
" Tok..tok..tok.." pintu kamar di ketuk dari luar, " lianti ayo bangun, kita jalan jalan.." terdengar suara seorang laki laki dewasa dari balik pintu.
Lianti yang sejak tadi memang cuma merebahkan tubuhnya di atas kasur namun tidak tidur, buru buru bangkit dengan sedikit berlari ke arah pintu kamar dan segera membuka pintu, " Mas faiz, udah selesai kerjaannya? " ucapnya begitu pintu terbuka dan di lihatnya sosok laki laki yang sejak tadi di tunggu tunggu.
" Udah, baru aja selesai..dan aku langsung ke sini. Maaf ya kamu nunggunya agak lama.." faiz dengan ekspresi bersalahnya, " Oiya tadi aku lupa kasi tau kamu, di lemari itu tersedia semua keperluan kamu dan kalau ada yang kurang jangan sungkan sungkan bilang ke aku.." faiz yang masih tetap berdiri di ambang pintu, mengangkat tangan menunjuk sebuah lemari besar yang terlihat mewah di antara beberapa berabotan yang tak kalah mewahnya dalam kamar itu.
" Kamu boleh mandi dulu, setengah jam lagi kita ketemu di bawah. aku juga mau mandi dulu biar segar" kali ini faiz mencoba tersenyum walau sangat jelas terlihat keletihan di wajah tampannya.
__ADS_1
Lianti yang melihat wajah faiz itu langsung mengiyakan ucapan faiz, padahal sebenarnya ia tak ingin mandi dan ingin segera jalan jalan menikmati keindahan di sekitar villa yang sejak tadi hanya di lihatnya dari jendela besar di dalam kamar.
" Baik mas, kalau begitu aku mandi dulu " setelah di balas anggukan oleh faiz yang kemudian berjalan menjauh dan menuju tangga yang mengarah ke lantai tiga, lianti pun menutup kembali pintu kamarnya dan bergegas untuk mandi.
"Wow baju baju siapa nih? bagus bagus banget dan keliatannya masih baru, apa ini kamar adik perempuan mas faiz kali ya? " lianti berdekak kagum melihat isi lemari besar itu, deretan pakaian merek terkenal yang selama ini lianti sering lihat di tabeloit fashion. " loh ini kok bisa persis ya dengan ukuran aku? " gumamnya setelah mengambil pakaian dalam dari dalam paper bag di lemari itu " dengan kepala yang di penuhi berbagai pertanyaan, akhirnya lianti memutuskan tuk segera mandi begitu ingat waktu yang di berikan untuknya oleh faiz hanya tiga puluh menit.
Berselang beberapa waktu lianti pun sudah siap, ia memilih memakai baju jumpsuit maron dengan motif garis garis hitam dengan lengan dan bagian leher yang agak lebar sehingga memperlihatkan bentuk lehernya yang jenjang dan kulitnya yang putih mulus.
__ADS_1
Sepasang mata yang sejak tadi tak berkedip terus menatap takjup ke arah tangga seolah melihat bidadari, " MasyaAllah, apa aku berada di surya? " ucapnya dalam hati. laki laki itu kemudian berdiri menyambut lianti dengan mengulurkan tangannya pada lianti.
" Mari tuan putri, aku akan mengantar anda berkeliling melihat melihat keindahan di sekitar istanaku ini.." ucap faiz yang nampak begitu bahagia.
" Mas faiz bisa aja ihh, becanda mulu.." ucap lianti tersipu malu wajahnya merona, lianti pun terlihat senang dan antusias ingin jalan jalan. moddnya mulai kembali, masalah yang tadi tiba tiba membuatnya kembali bersedih seketika bisa tertutupi dengan senyuman manis dan tawa cerianya.
Mereka berdua berjalan menuju pintu utama villa, lianti yang canggung karena faiz menggenggam tangannya sejak tadi berusaha tenang dan bersikap biasa, " Mas, kita kesana yuk..aku pengen melihat sunset " ucap lianti menunjuk ke suatu arah.
__ADS_1
Faiz ikut melangkah di sisi lianti walau ia belum mengiyakan akan lianti namun tangannya sudah di tarik oleh gadis itu.
Dan mereka pun menikmati sunset berdua di tepi sungai dengan berbagai keindahan alam yang terhampar begitu nyata di depan mata.