SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
ARI PRAYOGA


__ADS_3

Waktu beranjak tengah malam dikota M, hujan yang turun sejak sore hari membuat suasana malam terasa panjang dan sepi.


Lianti yang duduk dibalkon kamarnya sejak tadi terlihat gelisah, sejak pulang sekolah ia nampak memikirkan sesuatu " Hmm apa yang harus aku katakan pada kak Ari? kenapa sedikit saja hatiku tak bisa terbuka untuknya? atau aku mencoba menjalaninya aja seperti yang Arya bilang ya? " gumamnya tiba tiba lalu menarik nafas panjang dan dihempasnya dengan kasar.


Beberapa saat kemudian Lianti bangkit dan bergegas masuk dan menutup pintu, angin malam mulai terasa dingin membuatnya tersentak sadar dari lamunan panjangnya dalam mencari jawaban dari pernyataan cinta kakak kelasnya yang bernama Ari prayoga.


 *


Flash Back On


Lianti buru buru keluar kelas setelah menyerahkan lembar jawaban tugas kimia pada guru mata pelajaran itu.


Langkahnya yang tidak begitu lebar membuatnya terlihat seakan berlari lari kecil menuju ruang Osis, ia merasa tidak enak karena baru bisa datang, padahal sudah hampir setengah jam setelah Arya mengabarinya kalau Ari kakak kelas sekaligus rekan mereka menunggunya diruang rapat.


" Mmaaf aku terlambat " ucap Lianti, begitu membuka pintu.


Tanpa dikomando Arya dan beberapa orang yang berada diruangan itu kompak berbalik dan melihat Lianti yang tiba tiba muncul dari balik pintu.


" Sebagian dari mereka menatap tak mengerti dengan kata terlambat yang Lianti ucapkan, karena tidak ada jadwal rapat Osis hari ini dan mereka hanya sekedar nongkrong seperti biasa saat malas cepat pulang ke rumah kala jam pelajaran kosong atau cepat sekesai.


Melihat ekspresi bingung dari mereka, Arya pun segera angkat suara. " Noh sudah ditungguin sama kak Ari dari tadi, buruan sana " ucapnya sambil memberi isyarat dengan mata pada Lianti untuk menunjukkan keberadaan kakak kelasnya itu.


Lianti pun langsung buru buru masuk melewati teman temannya dan tak lupa tersenyum pada mereka yang masih menatapnya.


" Maaf, aku sudah bikin kakak nunggu lama " ucapnya begitu masuk ke ruang rapat dan melihat seorang laki laki sedang duduk menatap layar laptop.


" Eh sudah datang, ngak apa apa kok. Ini juga nunggunya sambil nonton " ucap laki laki yang sejak tadi duduk sendiri diruangan itu dan dia adalah Ari prayoga.


" Ada apa kak? apa yang ingin kakak omongin? sepertinya hal penting nih? " Lianti langsung pada intinya.

__ADS_1


" Sabar, bisa duduk dulu biar enak kita ngobrolnya " ucap Ari sambil menutup laptopnya.


Seketika Lianti pun duduk manis, entah mengapa ia lagi lagi menurut dengan apa yang Ari perintahkan.


Selanjutnya ruang rapat itu hening beberapa saat, hanya terdengar irama tarikan nafas dari mereka berdua.


Ari yang nampak sedang berfikir tiba tiba bersuara, " Lianti, apa benar kamu dan Irvan sudah selesai? bubaran gitu maksud aku " ucapnya seketika memecah keheningan.


Lianti yang ditanya hanya diam dengan tatapan yang sulit diartikan, ke dua mata indahnya lekat menatap Ari yang duduk di depannya.


" Hmm maaf kalau pertanyaanku terlalu kepo, lupakan saja " ucap Ari yang berkesimpulan kalau Lianti marah dan keberatan atas pertanyaannya.


Wanita itu pun mencoba tersenyum walau terkesan dipaksakan, " Ngak apa apa kok kak, bukankah semua orang juga sudah tau gosipnya dan lihat fakta yang ada.


" Jadi, jawab kamu apa dong? membenarkan itu semua? " tanya Ari serius.


