
Jam pelajaran baru saja berakhir, suasana kelas yang tadinya tenang berganti bising oleh suara candaan dan perbincangan para penghuni kelas.
Seperti biasa Irvan duduk dideretan bangku paling belakang, ia sejak tadi memperhatikan phonselnya yang diletakkan diatas meja.
Sejak Lianti pergi dan tak ada kabar, sosok laki laki ganteng dan suka tebar pesona ini menjadi berbeda. Irvan lebih banyak diam dikelas sambil bermain phonsel.
" Van ke kantin yuk! " Ajak luna
Hampir tiap hari wanita ini menawarkan diri untuk menemani Irvan.
" Maaf lun.. " Aku benar benar malas dan pengen sendiri " Seperti biasa Irvan selalu saja menolak.
Tanpa sengaja mata Irvan tertuju ke arah pintu, sosok wanita yang berdiri membelakang menarik perhatiannya, " Lia Lia, yah itu Lia.." ucapnya lalu bergegas berdiri, sesaat kemudian berlari mendekati wanita dipintu kelas itu tanpa peduli dengan Luna.
Seketika wanita itu repleks berbalik dan melayangkan tamparan, " Kurang ajar ya kamu.." Ucap wanita bernama Silfa karena kaget tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.
" Maaf, aku ngak sengaja.Tadi aku kira Lianti, tadi kamu itu terlihat mirip banget dengan dia dari belakang..Sumpah " Irvan dengan gugup mencoba menjelaskan dan minta maaf.
Arya yang melihat kejadian itu langsung menghampiri, " Bro sampai segitunya kamu merindukan Lia ya? " ucap arya sambil menepuk bahu Irvan.
Irvan hanya diam dan tak beranjak, ia malah bengong seperti orang bodoh. menatap Silfa, dengan tatapan tak percaya, " Kenapa aku bisa salah orang? " gumamnya dalam hati.
" Woi bengngong aja kerjanya, ayo kita ke kantin. ucap Arya, dan lagi lagi menepuk bahu Irvan
" Oiya Silfa, besok tuh rambut dipotong lebih pendek lagi. Atau paling ngak dikuncir gitu..biar si maniak ini ngak main nyosor kayak tadi " Arya dengan nada bercanda. lalu berjalan pergi.
Irvan pun mengekor dibelakangnya seperti anak ayam yang takut ditinggal induknya, " Ar, jangan cepat cepat jalannya "
" Apaan sih bro? kamu tuh sudah seperti cewek, Jalan aja makin lelet gitu. ayo buruan.." Arya dengan ciri khas becandanya.
Sesampainya dikantin, " Mau pesan apa mas bro? biar ku bantu ? Arya menawarkan.
" Apa aja Ar, aku lagi ngak mood ngapa ngapain " Ucap Irvan asal asalan.
" Hmm lama lama kamu bisa gila bro kalau begitu terus " Arya nampak prihatin.
" Iya, aku begitu kangen pada Lia " Irvan tak lagi bisa menyembunyikan perasaannya. " Tapi aku tak tau harus mencarinya kemana "
" Sabar bro, Lia pasti kembali. Dia masih tercatat sebagai siswa disekolah kita ini " Hibur Arya
********
Diparkiran sekolah saat jam pulang sekolah, " Van, aku bisa numpang mobil kamu ngak? " tanya Rara penuh harap.
" Hmm baiklah, ayo masuk.." Ucap Irvan dengan malas malasan.
__ADS_1
Mobil mewah yang dikemudikan oleh Irvan pun melaju keluar gerbang sekolah menyusuri jalan raya yang cukup padat.
Suasana hening didalam mobil hampir setengah jam lamanya, Rara tidak berani angkat bicara apalagi menggoda Irvan karena tahu kalau laki laki itu moodnya sedang kurang baik.
" Li, langsung pulang ya? " tanya Irvan tanpa menoleh
Rara yang mendengar jelas langsung menyadari, ia menoleh kiri kanan melihat sekitar. " Van, kamu kenapa sih? dari tadi kayak ngak focus gitu? " balik bertanya
" Sorry sorry, aku cuma agak capek aja. Habis anterin kamu, aku langsung balik buat istirahat " Irvan tetap menatap kedepan
" Van, sadar ngak sih. kamu itu sudah seperti orang setress tau " Rara agak sedikit kesal.
