
Irvan masih terdiam menatap taksi yang membawa kekasihnya pergi hingga menghilang dikejauhan, " Apa Lianti marah ya? " gumamnya dalam hati. namun ia mencoba menepis fikiran fikiran yang terus mengusik hatinya dan kembali masuk ke cafe menemui para sahabatnya.
" Van, pindah ke M club aja yuk ? kayaknya disana asik deh " ucap Emilia yang langsung bergelayut dilengan Irvan, begitu Irvan menghempaskan dirinya duduk disofa yang juga diduduki Emilia.
" Lah, udah jam segini, entar dicariin orang rumah loh kamu " jawab Irvan sambil meraih gelas minuman yang ada didepannya
" Bentaran doang, mau ya..ya.." bujuk Emilia manja
" Gimana bro..? " tanya Irvan sambil menatap tiga lelaki yang tak lain adalah sahabatnya dan juga sahabat Emilia secara bergantian. dan langsung dibalas anggukan mantap dari ketiganya.
Setelah menyelesaikan bill tagihan, mereka pun meninggal cafe dan menuju club M.
Ditempat lain, Lianti yang baru tiba dirumah setelah menjemput tante dan sepupunya dibandara langsung masuk kamar, baru saja merebahkan diri dikasur empuk miliknya buru buru ia bangkit lagi begitu teringat Irvan, ia berjalan menuju lemari mengambil phonselnya yang berada di dalam tas. diceknya pesan pesan masuk tapi tak dari Irvan.
" Dasar cowok ngak peka ihh " umpatnya lalu meletakkan phonselnya begitu saja ke atas nakas di samping tempat tidurnya.
__ADS_1
Dengan malas Lianti menyeret langkahnya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
Setelah selesai dengan ritual bersih bersih dikamar mandi dan bersiap untuk tidur, Lianti kembali teringat Irvan, beberapa saat dipandanginya phonsel yang tadi diletakkan diatas nakas. " Apa ku telpon aja kali ya?.." ujarnya pada diri sendiri.
ia pun meraih phonselnya dan memencet daftar kontak yang bertuliskan my love.
"Tutttt..tuttttt..tutttttt..." nada sambung terdengar tapi tak diangkat oleh pemilik nomor.
" Tuttttt..tuttt...tutttt..." lagi lagi tak di angkat
" Nih orang lagi ngapain sih, kok ngak angkat telponnya ? " umpat Lianti kesal.
Lianti pun mencoba untuk tenang dan meredam rasa kesal dihatinya, ia mematikan lampu kamar berusaha untuk tidur agar bisa melupakan semua kejadian hati ini yang memicu emosinya.
Ditempat lain di M club, Irvan dan para sahabatnya menghabiskan malam. hanyut dengan suasana club, Irvan pun tanpa sadar sudah menghabiskan beberapa gelas bir, ia nampak mulai kehilangan kesadaran dan berbicara ngelantur layaknya orang mabuk.
__ADS_1
" Bro, sepertinya kamu sudah kebanyakan minum " ucap Rian menahan tangan Irvan yang lagi lagi meraih botol bir.
" Ngak mas bro, aku gak mabuk. Aku minta segelas lagi ya " jawab Irvan sambil meraih botol bir diatas meja
" Sudah sudah, kita balik aja bro. kamu sudah mabuk berat " potong sahabat Irvan yang lain.
**********
Diparkiran, " Emil.., kamu tolong bawa mobil Irvan dan antar dia pulang " kata Rian setelah membopong tubuh Irvan yang sudah sempoyongan ke dalam mobil.
" Okey.., kalian balik aja jangan khawatir. Soal Irvan serahin aja ke aku " jawab Emilia mantap.
Dengan cepat ia pun meraih kunci mobil yang di sodorkan Rian dan masuk ke dalam mobil duduk didepan kemudi menyalakan mesin dan melajukan mobil itu di jalan raya yang sudah sepi.
------------------------
__ADS_1
BERSAMBUNG
Walau belum ada yang baca, Author akan coba tuk tetap menulis dan menyelesaikan cerita ini...Semangat 🙂💪