" maybe yes, maybe not " jawab Lianti.


Lianti merasa mulai tak tenang dan ragu untuk menjawab, namun ia tidak ingin terus terpuruk dan bersedih terus karena masalah ini. Dengan pembawaan Ari yang tenang dan tak perna diterpa gosip, ia pun berani mencoba terbuka pada Ari. " Sebelum aku jawab, aku ingin tau sebenarnya apa yang ingin kak Ari omongin? apa hanya ingin tau soal itu? " Lianti memperbaiki posisi duduknya agar tak terlihat gelisah.


" Hmm baiklah, jujur selama ini aku suka sama kamu tapi aku ngak mau merusak hubungan orang " ucap Ari blak blakan.


Lianti tidak begitu kaget mendengar pernyataan itu karena sejak dulu ia sudah bisa menilai sikap dan perlakuan Ari padanya sejak awal masuk dikepengurusan Osis, tapi bukan itu yang saat ini jadi masalah bagi Lianti. " Apa kak Ari akan terus suka jika aku bilang gosip hamil dan aborsi itu benar? " tanya Lianti sambil menatap Ari.


Ari pun gelagapan tak tahu harus menyikapi bagaimana pertanyaan Lianti, disatu sisi ia tak mau melewatkan kesempatan ini untuk bisa dekat dengan wanita pujaannya ini, tapi disisi lain otaknya tak bisa menerima kebenaran gosip itu.


" Kalau tak keberatan, aku ingin tau cerita yang sebenarnya langsung dari kamu. Aku yakin gosip yang beredar itu tidak semuanya benar, iya kan? " ucap Ari setelah berfikir cepat.


Dan akhirnya Lianti pun menceritakan hal benar dari gosip itu serta alasan berakhirnya hubungan dirinya dan Irvan.

__ADS_1


Ari pun menimpali dengan ekspresi simpati pada Lianti, " Kasian kamu dek, lupain si brengsek itu. kamu harus move on, buka hatimu untukku dan aku Ari prayoga berjanji akan membantumu, kamu mau kan? " ucapnya lembut.


" Maaf kak, aku minta waktu untuk berfikir. Aku tidak ingin menjalin hubungan atas dasar untuk melupakan aja karena itu jatohnya hanya pelarian " ucap Lianti hati hati, ia tidak ingin Ari tersinggung.


" Jadi pelarian juga ngak apa apa, aku yakin setelah nempel ngak akan bisa lepas lagi " Ari menimpali, entah itu bercanda atau serius hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.


" Apaan sih kak? pokoknya aku minta waktu untuk berfikir " ucap Lianti mencoba mencairkan suasana yang mulai kaku.


" Baiklah kalau begitu, aku pamit duluan ya..soalnya ada latihan basket hari ini " Ari pun pamit.


******


Gimana tadi obrolannya? udah ada kesepakatan? disegerain aja jangan ditunda tunda tunda, kak Ari itu itu lumayan juga loh ngak kalah kalau sama Irvan " Arya langsung nyerocos saat ia dan Lianti tinggal berdua diruang Osis.


" Idih omongannya, kayak yang sudah berpengalaman aja, secara aku yang disuruh jadian..lah kamu Ar? ngak jelas jadian sama siapa, pilihlah salah satu cewek dari fans kamu. Kan banyak tuh hehehe " Lianti balik menggoda Arya.


" Lah kok jadi aku yang diceramahi? nih cewek bener bener ya " Arya malah bercanda.


Setelah puas saling ledek, Arya pun kembali ke bahasan soal Ari. " Lia, kalau saran aku sih jadian aja sama kak Ari. Kan kita tau sejauh ini kak Ari itu bersih, ngak pernah bermasalah dan ngak pernah ada skandal sama cewek " ucap Arya antusias.


" Iya sih " jawab Lianti singkat.


" Nah kalau gitu tunggu apa lagi, langsung diterima aja, jangan pake lama " Arya makin semangat


" Aku butuh waktu untuk berfikir " ucap Lianti.


Flash Back Off


---------------------------

__ADS_1


 


BERSAMBUNG


__ADS_2