" Kamu kenapa? " Irvan mulai terusik
" Kamu tuh yang kenapa? sadar ngak sih sejak tadi yang keluar dari mulut kamu tuh Lia Lia mulu? Kesambet ya? " ucap Rara sinis
" Idih apaan, mana ada kayak gitu " Irvan mengelak
" Noh lihat kita lagi dimana! " Ucap Rara tegas, ia ikut ikutan setres.
" Kok bisa disini? " tanya Irvan saat membuka jendela mobil dan melihat sekeliling
" Kenapa? baru nyadar kan? " Ejek Rara
" Sebenarnya kamu sama Lianti ada apa Van? "
" Maksudku, apa kalian sudah bubaran? "
" Anak itu sudah ngak perna masuk loh "
Rara nyerocos gitu aja
Irvan hanya diam dan focus mengemudi, pandangannya terus kedepan tanpa sedikit pun menoleh pada wanita disampingnya
" Udah, turunin aja aku disini. biar aku naik taksi aja dari pada ikut ikutan setres " Rara yang sudah kesal karena dicuekin
" Baiklah " Irvan menginjak rem tiba tiba
" Udah benar benar gila kamu ya Van.." Omel Rara
" Ngak usah ngomel, katanya mau turun. ayo buruan.." Irvan cuek
" Van, kamu tega ya sama aku? yang bener aja masa ia turuninnya disini? " Protes Rara lagi
" Lah kan mintanya tadi turunin dsini, gimana sih " Omel Irvan balik
__ADS_1
" Buruan turun, aku mau pulang. capek banget ini " tambahnya
Rara pun akhirnya turun, sialan lo. nyesel gue numpang mobil lo " Umpat Rara
Irvan yang seolah tak peduli dengan kekesalan Rara, Setelah wanita itu turun dan pintu mobil kembali tertutup. Irvan pun langsung tancap gas.
Rara hanya bisa menatap mobil mewah yang dikemudikan Irvan itu lenyap di tikungan jalan.
***********
Sesampainya dirumah, Irvan segera berlari menaiki tangga kelantai dua dimana kamarnya berada. " Siang mah " ucapnya saat berpapasan dengan mamanya.
" Siang Van, kok anak mama mukanya kusut gitu? " tanya mama Irvan
" Ngak apa apa mah, cuma capek doang butuh istirahat. Entar juga bakal seger lagi " Ucap Irvan mencium kedua pipi mamanya setelah salim terlebih dahulu.
" Kalau gitu, aku ke kamar dulu ya mah " Irvan pun berlalu setelah dapat anggukan dari mamanya.
*
Hampir 2 jam Irvan membolak balik badan diatas kasur mencoba untuk tidur, " Apa karena belum mandi ya? " Tanyanya sambil berfikir sejenak
Kemudian bangkit menyambar handuk dan segera mandi, sehabis mandi tanpa berpakaian ia kembali merebahkan badannya lagi. " Irvan, kamu butuh tidur..ayo pejamkan matamu " teriaknya fustasi beberapa saat mendapati dirinya masih tidak bisa tidur.
Lalu ia meraih phonsel di atas nakas, mencari kontak Arya, dan suatu kebetulan, " Drekkk drekkk drekkk " Panggilan masuk dengan nama Arya tertera dilayar.
Dengan cepat Irvan menjawab, " Iya hallo ar.."
" Van, aku baru aja ngobrol dengan Lia. Katanya akan segera balik, dia masih dalam tahap pemulihan setelah dirawat intensif " Ucap arya semangat
" Apa Lia ngak cerita soal penyakitnya? " Tanya Irvan cepat
" Ngak sih, Lia cuma bilang ada masalah dengan perutnya " Arya menjelaskan
" Okey deh, aku coba telpon Lia dulu " Irvan langsung memutus obrolan tanpa menunggu jawaban Arya lagi.
Dengan cepat Irvan pun mencoba menghubungi Lianti, " Drekkk drekk.." Nada sambung pertama dan kedua masuk. " Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif " Berikutnya terdengar suara operator yang menandakan kalau phonsel Lianti sudah tidak aktif.
" Achhhh sialll.." Irvan melempar phonselnya dengan kesal.
" Mau kamu apa sih Lia? kamu itu hamil anak aku atau ngak? aku cuma mau tau itu berengsekkk " Teriak Irvan penuh amarah.
BERSAMBUNG
__ADS_1