
" kkringgg.kringggg " untuk ke lima kalinya bel terdengar begitu nyaring di lingkungan sekolah SMA 75 hari ini, dan itu menandakan berakhirnya proses belajar mengajar hari ini. siswa siswi pun dengan sikap merapikan buku dan peralatan lainnya, kemudian di masukkan ke dalam tas.
Namun suasana di kelas IPA satu begitu riuh setelah guru yang mengajar pelajaran terakhir sudah meninggalkan kelas, ketua kelas terlihat sedang berjalan kedepan dan berdiri di sana, " Teman teman, mohon perhatiannya sebentar.." seketika kelas menjadi hening. " Ini ada undangan ulang tahun dari teman kita luna, aku mau bagikan..tolong yang aku sebut namanya maju dan ambil undangannya "
Satu persatu undangan itu pun di bagikan, dan semua siswa siswi di kelas itu di undang. " Oiya teman teman.. di sini aku mewakili luna, sangat merharap kehadiran teman teman sekalian..di tunggu ya, jangan lupa " ketua kelas itu pun mempersilahkan pulang setelah semua sudah selesai
Irvan masih terlihat duduk di bangkunya sambil bermain phonsel, lalu ia di kejutkan dengan suara luna yang sudah duduk di sampingnya, " Van..bisa temani aku ngak hari ini ? " luna dengan sikap manjanya
" Eh iya, ada apa luna..kamu bilang apa tadi? maaf aku kurang focus " irvan memperlihatkan ekspresi kaget
" Aku bilang, temani aku belanja ke mall..buat acara besok.. mau ya? ya ? " luna seakan mengharuskan
Irvan menjadi gelisah mendengar permintaan luna itu, di satu sisi bisa ada salah faham kalau lianti tau dia jalan sama luna dan di sisi lain ngak enak sama luna kalau nolak karena wanita itu sudah sangat baik dan selalu membantu irvan selama ini dalam hal pelajaran setelah lianti pindah kelas, " harus sekarang ya lun ? " tanya irvan sekedarnya
" Ya iya lah van, kan acaranya udah besok " ucap luna sedikit kesal
" Mmm tunggu sebentar.." irvan kemudian kembali focus pada phonselnya, setelah beberapa saat chattingan dengan seseorang. kemudian irvan memasukkan phoselnya ke saku bajunya, " Ayo berangkat sekarang.." mengajak luna
Mereka berdua pun berjalan di koridor sekolah menuju parkiran siswa tiba tiba luna menghentikan langkahnya, " Van..tunggu sebentar, aku ada yang ketinggalan.."
Irvan pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang memandang luna, " Apa yang ketinggalan lun? " berusaha menyembunyikan rasa tak nyamannya
" Kamu duluan aja ke parkiran, biar aku balik ke kelas dulu.." ucap luna cepat dan di angguki oleh irvan
Luna pun berlari lari kecil menuju ruang Osis, sebenarnya ia berencana mengundang para pengurus Osis dan para pengurus organisasi sekolah lainnya, " Uhhh untung mereka masih pada belum pulang " gumam luna dalam hati sambil mengatur nafasnya yang sedikit ngos ngosan karena berlari tadi
" Sttt..sssttt.." luna memberi kode pada arya yang melihatnya dari jendela
__ADS_1
Arya pun keluar menghampiri luna, " Ada apa luna? ada yang bisa aku bantu? " ucapnya
" Ini aku mau kasih undangan buat kalian semua, aku berharap kalian bisa datang ke ulang tahunku besok malam " luna pun menyerahkan setumpuk undangan pada arya. " Aku titip ke kamu ya, kan aku baru di sekolah ini dan belum banyak kenalan.. hehehe " luna tertawa memperlihatkan gigi ginsulnya yang nampak serasi dan membuatnya terlihat manis
" Okey, aku akan sampaikan undangan ini ke mereka..ada lagi? " arya tidak terlalu menanggapi sikap luna yang seakan akrap dengan dirinya.
