska masuk dan duduk dijok belakang, mobil pun mulai melaju. Mata Siska menatap ke atas villa pada sebuah balkon dimana seorang laki laki tampan duduk santai sambil bermain phonsel, " Mas Faiz, aku mencintaimu " Siska membatin, tanpa sadar kedua pipinya sudah basah dengan air mata yang mengalir dengan sendirinya


***


" Mas Faiz? " Lianti terkejut melihat Faiz berjalan menuruni anak tangga sambil berbica dengan seseorang ditelepon


Saat melewati Lianti yang berdiri mematung, Faiz mengangkat tangan kanannya dan mengacak acak rambut wanita itu. Seketika ekspresi protes terpancar diwajah cantik Lianti, dengan sigap Faiz menempel jari telunjuknya dibibir dan setelah itu menunjuk phonselnya memberi tanda kalau ia sedang berbicara dengan seseorang di telpon


Lianti pun diam dan menurut saja saat tangannya dituntun untuk duduk disofa dan berdampingan dengan Faiz.


Dua puluh menit berlalu Faiz pun mengakhiri percakapan telponnya, ia tersenyum saat menoleh dan mendapati wanita yang duduk sejak tadi disampingnya sudah tertidur. Dengkuran halus pun terdengar berirama menandakan kalau tidurnya begitu lelap


" Aku sangat sayang padamu, semoga kelak aku bisa memilikimu seutuhnya " ucap Faiz pelan nyaris tak terdengar, sambil membelai rambut Lianti


Faiz menggendong Lianti ke kamar, diletakkannya dengan hati hati diatas tempat tidur mewah miliknya serta pelan pelan menyelimuti wanita itu agar tidurnya semakin lelap dan bermimpi indah


" Selamat tidur tuan putri, I love you " Faiz mengecup kening Lianti yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya.

__ADS_1


--------------------------


BERSAMBUNG


__ADS_2