SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MULAI MENCARI


__ADS_3

Irvan benar benar pusing dengan masalahnya dengan Emilia, ia sudah menghubungi satu persatu sahabat sahabatnya dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi malam itu. Tapi tak satu pun dari mereka yang bisa menceritakan, entah karena memang tidak tau atau tidak mau terlibat dalam masalah.


Malam nanti Irvan berencana pergi ke hotel itu untuk bertemu langsung dengan menejer hotel tersebut, sesuai saran salah seorang sahabatnya. Dan mau tidak mau kali ini ia menggunakan nama besar papanya untuk bisa mempermudah aksesnya.


************


Plash Back On


" Hallo om Yadi, apa Irvan bisa minta tolong? " ucap Irvan pada seseorang di telepon


" Tentu bisa tuan muda, katakan apa yang bisa saya lakukan buat tuan muda " jawab orang yang di telepon


" Aki mau ketemu menejer hotel Xx, tolong atur ya om..tapi jangan sampai papa tau soal ini " ucap Irvan lagi


" Apa mereka bikin masalah dengan tuan muda? serahkan saja sama saya, nanti anak buah saya yang akan selesaikan..tuan muda tidak perluh turun tangan langsung " celoteh pak Yadi yang notabene adalah sekertaris dan orang kepercayaan papanya.


" Ngak kok om, aku cuma pengen lihat rekaman Cctv beberapa waktu lalu dihotel itu..tolong atur malam ini juga ya om " pinta Irvan seakan memberi perintah

__ADS_1


" Baik tuan muda " ucap orang yang bernama pak Yadi itu. Dan Irvan pun mengakhiri obrolan telepon itu.


Plash Back Off


*******************


" Silahkan tuan tuan, ruang operatornya disini.." ucap menejer hotel setelah berada didepan sebuah ruangan yang nampak sepi karena terletak diarea paling belakang dari hotel itu,


" Perhatian semuanya, ini tuan muda irvan dan tuan Yadi dari Admaja grup sekaligus putra salah satu pejabat tinggi dikota ini..beliau disini lagi mencari rekaman Cctv, tolong dibantu " menejer hotel memberi arahan pada para staffnya yang bertugas diruang operator.


" Om Yadi, tolong..." kata kata Irvan seakan mengambang namun sudah sangat dimengerti oleh pak Yadi.


Dengan cepat dicopynya semua isi file daftar tamu yang dibawa oleh salah satu karyawan yang bertugas disana.


Setelah merasa semua yang dicarinya dihotel itu sudah lengkap, Irvan pun pamit pada menejer hotel, " Terimakasih pak atas bantuannya dan kami permisi " ucap Irvan tersenyum


" Om Yadi..." ucap Irvan lagi memberi isyarat perintah pada pak Yadi yang duduk disebelahnya, dan dibalas anggukan kepala dari pak Yadi. Lalu ia pun menyuruh anak buahnya mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan dibagi bagikan pada para karyawan hotel yang tadi ikut membantu dan masih berada di ruangan itu.

__ADS_1


Dan buat menejer hotel, diberikan langsung oleh pak Yadi, " Terimakasih tuan Yadi...terimakasih tuan Irvan.." ucap menejer hotel sambil menunduk memberi hormat pada pak Yadi dan Irvan.


Diperjalanan pulang didalam mobil, Irvan yang duduk dijok belakang membuka dan menyalakan laptopnya di masukkannya fd yang diberikan oleh pak Yadi. Rekaman itu pun mulai terlihat dilayar laptop, dengan hati berdebar debar Irvan menunggu gambar dirinya dan Emilia.


Namun tiba tiba ia menutup laptopnya lagi dan menarik nafas lalu dihembuskannya kasar, " Om..tolong jangan sampai papa tau hal ini " ucapnya tanpa melihat ke arah pak Yadi


" Baik tuan muda, saya akan berusaha menutupi ini dari tuan besar " jawab pak Yadi sambil melihat Irvan dari kaca spion


" Terimakasih om, terimakasih banget atas bantuannya " ucap Irvan yang kelihatan begitu serius


" Jangan sungkan tuan muda, itu sudah kewajiban saya " jawab pak Yadi yang tetap konsentrasi mengemudikan mobil mewah milik papa Irvan.


 


BERSAMBUNG


 SEMANGAT...SEMANGAT....TETAP SEMANGAT

__ADS_1


__ADS_2