
Langit gelap perlahan lahan mulai berganti dengan cahaya dan sejuknya udara. kicauan burung burung saling bersahutan dan berlompatan di ranting pohon yang daun daunnya masih basah karena sisa sisa embun malam
" Drekkk..drekkk.." bunyi alarm dari phonsel membuat irvan tersentak kaget dan terbangun, kemudian mematikam alarm dan merengganggangkan otot ototnya yang terasa kaku karena tertidur dengan posisi duduk sejak semalam di kursi balkon kamarnya
Seketika ingatannya kembali pada lianti yang sejak semalam tak bisa di hubungi, dengan buru buru di raihnya phonsel di atas meja dan segera mencari kontak lianti, " Drikkk..drikkk..drikkk " terdengar nada sambung namun tak ada tanggapan dari lianti seperti semalam. " Ya Tuhan..harus bagaimana ini ? kenapa sesulit ini tuk bisa meluluhkan mahlukMu yang satu ini? " gumam irvan sambil mengacak ngacak cambutnya dan terus mencoba menelpon lianti
" Drikkk..drikkk..drikkkk.." tiba tiba ada panggilan masuk dan phosel irvan berdering, kontak nama luna tertera di layar. irvan terdiam sejenak melihatnya, lalu " Iya lun.., ada apa? " ucapnya dengan nada agak berat
" Maaf ganggu tidur kamu pagi pagi gini, kirain lagi jogging seperti hari hari minggu biasanya? " luna dengan suara manja seperti biasanya
" Ngak apa apa kok, ini juga sudah melek dari tadi tapi masih malas gerak aja.. hehehe " irvan mencoba berbasa basi, " Oiya maaf ya semalam aku ngak sempat pamit dan buru buru pulang karena mamaku nelpon minta jemput di rumah temannya "
" Hmm gitu ya van? padahal semalam papiku pengen ngobrol ngobrol sama kamu loh " luna terdengar sedikit kecewa. " Bisa ngak siang ini kamu ke rumah? "
" Papimu kira kira mau ngobrol soal apa ya lun? " irvan nampak bingung
" Ya ngak tau juga sih, mungkin mau tanya soal kejelasan kedekatan kita kali ya? hahaha " tawa lepas luna terdengar senang
Seketika jantung irvan serasa ingin berhenti berdetak mendengar ucapan luna itu, lalu dengan terbata bata " Mamaksudnya gimana sih lun? aaku benar benar ngak faham nih? " seolah tak mengerti
" Semalam itu kata orang orang seperti acara pertungan deh, kamu merasa gitu ngak ? " luna masih dengan nada cerianya
Irvan masih terdiam dan tak dapat berkata apa apa hanya terdengar tarikan nafas berat dan hembusan kasar. mulutnya terasa kelu otaknya tak bisa di ajak kompromi dan semakin tak bisa berfikir karena bingung dengan semua yang terjadi.
" Kamu bisa datang kan van? " luna kembali membuka obrolan
" Aaku aaku ngak bisa pastiin lun..hari ini aku harus temani mamaku menghadiri acara kantor karena papaku lagi keluar negri perjalanan dinas " spontan irvan menbuat alasan agar luna tak memaksanya
__ADS_1
" Yah ngak bisa dong? " luna terdengar kecewa. " Atau gimana kalau aku ikut temani mama kamu dan sekalian pulangnya kita atur pertemuan dengan keluargaku? kan bagus tuh biar sekalian orang tua kita juga saling kenal " celoteh luna tanpa tau kalau irvan cuma berbohong
Irvan mulai merasa tak nyaman mendengar ucapan luna yang seakan akan salah mengartikan kehadirannya semalam dan kedelatan mereka selama ini, " Hmmm maaf lun, hari ini aku benar benar ngak bisa " irvan menjawab dengan penolakan
" Van, papi aku bisa kecewa loh..apa kamu ngak mikirin itu? bisa kan mampir ke rumah sebentar doang kok " bujuk luna
" Sekali lagi maaf, aku ngak bisa lun..maaf " irvan sudah benar benar malas dengan obrolan ini. tak mau kesalah fahaman ini berlanjut irvan pun mencoba mencoba mengakhiri, " Lun, udah dulu ya..aku di panggil mamaku "
