
Suasana kelas IPA satu begitu tenang siang ini, bukan karena lagi ada ujian dan semacamnya. melainkan karena semua siswa di kelas sedang berlomba lomba menyelesaikan tugas. mereka nampak bersemangat karena setelah tugas itu di selesaikan sudah boleh pulang.
" Tok tok tok " pintu di ketuk dari luar
" selamat siang pak, maaf saya baru selesai rapat osis " arya masuk dan memberi hormat pada guru sebelum berjalan ke arah tempat duduknya.
lalu mengeluarkan buku dan menoleh melihat apa yang di kerjakan teman sebangkunya karena ia masih tidak tau halaman mana mana buku cetaknya yang harus di kerjakan atau di selesaikan.
Seketika matanya tertuju pada irvan yang terlihat begitu serius mengerjakan tugas dari pak guru ini dengan di bantu wanita cantik di sampingnya, siapa lagi kalau bukan luna, " Hmm dasar berengsek, belum lagi masalahnya selesai..eh sekarang malah dekat dekat lagi dengan tuh cewek " arya menggeleng gelengkan kepalanya. " Kalau sampai lianti lihat, aku juga bakal kena semprot nih.." gumamnya dalam hati. lalu melanjutkan kembali melihat dan bertanya pada teman sebangkunya sebelum mulai mengerjakan tugas dari guru.
Tak berselang beberapa lama irvan dan luna terlihat berjalan menuju meja guru dan menyerahkan pekerjaan mereka, setelah itu kembali berjalan ke tempat duduk untuk mengambil tas dan mereka pun bergegas keluar kelas
" Mas bro, aku tunggu di kantin ya.." irvan menepuk bahu arya saat berjalan di samping arya. arya kaget dan langsung menoleh mendongakkan kepala, pandangannya menatap punggung irvan sampai hilang di balik pintu kelas. kemudian ia pun melanjutkan kembali aktivitas menulisnya dengan terburu buru karena ingin menyusul irvan ke kantin
----------------------------
Satu jam berlalu, arya pun sudah terlihat berjalan menuju kantin menemui irvan yang sudah menunggunya sejak tadi
__ADS_1
" Masih nunggu aja nih mas bro? " ucap arya begitu sudah duduk berhadapan dengan irvan
" Ya iya lah, sudah aku kasi tau tadi kan? " irvan agak terlihat kesal, mungkin karena efek menunggu satu jam
" Sorry mas bro, tadi itu soal soal yang di kasih pak guru sangat sangat rumit..aku betul betul ekstra berfikir hehehe " arya melempar candaan untuk mencaikan suasana yang nampak sedikit kurang santai
" Udah ah mas bro, jangan manyun gitu..kayak cewek aja suka ngambekan " tambahnya sambil mengangkat tangannya melambai ke arah pelayan kantin untuk memesan sesuatu
" Ar..kamu sudah ngomong ke lianti ngak? " irvan menatap arya serius
" Terus ? " irvan penasaran
" Yah aku jelasin kalau dia itu salah faham aja " ucap arya masih dengan santainya
" Terus ? " irvan makin penasaran
" Yah aku ceritain kronologis sesuai yang kamu bilang itu " jawab arya yang terlihat sudah sibuk mengaduk aduk satu mangkok bakso yang masih mengeluarkan kepulan asap
__ADS_1
" Terus ? " rasa penasaran irvan makin menjadi jadi
" Terus terus mulu dari tadi, sudah kayak tukang parkir aja kamu van. apaan sih ? " arya menatap irvan heran
" Maaf, habisnya aku penasaran ar..hehehe " jawab irvan cengengesan
" Makanya jaga kelakuan bro, sudah punya cewek cantik..eh masih aja dekat dekat sama cewek lain. giliran ceweknya ngambek, setress nya udah tingkat kecamatan " arya tampak serius dalam candaannya
" Apaan sih? siapa juga yang dekat dekat sama cewek lain ? jangan asal kalau ngomong..entar lianti dengar, dia bisa makin salah faham ke aku " irvan menoleh kanan kiri, melihat sekeliling
" Noh tadi di kelas, kamu sama luna mepet mepet di bangku belakang " arya asal nyerocos
" Hus.. itu mulut bisa di rem dikit ngak sih? kalau ngomong janhan asal jeblak aja..yang ada nanti bikin tambah runyam " irvan tampak panik
" Udah diam di situ, tunggu aku mau makan dulu. biar cerita soal liantinya bisa semangat " arya masih tampak cuek
" Okey okey makan aja dulu, dari pada nyerocos ngak jelas " irvan memilih diam, agar arya ngak makin ngomong kemana
__ADS_1