SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MEMPERKENALKAN DIRI


__ADS_3

" Kita mau kemana mas? " Lianti mencoba membuka percakapan setelah beberapa saat cuma duduk dengan gelisah menatap lurus ke depan menatap jalan yang terus mereka tempuh sejak tadi dan tidak sampai sampai, kepalanya dihinggapi berbagai pertanyaan yang membuatnya bingung sendiri.


" Ke suatu tempat, sebentar lagi kita sampai kok " Faiz yang sejak tadi diam diam melirik dan sesekali mengawasi tingkah Lianti yang duduk tak tenang disampingnya bak cacing kepanasan cuma tersenyum dan terus mengemudi melajukan mobil mewahnya menyusuri jalan raya yang saat itu tidak begitu padat oleh kendaraan.


" Sebenernya mas Faiz ada apa nyari aku ? " akhirnya berbagai hal yang berkecamuk difikiran Lianti tak lagi terbendung dan celotehnya pun mengalir seketika, " Mas Faiz kok tau kalau aku di rumah om Arman? " bertanya tanpa jedah seperti tak butuh jawaban, " kita kan baru bertemu dua kali ya mas..eh sekali deh kayaknya, kan malam itu ngak saling nyapa "


Senyum Faiz makin mengembang mendengar ocehan wanita disampingnya tanpa menoleh dan tetap focus mengemudi, " Kemarin dipesta aku ngak lihat kamu kok, kamu kenapa ngak nyapa sih..kan lihat ? " pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan pula oleh Faiz

__ADS_1


" Idih siapa juga yang berani nyapa tuan muda Faiz, anaknya tuan Anggoro yang notabene pengusaha terkenal seantero jagat " kata kata itu ngalir bagai air tak terbendung dari bibir mungil seorang Lianti tanpa menoleh dan tak tau ekspresi lawan bicaranya.


" Apaan sih ? kamu itu kalau ngomong jangan berlebihan gitu. pake bilang tuan muda segala ihhh " Faiz yang spontan pura pura ngambek seakan lupa kalau mereka belum lama kenal, rasa gemes tiba tiba muncul seketika. Entah kenapa faiz merasa langsung akrab dan nyambung dengan sosok wanita muda yang ceplas ceplos ini.


" Lah kok mas Faiz jadi manyun gitu ? " ucap Lianti menatap intents laki laki berkharisma itu, " Itu memang benar, mas Faiz memang anaknya tuan Anggoro kan? " wajah polos Lianti merasa tidak bersalah, " Mas Faiz senyum dong..jelek tau manyun manyun kayak gitu "


" Hahahaha..iya iya, senyum nih.." Faiz tak dapat menahan tawanya mendengar dan memandang wajah imut yang mencoba membujuk dengan rayuan anak bocah tapi terlihat begitu percaya diri membuat Faiz makin gemes

__ADS_1


" Oiya, sekarang baiknya kita kenalan secara resmi dulu deh kayaknya " Faiz mencoba untuk lebih terbuka pada Lianti "Aku Fariz Candra Wijaya, putra Anggoro Wijaya, mahasiswa fakultas ekonomi semester akhir dan juga karyawan diperusahaan papa " lalu menoleh sesaat pada Lianti, " Sekarang giliran kamu, silahkan perkenalkan diri.."


Lianti bagai bocah manis yang penurut dan patuh pun menjawab, " Aku Erika Lianti, siswa kelas sebelas disalah satu SMA dikota Xx, dan saat ini lagi liburan dikota ini " simpel tapi begitu jelas kata kata yang di ucapkan seorang Lianti untuk menjelaskan siapa dirinya pada Faiz yang belum lama ini dikenalnya.


Percakapan itu pun mengalir akrab di dalam mobil yang terus melaju membawa mereka, hingga terlihat bagai sepasang kekasih.


------------------------------

__ADS_1


BERSAMBUNG


 


__ADS_2