SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
MENGANALISA


__ADS_3

Dua orang laki laki tampan terlihat memasuki cafe Xxx, salah satu cafe ternama di kota makassar. mereka berjalan menuju meja yang berada di pojokan kemudian duduk, seorang diantaranya tampak tak tenang, sorot matanya seakan menusuk tajam dan raut wajahnya menandakan kalau dirinya lagi menahan amarah.


" Nanti saja ya mbak, sebentar lagi teman kami datang " ucap seorang diantara dua laki laki itu saat pelayan cafe mengantarkan catatan daftar menu ke meja mereka.


" Aku mau kopi hitam dengan gula terpisah, ya mbak " ucap laki laki tampan yang sejak tadi terlihat mencoba menenangkan diri.


Saat pelayan cafe hendak beranjak dan pergi ke dapur, " Kalau begitu, aku pesan moccacino tanpa gula tapi manisin dengan susu " ucap temannya tak mau kalah.


" Van, sekarang kamu ceritakan ke aku dulu apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan emilia malam itu? " adli yang merasa penasaran sejauh ini karena mendengar berita tentang dua temannya itu mencoba buka obrolan.

__ADS_1


Adli adalah salah satu dari beberapa teman SMP irvan yang cukup dekat dengan irvan dan juga emilia.


" Jujur aku sebenarnya tidak tau apa yang terjadi, semuanya masih abu abu. aku tidak merasa melakukan apa apa, tidak merasa menikmati apa apa selain tidur pulas karena malam itu aku mabuk berat tapi sialnya aku terbangun pagi harinya mendapati diriku sedang tidur di hotel dengan memeluk tubuh polos emil. Hmmm aku tak tau pasti apa benar benar ngelakuin itu pada emil atau tidak " irvan mengungkapkan segala apa yang mengganjal di fikirannya sejak kejadian itu.


Percakapan serius dua laki laki itu terhenti sejenak begitu pelayan datang membawa pesan mereka.


irvan langsung menyerubut kopi hitam begitu tersaji di depannya. sepertinya bukan hanya otaknya yang cukup lelah dengan masalah ini, tapi tenggorokannya pun terasa kering tatkala harus membeberkan satu persatu rasa yang ia pendam sendiri.


" Cctv hotel cuma nunjukin saat di lobi, di situ terlihat emilia menuntun aku turun dari mobil dan masuk ke hotel dengan bantuan security. dan apa yang terjadi setelahnya hanya emil yang tau karena dikamar itu ngak ada Cctv " irvan dengan ekspresi putus asa.

__ADS_1


" Terus, menurut si emilia itu gimana? alasannya dia bawa kamu ke hotel itu apa? aku rasa kayaknya wanita itu manfaatin ketidak sadaran kamu deh. kan semua juga tau kalau emili emili itu sejak dulu suka nempel sama kamu, apa coba kalau bukan suka? " celoteh adli yang mencoba menganalisa dan mengait ngaitkan kejadian di hotel dengan sikap emilia pada irvan sejauh yang adli tau.


" Aku juga mikirnya seperti itu, bahkan aku sama emilia beberapa waktu lalu sempat ribut ribut juga karena dia ngungkapin cintanya ke aku " irvan memijit keningnya, kepalanya terasa berdeyut dan terasa berat.


" Wanita itu menuntut tanggung jawab atas kejadian malam itu dan meminta aku menjadi tunangannya " ucap irvan lagi, kali ini sambil menjambak jambak rambutnya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.


" Wow gila dan berani juga wanita itu ya? lalu apa yang kamu katakan padanya? apa kamu menyanggupi permintaannya yang super duper gila itu? " adli seketika meletakkan cankir yang sejak tadi dipegang, capucino yang tinggal beberapa teguk tak lagi nikmat. ia mulai terlihat geram mendengar cerita irvan, " Wanita licik, dasar ular " gumamnya pelan namun masih jelas terdengar oleh irvan.


Tak lama kemudian adli melambaikan tangan pada orang yang baru saja masuk ke cafe itu dan celingak celinguk sepertinya mencari seseorang.

__ADS_1


------------------------


AUTHOR MINTA DUKUNGANNYA DONG, BIAR MAKIN SEMANGAT DAN UP LEBIH BANYAK🙏🙏🙏


__ADS_2