SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MABUK


__ADS_3

Di halaman sebuah bangunan dikawasan padat penduduk terparkir beberapa motor dan diantaranya terdapat motor milik irvan.


Dari dalam tempat itu terdengar suara musik yang begitu memekakkan telinga, sesekali terdengar orang bernyanyi, tertawa dan kadang seperti berteriak.


" Ayo, tambah lagi.." ucap laki laki yang masih menggunakan seragam putih abu abu, sambil menyodorkan gelas ketemannya minta di tuangkan minuman


" Cukup mas bro, kamu sudah banyak minum " kata arya yang sejak tadi cuma duduk diam disamping irvan


" Malam ini aku pengen mabok, jadi jangan halangi keinginanku..mengerti? " gaya irvan sudah dalam pengaruh alkohol


Arya yang sejak pulang sekolah terus menemani irvan menjadi prihatin dengan kondisi yang dilihatnya.di ambilnya phonsel dari dalam tas lalu, " Tuttt...tuttt..tuttt " nada panggil pun terdengar beberapa saat.


" Hallo iya, ada apa arya? "


" Lia kamu ke jalan xx sekarang, aku tunngu ya "


" Ada apa arya? kamu dengan siapa disitu? "


" Ini si irvan minum sejak tadi ngak mau berenti dan sekarang sudah mabuk berat "


" Tolong lia, tolong..aku takutnya entar irvan kenapa napa "

__ADS_1


" Maaf banget, aku ngak bisa " ucap lianti dengan nada berat


" Hmmm ya sudah kalau begitu biar aku telpon orang tuanya, irvan memang sangat keterlaluan ke kamu tadi siang. pasti kamu sakit hati soal itu "


" Aku tutup ya "


" Arya tunggu..." ucap lianti seketika saat arya akan mengakhiri percakapan. terdiam sejenak dan terdengar menghela nafas, " Kamu kirim lokasi tempatnya aku ke sana sekarang "


" Okey lia, segera.." jawab arya terdengar bersemangat


Tiga puluh menit kemudian lianti sudah sampai di lokasi yang arya kirim, namun ia agak ragu memasuki rumah yang nampak seperti tempat hiburan.


" Hallo arya..aku sudah di luar.." lianti menelpon arya


Lianti seketika menutup hidung dan mulutnya, bau alkohol memenuhi ruangan itu, " Arya, kamu bawa irvan kesini aja..aku ngak tahan bau itu "


Irvan mendongakkan kepala mendengar suara lianti, menatap dengan nanar seolah merindukan wanita itu. ia bangkit dan berjalan dengan sempoyongan ke arah lianti.


" Kamu jangan tinggalin aku li, aku sangat sayang sama kamu. aku sedih jika kamu marah sayang.." irvan menangis di peluk dan ciumnya pucuk kepala lianti berulang ulang


" Ayo kita pulang " lianti coba membujuk, irvan yang sudah mabuk tak ubahnya sudah seperti bocah

__ADS_1


" Huwekkk huweekkk " irvan melepaskan pelukannya lalu mundur sedikit dan memuntahkan isi perutnya


Melihat itu arya dengan cepat memegang tubuh irvan yang hampir saja ambruk ke lantai, " Li..tolong bantu aku, kita papah irvan keluar "


" Tunggu di sini aja, aku ambil mobil dulu " lianti berlari ke parkiran


Dengan agak sedikit kewalahan mereka akhirnya sudah mendudukan irvan di jok belakang mobil, " Sekarang gimana nih? " tanya lianti pada arya


" Gimana ya? kamu ngak apa apa antar irvan pulang modelnya kayak gitu? apa kata ortunya (orang tua)?" arya ragu


" Lah kan kita bareng bareng antarnya, masa iya kamu ninggalin aku gitu? " lianti mulai bingung


" Ya elah kamu kan istrinya? " arya tersenyum menggoda lianti


" Hah? ih apaan sih? " lianti mencibir


" Hahaha becanda doang kok " arya tertawa


" Kamu duluan aja, aku nyusul bawa motor irvan " ucap arya kembali serius


" Baiklah, ayo cepat..entar ni orang jorok muntah di sini hehehe " canda lianti dan menyalakan mesin mobil

__ADS_1


Dan mobil itu pun melaju menuju jalan raya dan di ikuti arya dengan mengendarai moge( motor gede) milik irvan


__ADS_2