
"Selamat pagi nona Lianti.." suara seseorang yang menyapa datang dari arah gerbang, Lianti yang lagi asik menyiram tanaman langsung menghentikan kegiatannya itu. ia berlari lari kecil untuk melihat siapa yang datang dan membukakan pintu gerbang yang memang selalu terkunci.
Betapa terkejutnya Lianti, saat tau siapa yang datang. " Mas Faiz ? mau ketemu om Arman ya? tapi omnya belum pulang tuh, mungkin masih dikantor " Lianti yang terkejut menjadi salah tingkah karena tidak mengira akan bertemu lagi dengan Faiz wijaya, putra tunggal tuan Anggoro wijaya, pemilik wijaya grup yang sangat terkenal karena merupakan salah satu perusahaan terbesar dinegara ini.
" Oiya sampe lupa.., silahkan masuk mas.., tante ada kok.."
saking gugupnya Lianti hampir lupa membuka pintu gerbang dan lupa mempersilahkan Faiz masuk.
Mereka pun berjalan masuk " Silahkan duduk mas, aku panggilin tante dulu ya.." Faiz yang baru saja duduk, kembali berdiri lalu meraih dan menarik lengan Lianti yang baru saja akan melangkah.
" Tunggu.." Faiz membuat langkah Lianti seketika terhenti dan kembali berbalik
" Iya, ada apa mas ? " dengan wajah polos seakan menunggu jawaban, Lianti tak menyadari kalau jarak mereka sangat dekat dan mata keduanya terkunci sejenak beberapa saat dan saling menatap.
__ADS_1
" Nona Lianti, aku ke sini buat ketemu kamu.." ucap Faiz seketika menyadari keheningan yang tercipta tiba tiba.
" Eh maaf..aku ngak sengaja " seketika itu pun Faiz melepas pegangan tangannya dilengan Lianti dan mundur beberapa langkah.
Lianti masih tak bergeming, ia berdiri mematung dengan ekspresi terkejut, Faiz yang menyadari itu kemudian menarik nafas panjang dan dihembuskan perlahan, " Boleh kita ngobrol sebentar, nona? " Faiz kembali duduk
Belum saja Lianti menjawab, suara wanita parubaya terdengar dari ruang tengah membuat Lianti menoleh ke arah suara itu, " Tuan Faiz ? maaf saya tidak tau kalau tuan ada disini "
" Ta..tante, Lia baru aja mau kasi tau tante kalau mas Faiz ada disini.." Lianti yang gugup mencoba bersikap biasa, " Oiya, kalau gitu Lia pamit ke depan, mari mas.." ia pun melangkah keluar bermaksud melanjutkan kerjaan yang di tinggalkannya tadi.
Lianti terdiam mematung ditempatnya berdiri tanpa bisa berkata kata.
" Tuan kenal ponakan saya? " ucap tante Weni seakan ingin memperjelas.
__ADS_1
" Iya, saya kenal dan ingin lebih kenal lagi " ucap Faiz tegas
Melihat tatapan serius dari putra tunggal kerajaan Wijaya itu, tante Weni pun langsung memberi ijin, " Lia, buruan sana ganti pakaianmu..jangan buat tuan Faiz menunggu lama! " ucapnya
Seketika mata Lianti membulat tatkala mendengar dan melihat ekspresi tantenya, " Ba baiik tante.., mas Faiz tunggu sebentar ya " ia menjawab dengan terbata bata, lalu melangkah ke kamarnya
" Maaf sebelumnya kalau boleh tau, tuan Faiz kenal dimana dengan Lia ponakan tante ? apa tuan juga sudah kenal anak saya Siska ? " tak ketinggalan, tante Weni mempromosikan anaknya yaitu Siska.
Faiz yang kembali duduk, menjawab sekedarnya saja, " Ceritanya panjang, intinya aku dan Lianti sudah saling kenal, dan soal anak tante, siapa tadi namanya? Siska ya? aku samasekali ngak kenal " jawab Faiz gamblang.
Berselang beberapa menit, Lianti pun sudah kembali dengan penampilan yang berbeda, baju hijau armi yang di padu jeans hitam, rambut yang di biarkan tergerai lepas, polesan makeup tipis menambah keanggun diwajah cantiknya.
----------------------
__ADS_1
BERSAMBUNG