
Cuaca pagi yg mendung seakan membuat Irvan malas untuk beranjak keluar dari selimut lembutnya, sudah dua kali tangannya mematikan alarm yang berbunyi nyaring. Alarm yang selalu setia membangunkannya tiap pagi untuk bersiap siap ke sekolah.
" Tokkk..tokkk..tokkk " seseorang mengetuk ngetuk pintu kamar.
Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar, " Van..Irvan, kamu ngak sekolah lagi hari ini? " teriak mama Irvan dari luar kamar.
" Iya sebentar lagi ya ma, masih ngantuk nih " ucap Irvan dengan suara parau khas baru bangunnya.
" Ini udah jam tuju loh nak ayo buruan, papa lagi nungguin kamu sarapan " ucap mamanya lagi dan segera kembali ke ruang makan.
Mendengar ucapan mamanya mata Irvan yang tadinya terpejam tiba tiba terbuka sempurna menatap jam weker di sampingnya, " Hah..."
Dengan cepat ia pun berlari ke kamar mandi dan beberapa saat kemudian terdengarlah suara guyuran air.
******************
" Kringggg...kringgggg " bunyi bell tanda dimulainya pelaran membuat Irvan yang baru saja memarkirkan motornya harus berlari menuju kelas. jaket, kaca mata hitam, bahkan masker masih menutupi wajah tampannya.
" Irvan ? " ucap Rara saat melihat Irvan masuk kelas
__ADS_1
Tanpa mempedulikan Rara, dengan nafas tersengal sengal ia berjalan menuju bangkunya sambil melepas masker dan kaca matanya, " Pagi sayang.." ucapnya saat melewati Lianti yang sudah sejak tadi menatapnya.
" Li..Li..Lia.." panggil Irvan dengan suara yang sedikit dipelankan setelah ritme nafasnya sudah mulai teratur kembali.
" Duduk disini yuk sayang.." tambahnya lagi sambil menggeser duduknya memberi tempat saat Lianti sudah menoleh ke arahnya.
Tanpa berkata kata Lianti pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Irvan, ia yang sejak kemarin gelisah ingin segera tau apa yang terjadi dan harus mendapat pelasan.
" Ada yang ingin kamu jelasin ? " ucapnya setelah duduk disebelah Irvan dengan mata menatap ke depan tanpa menoleh.
" Maaf ya sayang, kemarin aku ngak kasi kabar.." ucapan Irvan menggantung kalimatnya begitu saja.
**********
Plash Back On
Irvan terbangun saat cahaya matahari masuk dari jendela besar menyilaukan matanya, ia pun langsung duduk karena kaget saat menyadari dirinya berada dikamar hotel dan disisinya ada seorang wanita yang masih tertidur.
" Apa yang terjadi ? kenapa aku bisa disini? siapa wanita ini? " Irvan membatin.
__ADS_1
Dengan terburu buru Irvan turun dari tempat tidur, walau masih terasa pusing dan oleng ia memunguti barang barangnya yang berserakan dilantai.
" Hey kamu, cepat bangun..." ucap Irvan berulang ulang, ia berdiri disisi tempat tidur tanpa berani mendekat ke arah wanita itu yang masih tertidur pulas.
Tatkala wanita itu memutar badannya menghadap ke arah Irvan berdiri,
" Astaga..Emilia..." dengan ekspresi yang tak biasa Irvan teriak dan spontan menutup mulutnya dengan tangannya.
Dengan frustasi Irvan terduduk dilantai, mengacak acak rambutnya yang sudah berantakan sejak tadi, " Apa yang ku lakuin ya Tuhan..., kenapa aku sebejat ini.., kenapa harus dengan Emili.."
Irvan sangat kebingungan dan tak tau harus berbuat apa.
Berulang kali Irvan mencoba membangunkan Emlia berharap wanita itu bangun dan menjelaskan apa yang terjadi, tapi nampaknya wanita itu enggan mengahiri mimpi indahnya.
Walau efek minuman semalam belum sepenuhnya hilang, Irvan yang masih sedikit pusing memutuskan untuk pulang ke rumah, setelah menulis pesan buat Emilia yang diletakkannya diatas meja.
Plash Back Off
***************
__ADS_1
BERSAMBUNG