" Van..van, irvan, tunggu dulu.." suara luna yang terdengar agak sedikit teriak
Irvan tak lagi peduli, seketika ia pun memutus obrolan telpon tanpa menghiraukan panggilan luna. " Astaga kenapa bisa jadi begini? uhhh pusing aku mikirnya " di letakkannya phonselnya di meja. lalu bangkit menyambar handuk dan berjalan ke kamar mandi
-----------------------
Hampir tiga puluh menit berselang, suara kucuran air yang terdengar dari dalam kamar mandi pun terhenti. pintu kamar mandi terbuka dan irvan keluar dengan rambut basah dan tubuh yang hanya di balut handuk kecil, irvan berjalan ke balkon mengambil phonselnya yang sedikit lagi lowbet karena aktif sejak semalam
" Ting..." sebuah pesan masuk
Irvan berusaha tenang dan mengatur nafasnya yang seketika terasa berat, lalu beberapa saat kemudian mencoba menghubungi lianti, namun berulang ulang " Nomor yang anda panggil sedang tidak aktif atau di luar servis area " suara operator yang terus terdengar
Irvan pun bergegas masuk kamar dan phonselnya yang sudah akan benar benar lowbet di colok ke charger sembari ia berpakaian dengan tergesah gesah, tubuhnya yang agak lemas tak di pedulikannya lagi. yang di fikirkannya sekarang harus cepat ke rumah lianti
Tiba tiba, " Brukkk..." irvan terjatuh dan pingsan di lantai kamarnya
************
Irvan membuka matanya perlahan lahan, " aku kenapa ma? " ucapnya dengar kesadaran yang belum sepenuhnya kembali
__ADS_1
" Kamu tadi pingsan nak, bibi menemukan kamu tergeletak di lantai saat masuk mengambil pakaian kotor kamu " ucap mama irvan dengan raut kecemasan di wajah ke ibuannya yang sangat terlihat jelas
" Oogitu ya ma? maaf kalau bikin mama cemas..aku ngak apa apa kok, mungkin cuma kecapean dan masuk angin aja " dengan nada agak pelan, irvan mencoba menenangkan mamanya
" Apa semalam kamu begadang lagi kan nak? apa ada hal yang mengganggu fikiranmu sampai ngak bisa tidur? coba cerita sama mama? " dengan tatapan penuh selidik
" Ngak kok ma, semalam irvan ketiduran di balkon makanya masuk angin " ucap irvan
" Loh anak mama kok bisa sampe ketiduran di balkon? kan kamarnya adem gini ? " mama irvan mengernyitkan dahinya
" Semalam itu aku duduk duduk sambil main game pake phonsel karena blom ngantuk..eh ini malah kebablasan di balkon hehehe " irvan berusaha membuat mamanya percaya
" Oiya ma, mama baiknya istirahat..pasti sudah sejak tadi mama disini tungguin aku. ini juga sebentar lagi aku juga mau keluar ke rumah teman, ada kerja kelompok hari ini " irvan kembali teringat lianti dan berusaha duduk
" Ngak nak, jangan gerak dulu..kamu baru saja siuman. mama ngak ijinin kamu kemana mana.." mama irvan dengan nada tegasnya
" Tapi ma...." ucapan irvan terpotong
" Ngak ada tapi tapian, sekarang kamu istirahat dan ngak boleh keluar rumah..mama ngak ijinin..titikk, nurut kata mama ya nak " nada penuh kasih sayang namun tegas keluar dari mulut mama irvan
" Baiklah ma..sekarang mama istirahat juga, aku ngak akan keluar rumah " ucap irvan lembut
" Janji ya nak? " mama irvan masih nampak ragu
" Okey mamaku yang cantik, anakmu ini janji ngak akan kemana mana. akan tidur lagi setelah mama balik ke kamar mama dan istirahat " irvan tersenyum menatap wajah mamanya
" Iya deh, anak mama memang is the best.." mama irvan mengelus kepala irvan lalu membetulkan selimut anak semata wayangnya itu sebelum berlalu dari kamar itu
__ADS_1
Irvan pun mencoba untuk memejamkan mata dan berusaha tenang dengan segala apa yang ada di fikirannya demi wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya
---------------------------