SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MENCERITAKAN SEMUANYA


__ADS_3

Dilantai tiga rumah mewah bak istana, dari salah satu ruangan terdengar suara riuh permainan game dari layar televisi yang super besar, entah sudah berapa jam irvan dan arya menghabiskan waktu di sana.


Tiba tiba," Bro, sebenernya kamu sama lia ada masalah apaan sih? kok kayaknya parah gitu ya? " arya dengan gaya sangat santai tanpa melirik apa lagi menoleh pada irvan


Irvan seketika menoleh mendengar ucapan arya itu lalu meletakkan stik game nya di karpet, " Apa tadi lia ngomong sesuatu ke kamu? "


" Ngak ada, aku cuma nebak aja. aku merasa kalian berdua jadi aneh gitu.." arya yang langsung menghentikan permainan game itu dan memutar posisi duduknya agar berhadapan dengan irvan, " Memangnya kenapa? " makin merasa ada yang tidak beres, " Kalau kamu mau ceritakan saja, tapi kalau ragu baiknya jangan " ucap arya sambil menepuk bahu irvan.

__ADS_1


" Sebenernya aku ngak sengaja ngelakuin hal bodoh, dan itu jadi kesalahan fatal " gurat penyesalan kembali terlihat jelas di wajah irvan, " Aku sudah di tidur dengan cewek di hotel, tapi aku di jebak.waktu itu aku mabuk berat " diam sejenak dan menarik nafas panjang lalu di hempaskannya kasar, " Dan parahnya lianti tau hal itu " irvan tertunduk, kini ia sangat terlihat rapuh.


Arya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, " Astaga, tuh kan bener kalian lagi ada masalah " ekpresi serius mulai keluar dari raut wajah arya, " Lalu gimana dengan wanita itu? apa kalian sudah melakukan hal yang satu itu? " rasa semakin ingin tau yang begitu kuat membuat arya tak sabar menunggu penjelasan irvan.


Sejenak irvan menarik nafas panjang seolah tak tau harus mulai bercerita dari mana, ia mencoba memilih kata kata yang tepat agar arya tidak langsung berfikir negatif soal kejadian yang dia alami malam itu bersama emilia.


Pelan pelan irvan menceritakan kejadian yang kembali terbayang jelas di mata dan fikirannya, soal bagaimana dia minum minum sampai mabuk, soal emilia yang terus mendekatinya dan berakhir di kamar hotel.

__ADS_1


" Aku sama sekali ngak tau bahkan ngak ingat apa apa soal apa terjadi di kamar hotel itu, aku terperanjak tatkala bangun pagi dan wanita itu ada di sampingku tidur dengan nyenyaknya. karena syok, aku dengan cepat memunguti bajuku yang tergeletak di lantai lalu memakainya dan segera pergi dari hotel itu " irvan memejamkan mata dan lagi lagi menarik nafas panjang lalu di hempas dengan kasar, " Hmm karena terlalu buru buru pulang, phonselku ketinggalan.dan asal kamu tau kotak yang di titip lia pada kamu itu isinya adalah phonselku.


Arya kembali di kejukkan dengan cerita irvan yang begitu tak di sangkanya. tapi sebagai teman yang baik, arya memcoba menghibur irvan yang terlihat begitu kalut, " Yang sabar ya bro, aku berharap semua kesalah pahaman ini bisa terselesaikan.


" Iya, moga saja.." irvan


" Oiya ar.., aku minta tolong ya.. bantu aku jelasin ke lia soal ini.." tambah irvan lagi.yang di balas dengan anggukan oleh arya.

__ADS_1


Sebelum pulang, tak lupa arya memberi semangat lagi pada irvan.


----------------------------


__ADS_2