SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
AWAL KEDEKATAN #3


__ADS_3

Setelah beberapa bulan berlalu sejak mereka sering duduk bersebelahan, akhirnya cowok yang bersikap dingin itu pun mulai terlihat membuka diri pada Lianti.


Irvan yang tadinya cuek dan sama sekali tidak peduli, mulai merespon tiap obrolan meskipun masih dengan dana sedikit tidak enak ditelinga.


" Van, kamu sudah siap menghadapi ulangan hari ini? " Lianti mengingatkan


" Siap lah, kan ada kamu yang bantuin buat jawaban soalnya "


celoteh Irvan seenaknya tanpa menoleh dan tetap focus pada phonselnya.


" ### Gitu ya " jawab Lianti tetap tersenyum menatap Irvan


Beberapa menit kemudian ibu Arma sudah berdiri di depan kelas dan bersiap membagikan lembaran soal yang di pegangnya.


" Lianti, kamu bisa keluar dan tidak perlu ikut ulangan " ucap bu Arma


" Baik bu " ucap Lianti, lalu berjalan keluar kelas dengan senyum menghiasi bibirnya


Tiba tiba seseorang menarik lengannya,

__ADS_1


" Lia jangan jauh jauh, bantu aku " ucap cowok itu dengan suara berbisik nyaris tak terdengar


Lianti menoleh kemudian mengangguk ke pemilik suara itu yang tak lain adalah Irvan, setelah itu kembali berjalan keluar kelas.


Dua puluh lima menit berlalu, Irvan terlihat gelisah. matanya menoleh ke arah jendela yang berjarak satu meter disamping bangku yang ia duduki.


Sementara Lianti yang sejak tadi sedang mengerjakan soal ulangan dibalik jendela tampak sangat serius. Tak berselang beberapa saat, " Van..Irvan, nih udah selesai " Lianti memanggil Irvan dari balik jendela dengan bermain kucing kucingan dengan bu Arma


" Eh udah ya " ucap Irvan sambil memungut kertas jawaban yang sengaja di jatuhkan Lianti dari balik jendela karena takut ketahuan bu Arma.


Irvan pun tersenyum senang melihat kertas jawabannya, sesekali ia menatap ke arah jendela dimana Lianti berada di baliknya.


Satu persatu siswa siswi di kelas itu pun maju dengan tertip menyerahkan kertas jawaban masing masing dan setelah itu berjalan keluar kelas.


Lianti yang baru saja masuk ke perpustakaan melihat Irvan melintas, dengan cepat ia berbalik dan berlari kecil mengejar Irvan yang berjalan menuju pelataran parkir sambil berbicara dengan seseorang ditelpon.


Namun langkahnya terhenti tatkala melihat Irvan menghampiri seorang wanita yang sedang menunggunya disana, setelah beberapa saat mereka terlihat berbincang sebelum motor yang dikendarai Irvan pergi meninggalkan parkiran sekolah membawah serta wanita tadi.


" ### Hmmm..kenapa hatiku terasa sakit gini ya? " Lianti berdiri terpaku dan berguman dalam hati, " Ahh sudahlah " ucapnya lagi lalu berjalan gontai ke arah gerbang sekolah.

__ADS_1


Pak Mamat mencoba membuka suara setelah beberapa saat kebingungan memperhatikan anak majikannya tak seperti biasanya yang hanya duduk diam sambil memejamkan mata di jok belakang, " Non.., kita langsung pulang atau gimana nih? " ucap pak Mamat


Mendengar itu, Lianti tersentak dari lamunannya, " Mampir ke Gramedia dulu pak, aku mau beli buku " jawab lianti dengan mata tetap terpejam.


" Baik non " jawab pak Mamat.


Sekitar dua puluh menit mobil mewah itu memasuki pelataran parkir Mall Xx, Lianti pun turun bergegas masuk dan menuju eskalator. Seketika tanpa sengaja matanya menangkap sosok cowok yang sejak tadi mengganggu fikirannya, " Cewek itu mungkinkah pacarnya Irvan? " tanya nya dalam hati. " Hmmm..mereka tampak serasi dan bahagia " gumamnya lagi mencoba mengusir rasa kecewa yang sudah sejak tadi tak bisa sembunyikan.


Lianti berbalik dan berjalan kembali keluar Mall menghampiri pak Mamat yang baru saja akan tidur di dalam mobil, " Kita pulang aja pak " ucap nya yang sudah duduk dengan asal di jok belakang setelah menutup pintu mobil dengan keras


Pak Mamat walau kaget namun dengan sigap langsung menyalakan mesin dan membawa mobil itu kembali melaju menuju jalan raya.


 


MAAF KALAU SAJA BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN DI CERITA INI,


JUJUR SAJA AUTHOR MASIH DALAM TAHAP BELAJAR.


TAPI DI SINI AUTHOR BERUSAHA MEMBERI YANG TERBAIK BUAT PARA PEMBACA

__ADS_1


__ADS_2