Luna yang mengetahui itu pun tak mau berbasa basi lagi, " Itu doang kok, kamu datang ya..jangan lupa " setelah mendapat acungan jempol dari arya, luna pun berjalan kembali ke parkiran sekolah dimana irvan menunggunya
-----------------------
Di**salah** satu butik ternama di Mall, irvan duduk menunggu luna yang sedang sibuk memilih gaun di bantu beberapa pelayan. ia mengeluarkan phonselnya dari saku dan mulai memainkannya biar tidak bosan menunggu.
" Van, yang ini bsgus ngak ? luna sudah berdiri di samping kursi yang di duduki irvan
" Eh..oiya..itu keren kok lun.." jawab irvan cepat
" Hmmm cewek satu ini sepertinya hobby membuatku kaget..untung jantungku kuat..huhh " ucap irvan pelan nyaris tak terdengar sambil mengelus elus dadanya.
*Dua jam berlalu, irvan sudah mulai terlihatgelisah dan tak nyaman
* Tiga jam berlalu,
Luna sudah menyelesaikan pembayaran belanjaannya di kasir, ia pun segera menghampiri irvan, " Lama ya nunggunya? maaf banget " sambil merapatkan kedua telapak tangan yang di angkat hingga ke depan dada
" Udah milih milihnya ? " irvan segera berdiri dan mengambil dompet dari kantong celananya, dari dalam sana di keluarkannya black card dan di berikannya pada luna
" Buat apa nih? udah ku selesaiin kok, nih kamu simpan lagi aja " ucap luna dan mengembalikan black card milik irvan
__ADS_1
" Ya sudah, kalau gitu ayo kita pulang.." irvan berjalan kearah pelayan toko untuk mengambil belanjaan luna
" Oiya, gimana kalau kita nonton dulu?..kayaknya seru deh " usul luna saat mereka berjalan menuju lift
" Lain kali aja ya lun, aku ada janji mau antarin mama ke rumah temannya sore ini "
" Gitu ya, ya udah kita cari makan dulu aja sebelum pulang " ucap luna
Dengan sangat terpaksa irvan pun menuruti permintaan luna, sekali pun ia sudah benar benar merasa lelah, " Mau makan dimana ? "
" Kita ke restoran jepang itu " luna menunjuk sebuah restoran jepang yang ada di Mall itu. mereka pun segera menuju kesana, setelah duduk dan memesan beberapa meju. tak berselang lama mereka pun sudah terlihat menyantap sajian yang di tata rapi oleh pelayan. mereka pun makan dengan lahap tanpa berbicara sedikit pun, hanya suara alunan musik yang terdengar mengalun indah seakan memanjakan mereka dan para pengunjung lainnya
Setelah selesai, irvan meminta bill pada pelayan dan langsung mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dompetnya, " Ambil aja kembaliannya " ucap irvan pada pelayan itu. lalu mereka pun bergegas menuju pelataran parkir Mall. " Kayaknya motorku ngak muat nih? gimana dong ? "
" Hmmm iya ya, kalau gitu aku biar naik taksi online aja ngak apa apa kok " ucap luna agak kecewa
" Maaf ya, bukan ngak mau nganterin tapi lihat aja memang ini ngak muat " ucap irvan yang melihat mimik kecewa di wajah luna, dan kalau boleh jujur ia juga sudah merasa lelah ingin segera pulang
" Iya iya ngak apa apa " luna sudah sibuk dengan phonselnya
Dan tak menunggu lama taksi online itu pun datang, irvan membantu memasukkan barang belanjaan luna ke bagasi, " Sekali lagi maaf ya " ucap irvan
" Idih nyantai aja van, ngak apa apa juga kali..kan kamu sudah anterin belanja tadi " luna ceria kembali
" Oiya jangan lupa datang, kamu itu tamu kehormatan di acara besok " ucap luna blak blakan
" Aku usahakan datang " jawab irvan
__ADS_1
Taksi itu pun berlalu dan menghilang di tikungan jalan dan irvan pun segera melajukan motornya menuju rumah, tempat tidur empuknya sudah terbayang bayang di pelupuk mata. hari ini hari yang cukup melelahkan buat irvan
------------------------------