SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MELAYANG TINGGI KE AWAN


__ADS_3

Di urang Vip dengan interior mewah itu emilia duduk sambil memainkan phonselnya, beberapa menit kemudian pintu terbuka. emilia mendongak tatapan kecewa terlihat jelas di wajahnya saat melihat siapa yang masuk, seorang pelayan dengan tangan memegang nampan berisi aneka minuman, " Ini apaan mbak? aku kan belum pesan apa apa " ucapnya heran.


" Maaf nona, ini sesuai permintaan tuan muda kami. untuk menghidangkan sesuatu buat nona agar tak merasa bosan menunggu kedatangan tuan muda " pelayan mencoba menjelaskan.


" Apa tuan muda irvan sering ke sini? apa dia member tetap? " tanya emilia pada pelayan yang sibuk menghidangkan minuman ke meja.


" Iya nona, tuan muda sering ke sini mengantar nyonya besar. dan kadang juga mengadakan meeting dengan koleganya atau menjamu mereka " pelayan itu menjawab sambil membereskan nampan yang tadi di bawanya.


" ibu irvan sering ke sini ? " emilia bergumam pelan, tapi masih bisa terdengar oleh pelayan.


" Nyonya besar adalah pemilik resto ini nona " kata pelayan itu lalu tersenyum pada emilia.

__ADS_1


" Hah, yang bener nih? artinya pemilik resto ini calon mertuaku dong ya? wah bisa lah kapan kapan ngajak teman teman pada makan gratis " emilia bergumam dalam hati.


Belum lagi emilia sadar dari lamunannya, tiba tiba ia di kejutkan dengan masuknya seorang pemuda di ruangan vip itu, " Maaf aku sedikit terlambat, tadi di jalan ada kecelakaan dan aku terjebak macet di sana " kemudian pemuda itu duduk di sofa berhadapan dengan sofa yang emilia duduki. " Oiya, kenapa belum pesan makanan ? " matanya menatap aneka minuman jus segar yang sudah tersaji di meja, lalu ia menoleh ke arah pelayan yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan, " Mbak tolong sajikan menu menu andalan resto kita " perintahnya pada pelayan itu.


" Baik tuan muda, permisi.." ucap pelayan itu, sebelum keluar dari ruangan itu tak lupa memberi hormat pada tuan mudanya yang tak lain adalah irvan.


" Oiya apa mereka melayanimu dengan baik? " tanyanya pada emilia yang belum mengeluarkan suara sejak irvan datang, matanya seolah tak mau berpindah dari sosok laki laki tampan yang banyak di idolakan cewek cewek karena statusnya sebagai anak tunggal dari pejabat kaya.


" Pelayan di sini pada ramah dan sopan kok. ini aku di sajikan minuman beraneka ragam. katanya perintah dari kamu " emilia tersenyum karena merasa tersanjung.


Emilia yang sudah melayang dengan khayalan tingkat tingginya makin di buat melambung tinggi ke awan awan, sebutan nona muda untuknya yang keluar dari mulut irvan begitu terdengar indah hingga ia tak lagi dapat berkata kata.

__ADS_1


" Apa aku boleh menanyakan sesuatu? tapi sebelumnya aku minta maaf karena ini agak pribadi. apa aku laki laki pertama yang tidur dengan mu? " ucap irvan yang membuat emilia bagaikan di jatuhkan kembali setelah di buat melayang jauh oleh sahabatnya sejak SMP ini tapi tak pernah sedikit pun mau menjadikannya kekasih.


" Maksudnya ? " emilia


" Maksud aku tuh, apa kamu perna tidur dengan laki laki lain selain aku? maaf maaf banget, bukan maksudku merendahkan atau apalah itu. di sini aku cuma ingin tau rasanya, karena jujur aku sama sekali tidak menikmatinya malam itu " irvan yang mencoba agar emilia terpancing berbicara soal apa saja yang terjadi malam itu di kamar hotel.


Emilia tergelak mendengar ucapan irvan, ia berfikir keras untuk menghimpun keberanian agar tak terlihat gugup, " Aku ngak pernah ngelakuin itu dengan laki laki lain selain kamu, van "


Percakapan itu pun terhenti sesaat karena beberapa orang pelayan masuk membawa dan menyajikan menu menu yang di minta tuannya.


" Kalau begitu kita makan dulu, ngobrolnya nanti aja. aku lapar " irvan mengulur ulur waktu karena adli dan dimas masih belum datang.

__ADS_1


------------------------


AUTHOR MINTA DUKUNGANNYA DONK, BIAR MAKIN SEMANGAT......


__ADS_2