SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
IRVAN VS ARYA # PART 2


__ADS_3

Suasana kantin mulai sepi saat arya baru menyelesaikan membayar makanan dan minuman yang sudah di santapnya habis.


" Gimana ar..sudah bisa cerita sekarang? " irvan dengan sabar menunggu


Arya terlihat begitu santai berjalan dan kembali duduk berhadapan dengan irvan, " Mas bro, aku mau tanya dulu nih..tapi maaf maaf aja ya, bukan maksud mau mojokin atau semacamnya..di sini aku cuma penasaran dengan apa yang pernah aku dengar " sesaat arya terdiam dan menatap lekat pada irvan. " Kamu selama ini dekat sama lianti karena dia cerdas ? dan untuk menjadi jalan agar kamu pun ikut jadi salah satu siswa berprestasi ? " kemudian arya mengangkat kedua tangannya ke depan dada dan menempelkan kedua telapaknya, " Sekali lagi maaf mas bro "


" Uhukk..uhukkk.." irvan yang terlihat gusar dengan pertanyaan arya pun tiba tiba tersedak ludahnya sendiri. beberapa saat ia mencoba tenang sebelum menjawab..


" Hmm jujur ar..awalnya memang iya seperti itu, aku kagum dan tertarik pada sosok lianti yang cerdas bukan karena dia cantik dan populer di sekolah ini " sesaat irvan menarik nafas panjang, " tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku terjebak dengan perasaan yang aku artikan dengan cinta. yah..aku ingin selalu bersama lianti, selalu merindukannya, bahkan seakan dunia bakal kiamat buatku jika dia menjauhiku " irvan pun tertunduk


" Oo jadi benar, kalimat itu pernah benar benar keluar dari mulut kamu ya van? " arya masih dengan gaya santai dan cueknya

__ADS_1


" Terus, gimana dengan luna? apa itu juga berlaku buatnya? kan akhir akhir ini yang bantu kamu di kelas tuh luna bukan lianti lagi? "


" Maksud kamu apa ar ? kok nanyaknya kayak gitu? aku sama luna ngak ada apa apa loh " irvan sedikit kesal


" Ngak maksud apa apa sih, aku cuma mau bilang kalau lianti sebenarnya sudah tau soal kalimat kalimat ngak enak di kuping itu dan parahnya lagi karena katanya dia dengar langsung saat kamu ngomong gitu " arya mengungkapkan apa yang di katakan lianti beberapa saat lalu


" Hah, dengar di mana ar ? " irvan seketika panik


" Dan satu lagi mas bro, lianti nangis saat cerita soal kamu dan emilia sahabat kamu itu..katanya dia sempat di ajak ketemuan sama cewek itu dan di titipin phonsel kamu yang ketinggalan di hotel "


" Aapa? lianti di ajak ketemuan? wah dasar brengsek emilia itu " irvan terlihat makin panik

__ADS_1


" Yah gitu lah, parah banget ya hubungan kalian mas bro?..banyak hal yang lianti pendam dan membuatnya berfikir ingin menjauh saja " arya dengan nada bicaranya yang santai tapi sangat menusuk dan tepat sasaran. Sebenarnya arya kasian pada irvan, namun ia juga merasa kesal dengan apa yang tadi di lihatnya di dalam kelas, seolah olah dirinya hanya sibuk sendiri mengurusi hubungan asmara temannya itu. sedang irvan anteng anteng saja dan bisa dekat lagi dengan cewek pindahan di kelasnya itu.


" Ar..aku minta tolong banget, tolong jelasin semuanya ke lianti. kamu sudah tau gimana kejadian aku dan emilia di hotel itu kan? aku mohon ar.." irvan dengan wajah memelas


Arya membetulkan posisi duduknya, kemudian " Soal sahabat kamu emilia itu, mungkin aku bisa bantu jelasin dengan sejelas jelasnya. tapi soal omongan kamu yang saat ini sudah menjadi rahasia umum, aku ngak bisa mas bro.. jujur aku ngak tau gimana ngejelasinnya, karena pada kenyataannya yang terlihat saat ini kamu dekat dengan luna "


" Aku ngak ada hubungan apa apa sama luna, lagian asal kamu tau..luna yang selalu ngajak aku belajar bareng bukan aku yang minta " irvan sedikit tidak nyaman dengan kata kata yang arya lontarkan


" Okey mas bro, di sini aku cuma mau ingatkan jangan sampai lianti tau dan bahkan melihat lagi kedekatan kamu dengan luna..karena aku bisa pastikan itu akan benar benar fatal akibatnya " arya pun kemudian berdiri


" Oiya kalau begitu, aku pamit..duluan ya mas bro.." dengan senyum yang sulit di artikan oleh irvan, arya bergegas pergi keluar kantin dan menghilang dari pandangan.

__ADS_1


__ADS_2