SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
CUMA BERTEMAN


__ADS_3

Beberapa minggu Lianti kembali istirahat dirumah dan tidak masuk lagi mengikuti pelajaran, bagi pihak sekolah tidak menjadi masalah jika memberi ijin untuk murid secerdas dan berprestasi seperti Lianti.


" Drekkk drekkk drekkk " baru saja diaktifkan, phonsel Lianti langsung berdering.


" Iya hallo Ar.." ucapnya saat menjawab panggilan dan sudah membaca nama si penelpon terlebih dahulu.


" Kok baru aktif? kamu sakit lagi ya? " tanya Arya.


" Ngak, cuma pengen istirahat aja " jawab Lianti singkat.


" Wih memang enak ya, jadi murid tauladan? mau masuk sekolah atau ngak, suka suka dia hehehe " Arya mulai bercanda.


" Apaan sih Ar? ngak gitu juga kali, harus ada surat ijin dan konsul dulu sama guru tiap mata pelajaran " penjelasan Lianti.


" Iya tau, lagian nilai kamu sudah sangat sangat memuaskan kalau bahasa guru guru " ucap Arya.


" Udahan ah jangan omongin itu lagi, mang kamu nelpon aku cuma pengen bahas itu doang? ngak kan? " Lianti pura pura kesal.


" Iya iya, gitu aja ngambek. Kamu dicariin Irvan tuh, sudah sejak minggu kemaren dia uring uringan karena ngak bisa ngehubungin kamu " ucap Arya blak blakan.


" Hmmm mau apa lagi sih dia itu? aku malas berurusan dengan dia, ujung ujungnya Luna datangi aku lagi nantinya " Lianti menarik Nafas, seolah ada beban di dadanya yang perlu ia hempaskan kuat. Tiba tiba ia teringat kejadian divilla bersama Ari, " Oiya apa kamu sering bertemu kak Ari? " tanyanya lagi.

__ADS_1


" Nanyak kok rombongan gitu? jadi bingung nih jawabnya hehehe " ucap Arya.


" Baiknya kamu datang kemari aja, biar ngobrolnya lebih nyantai " Lianti.


" Bareng Irvan boleh? " ucap Arya blak blakan.


" Ngak, ngak boleh. Mending ngak usah datang deh " Lianti terdengar kesal.


" Si Irvan pengen ngejelasin soal yang kemaren, menurutku kamu harus dengar juga sih " pancing Arya.


" Mau jelasin apa lagi sih Ar? " ucap Lianti.


Arya pun menceritakan semua apa yang sudah di dengarnya dari Irvan, serta biang kerok dari gosip yang beredar disekolahan.


Sementara ditempat lain


Irvan dengan terburu buru keluar kelas setelah jam pelajaran sudah berakhir, " Irvan Irvan.. tungguin napa, apa apaan kamu ini? kenapa menghindar dari aku terus? jawab Van? " Luna berlari mensejejeri langkah Irvan.


" Maaf Lun, aku lagi sibuk bukan menghindar dari kamu. Lagian memang kamu ada perlu apa sampe nyari nyari aku? " ucap Irvan sambil terus berjalan.


" Yah kali harus ada perlu dulu baru bisa ketemu kamu? ngak kan? aneh deh " Luna terus mengekori Irvan.

__ADS_1


" Hmm Lun, kalau ada yang mau kamu omongin..bilang aja sekarang! aku lagi banyak urusan hari ini " Adrian menghentikan langkahnya, lalu memutar badan hingga berhadapan dengan Luna.


" Aku pengen sikap kamu kembali seperti kemaren, yang peduli dan selalu bareng aku. Aku ngak suka kamu ngindarin aku " ucap Luna blak blakkan.


" Luna, sadar ngak kalau selama ini kita cuma temenan doang? kok malah nuntut kayak gitu segala macam? jujur aku tuh ngak ngerti sama fikiran kamu ya" ucap Irvan dengan tenang namun penuh penekanan.


" Hah? apa aku ngak salah dengar? jajadi selama ini semua yang aku lakuin ngak ada artinya buat kamu? " ucap Luna kesal.


" Maaf Lun, kita cuma berteman..ngak lebih " Irvan melanjutkan langkahnya.


" Van..Irvan..aku ngak mau diperlakuin kayak gini " teriak Luna marah.


" Hmmm " Irvan menarik nafas dan membuangnya perlahan, tanpa menoleh pada Luna yang histeris dan terus memanggilnya.


-----------------------------------


BERSAMBUNG


Trimakasih buat para pembaca yang begitu setia menggu up dari author.


Dikesempatan ini author mau promosi novel baru, Sempatin mampir ya.. " AKU BUKAN SIMPANAN "

__ADS_1


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, DAN VOTE


__ADS_2