
Ditengah hingar bingar kota tampak sosok cewek manis duduk menikmati suasana malam hari di sebuah cafe. Begitu jelas keceriaan yang terpancar di wajahnya, matanya tak henti henti melirik cermin disisi dinding sembari merapikan dandanannya. Beberapa saat jam ditangannya menunjukkan pukul delapan malam cewek itu pun mengambil phonsel dari dalam tasnya dan menelpon seseorang, " Drikkkk..drikkkk " nada panggilan terhubung, namun orang yang di telpon tidak menjawab.
" Hmmm mungkin kejebak macet kali ya? " gumamnya mencoba menghibur diri.
Berselang sepuluh menit, orang yang ditunggu pun muncul dari pintu masuk dan berjalan kearahnya
" Maaf Emilia aku agak terlambat, soalnya tadi macet banget " ucap Irvan dengan mimik bersalah
" Ngak apa apa kok, aku juga belum lama " jawab Emilia mencoba berbohong
" Oiya, kamu mau ngomong hal serius apa nih? " tanya lagi tampak tak sabar
Setelah memesan minuman Irvan pun memulai obrolan, " Aku cemburu " ucap Irvan spontan
Emilia yang sejak dulu sudah menyimpan rasa suka pada Irvan jadi salah tingkah mendengar itu. dalam benaknya ia berfikir apakah ini artinya Irvan mulai menyadari perasaannya.
" Kan belum jadian " jawab Emilia sambil menunduk
" Nah makanya itu ajarin aku gimana ngungkapinnya, entah kenapa tadi aku kesel banget melihat dia bareng sama cowok lain " ungkapan Irvan mengalir bagai air
Senyum Emilia seketika hilang, ekspresi wajahnya pun berubah. ternyata selama ini ada cewek lain yang mencuri perhatian Irvan tanpa ia sadari
" Siapa cewek itu ? " tanya Emilia tak bersemangat
" Namanya Erika Lianti, teman sekelas ku. dia selalu membantuku dalam pelajaran " ucap Irvan antusias
__ADS_1
" Apa cewek itu tahu, kalau kamu suka padanya? " Emilia mencoba bersikap tetap tenang
" Entahlah, Lianti itu cantik, pinter, baik hati dan populer disekolah kami. selama ini aku berusaha cuek dan seolah tidak tertarik oleh kharismanya tapi yah jadi gini " curhat Irvan tak peka pada perasaan Emilia
" Hmm jadi, kamu berencana nembak dia? " tanya Emilia ingin tahu
" Iya, sebelum lianti terlanjur dekat dengan Leon " ucap Irvan tegas
" Ya udah, aku doain moga cewek itu juga punya perasaan yang sama ke kamu " jawab Emilia berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Setelah menghabiskan minumannya Emilia pun pamit pulang, ia tak kuat lagi mendengar Irvan terus menyanjung cewek lain.
***************
Plash Back On
" Drikkk drikkkk "
" Kamu lagi ngapain, kok lama jawab telponnya ? " ucap Irvan saat panggilan telepon terjawab
" Sorry tadi lagi ada si Yanto, memangnya ada apa Van? kok kedengaran gelisah gitu, kangen ya? " tanya Emilia, lalu tertawa
" Ih ngapain tuh orang di rumah kamu " Irvan balik bertanya
" Mampir aja, katanya " jawab Emili singkat
__ADS_1
" Aku pengen ngomong serius nih " ucap Irvan tanpa basa basi
" Mang, ada apaan? " Emili penasaran
" Aku ngak ngerti dengan apa yang ku rasakan saat ini, sebelumnya aku mengira ini cuma sekedar rasa kagum aja. tapi hari ini bener bener aku ngak bisa nahan lagi, aku harus ungkapin " celoteh Irva mengutarakan apa yang dirasakannya
" Ya udah, terus mau kamu gimana? " Emili mulai salah faham
" Kita ketemuan entar malam di cafe XX " Ajak Irvan
" Okey " jawab Emilia singkat
Plash Back Off
*********************
EMILIA ADALAH TEMAN IRVAN SEJAK KECIL MEREKA TUMBUH BERSAMA, BAHKAN IRVAN SUDAH MENGANGGAP EMILIA SAUDARA, NAMUN LAIN DENGAN EMILIA YANG MENGHARAP LEBIH DARI SEKEDAR SAUDARA.
*******************
Setelah menjatuhkan dirinya ditempat tidur Emilia menangis sejadi jadinya, perasaannya hancur seketika saat tahu Irvan menjatuhkan hatinya pada yang lain.
" Kenapa sih kamu ngak pernah melihat perasaan tulus ini? apa hebatnya cewek sialan itu dibanding aku, apa Van? " ucapnya setengah teriak
Akhirnya Emilia pun tertidur karena kelelahan sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG